Pages

Saturday, 27 December 2014

Jawab Komentar di Blog, Menyenangkan dan Menghangatkan Hati

Selamat berakhir pekan! Semoga hari liburnya menyenangkan ya, teman-teman :)

Sebagai seorang blogger apa sih sebenarnya yang diperoleh? Tentu saja, jawabannya bisa beragam untuk setiap blogger. Mulai dari dalam hati, sampai dalam dompet *uppss* hehehe :D

Senangnya dapat komentar disini

Memang blogger kini semakin banyak dikenal dan diundang layaknya media. Iya loh, kadang saya sendiri masih kaku, kalo diundang dan ditanya dari mana sebagai blogger. Hehe lucu juga ya, datang konferensi pers atas nama pribadi, ya atas nama blog gitu. Soalnya bertahun2 saya datang sebagai reporter dari media, jadi bukan bawa nama pribadi. Nah itu, sudah satu ya jawaban saya.


Sunday, 21 December 2014

Community Festival 2014, Ajang Kumpul Seru Komunitas dari Indosat

Kalau saya ditanya, seberapa penting arti teman-teman, hmm rasanya tiada jawaban selain "penting bangeett". Selain keluarga, teman-teman adalah sosok yang berperan dalam hidup saya.

Kebetulan sewaktu saya menonton televisi tadi, saya mendengar perkataan dari seorang penceramah yang mengingatkan saya tentang pentingnya teman. Ia mengatakan, jika kita ingin melihat diri kita di masa depan, maka lihat lah siapa teman-teman kita.

Ia mencontohkan, jika seseorang berteman dengan penjual minyak wangi, maka meski kita tidak menggunakan, akan ikut mencium wanginya. Demikian pula sebaliknya. Intinya, berteman akan menentukan kualitas diri kita.
 
Ajang kumpul komunitas paling seruu (dok.pribadi)
Saya sendiri sangat menyadari hal itu. Sewaktu saya kuliah di Bandung, teman-teman dekat saya termasuk yang modis dan suka dandan. Saya yang masih polos saat itu *eheem eeheem* mulai deh perhatiin pakaian apa yang tren dan menyesuaikan dengan pribadi saya. Lipstik dan bedak, gak ketinggalan donk di tas.

Memasuki dunia kerja di media harian, teman-teman saya sebagian cowok dan sebagian lagi para perempuan perkasa. Hahahaha acara dandan jadi hal luar biasa saat kerja. Setiap dandaan bisa jadi perhatian seluruh umat manusia di sekitar liputan, males banget deh! Alhasil, kemampuan berdandan dan modis saya menurun drastis hihihihi :D

Bersyukur Sehat, Sehat Bersyukur

Selamat berhari Minggu, teman-teman. Semoga hari liburnya menyenangkan yaa.

Siapa yang anggap judul saya aneh? Hehehe saya juga. Tapi, emang apa bedanya saat dua kata itu dibalik, bukannya artinya sama? Kalo untuk saya sih beda arti.

Full tim yang nganter Sandya cek up ke RS Harapan Kita ^^ (dok.pribadi)
Begini nih, ceritanya saya sekeluarga mengantar adek Sandya cek up ke RS Harapan Kita. Alhamdulilah Sandya sekarang umur 3 tahun. Pada waktu umur 1 bulan, Sandya dioperasi disana karena mengalami penyakit jantung bawaan (PJB). Jadi Sandya harus cek up, termasuk echocardiography untuk mengetahui kondisi jantungnya, setahun sekali ke sana.

Friday, 19 December 2014

Belanja Lagi di Cipika, Sambal Bu Rudy Cepat Datang Ya

Haiii..selamat berakhir pekan, teman-teman :) Jadi makanan spesial apa ya untuk hari ini?

Kalo di rumah saya, minggu kemarin yang spesial itu kremes ayam yang dibeli di toko online Cipika. Naah, untuk minggu depan, saya sudah pesan yang spesial lagi donk dari Cipika yang didukung penuh oleh PT Indosat Tbk. Teman-teman, mau tahu kan? ^_^

Tapi, kenapa saya beli di Cipika? Karena semua makanan dan penganan unik dari berbagai daerah di seluruh Indonesia ada disana. Gak percaya? Klik aja di Cipika.co.id dijamin langsung percaya plus ngiler hehehe :D

Pilah pilih makanan enak
Sesuai dengan teori pemasaran bilang, salah satu tolak ukur suatu produk akan laku atau gak yaitu dari repeat order alias pembelian ulang. Nah, saya disini berarti sudah repeat order donk. Berarti, Cipika memang penjual yang saya percaya menyediakan produk-produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan saya.

Wednesday, 17 December 2014

Cara Mudah Cari Rumah

Anggapan cari rumah itu ibarat cari jodoh, itu rasanya gak salah ya. Untuk yang pernah merasakan ribetnya cari rumah, ya bisa mengalami seperti saya dulu.

Waktu saya mulai mencari rumah beberapa tahun yang lalu, ceritanya masih rumit pake banget. Saya dan suami mengandalkan informasi dari surat kabar dan informasi dari orang-orang sekitar. Seringnya menemukan informasi tidak akurat, sampai rumah bermasalah. Untung gak sampe dikejar-kejar anjing penjaga rumah hihihi ^_^

Saat itu, koneksi internet masih belum seperti sekarang. Apalagi, keuangan saya dan suami juga masih pas2an lah. Mengingat kami banyak menabung untuk rumah, ya biaya internet yang lumayan itu gak jadi prioritas juga. Kami belum terpikir untuk mencari rumah melalui internet, ya jadinya ketemu dengan kesulitan-kesulitan yang tidak perlu itu.

Langsung klik ke Rumah.com donk
Tapiii, saat ini semua sudah berbeda. Kisah saya mungkin hanya akan ditertawakan oleh para pencari rumah dan properti saat ini. Ya memang repot banget. Nah, baru-baru ini saya mendengar cerita dari seorang teman mengenai pencarian terhadap rumah idamannya dengan keluarga. Yang pasti beda banget dengan versi saya hahahaha :)

Friday, 12 December 2014

Yuk Berhati-hati dengan Stiker Keluarga di Mobil

Selamat pagi teman-teman! Semangat ya kan udah hari jumat, jadi sebentar lagi kita week end dooonk :)

Oh ya, beberapa waktu belakangan ini saya semakin sering tuh melihat stiker keluarga di mobil. Gambarnya memang lucu-lucu ya, seperti gambar anak-anak tapi sangat menarik. Biasanya gambar itu menunjukkan anggota keluarga sekaligus nama-namanya.

Salah satu stiker keluarga yang saya foto di sebuah mall (dok.pribadi)
Awalnya sih saya sempat tertarik untuk membeli dan memasangnya. Apalagi alasannya kalo bukan lucu dan sok update gituuuu hihihihi :D

Tapi, yaa sebagai orang yang hampir setiap hari online. Saya kok jadi tergelitik ingin tahu lebih jauh mengenai implikasi stiker keluarga ini. Apalagi kok setiap hari sepertinya semakin banyak saya lihat di mobil.

Saya kemudian menemukan, sebuah artikel dari Detik yaitu "Hati-hati, Stiker Keluarga di Mobil itu Berbahaya". Duh duuuh..langsung alarm dalam kepala saya nyala. Wah kenapa bisa begitu ya?

Rupanya, hal itu berkaitan dengan informasi mengenai jumlah anggota keluarga, nama-nama anak dan mungkin informasi lain misalnya lokasi sekolah atau lokasi bekerja.

Yang bikin seram, yaitu jika kita kemudian secara tidak sadar menyediakan informasi mengenai jumlah anak sekaligus nama-nama anak kita bagi para penculik anak. Idiiiiih amiit-amiiiit *ketok meja berkali*

Selain itu, masih banyak yang dapat dimanfaatkan melalui informasi yang tersedia itu, terutama memang untuk orang yang sudah berniat tidak baik.

Bahkan, kepolisian di Amerika sudah memberikan saran pada keluarga untuk tidak lagi memasang stiker samacam itu.

Mungkin bisa diakali dengan memasang stiker tanpa nama, hmmm tapi anggota keluarga masih kehitung donk ya. Atau mungkin ditambah binatang piaraan yang nyeremin anjing, uler, macan atau gajah hehehe

Memang sih di Indonesia saat ini belum ada laporan kasus yang berawal dari stiker keluarga semacam ini, tapi lebih baik berhati-hati untuk itu,

Intinya sih saya lebih memilih tidak menggunakan stiker keluarga semacam itu. Menurut saya sih dibanding keuntungannya, lebih banyak kerugiannya. Lucu-lucuan sih boleh, tapi asal gak membahayakan kali yaaaa :)

Sumber :

Detik.com "Hati-hati, Stiker Keluarga di Mobil itu Berbahaya"

Saturday, 6 December 2014

Asyik Gak Sih Jadi Penulis?

Selamat berhari Sabtu teman-teman semua :) Semoga segala sesuatu lancar dan menyenangkan yaa.

Saya mau buat pengakuan nih, sekarang kan saya udah balik ngantor lagi, tapi masih keukeuh mempertahankan blog tercinta saya yang dulu dibuat sewaktu saya lebih banyak beraktivitas di rumah.

From blazer to daster, tuh artinya kan dari kantoran trus di rumah gitu. Tapi, gak apa-apa kan ya? Hehe saya masih dasteran juga kok pas di rumah ^_^

Saya "terpaksa" kerja di sebuah kafe di seberang kantor (dok.pribadi)
Berbagai kerjaan pernah saya coba. Berlatar pernah jadi reporter alias wartawan, lalu banting setir jadi penulis dan penerjemah freelance, pernah juga jadi media consultant, ngajar kelas ekstrakurikuler menulis. Baru awal tahun ini, saya kembali ngantor sebagai wartawan, dan sekarang sudah duduk manis jadi content writer :D

Menekuni beberapa jenis pekerjaan yang berbeda, semakin mengasah diri untuk mengetahui mana kerjaan yang paling cocok dan nyaman untuk saya. Saat ini saya menyadari, pekerjaan dengan job desk menulis adalah yang paling saya sukai.

Memang ada beberapa jenis pekerjaan terkait menulis yang membutuhkan keahlian lain, tapi sepertinya untuk saya saat ini, mendapat pekerjaan sebagai penulis sudah lebih dari cukup.

Kalau dari segi materi, jelas banyak pekerjaan lain yang lebih luar biasa. Apalagi jika dibandingkan dengan teman-teman alumni saya dulu atau rekan-rekan satu kantor sebelumnya, saya sih gak ada apa2nya.

Tapi, Alhamdulillah inilah saya dan kemampuan saya. Rezeki yang berasal dari pekerjaan yang saya jalani selama ini juga mencukupi. Bahkan, seakan tak ada habisnya berkah dari Allah SWT kepada saya.

Baru saja bulan lalu saya memasuki kantor baru dengan teman-teman yang luar biasa. Ya untuk saya, kantor baru tak ubahnya mendapatkan keluarga baru. Karena para penulis dan staf di situ sebagian besar usianya masih muda, saya juga ikutan muda dooonk hahahaha :D

Nah, ceritanya kemarin internet di kantor mengalami gangguan. Sebagai kantor yang mengandalkan kinerja internet, kalang kabutlah seluruh penghuni kantor. Sebagai langkah "darurat" diputuskan untuk segera mencari lokasi untuk kerja.

Akhirnya kami semua keluar dari gedung kantor dan menyeberang jalan, kemudian masuk ke.....mall. Kali ini bukan belanja, tapi grasak grusuk cari kafe dengan fasilitas koneksi internet.

Hahaha akhirnya jadilah hampir seluruh penghuni kantor, selama setengah hari kerja di kafe. Beli kopinya kan mahal? Emmaannggg..tapi untunglah si bos berbaik hati mau menggantikan biaya kopi yang dikeluarkan hari itu.

Jadi kalau masih ada yang tanya, asyik gak sih jadi penulis? Buat saya sih iya ^_^

Friday, 5 December 2014

Badai Itu Bernama Orang Ketiga

Hai, selamat menjelang akhir pekan teman-teman.

Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan bersilaturahmi dengan seorang teman lama. Lebih dari lima tahun tak bertemu, waktu sekitar satu jam rasanya tak cukup.

Hehe kalo ini tangan saya dan suami ^^ (dok.pribadi)
Banyak cerita yang keluar dari mulut teman saya yang membuat saya kaget. Ia mengaku mendapat beberapa cobaan dalam hidup berkeluarga beberapa tahun terakhir.

Yang pertama, mengenai permasalahan anaknya yang kurang disikapi dengan baik di sekolahnya.  Meski perlu perjuangan dari teman saya, Alhamdulillah dapat terselesaikan.

Yang kemudian membuat saya sangat terkejut adalah mengenai kisah ketidaksetiaan suaminya. Saya memang hanya mengenal suaminya melalui cerita saja. Dulu saya menganggap bahwa mereka adalah salah satu pasangan yang sempurna dengan anak-anak yang luar biasa.

Berangkat dari kondisi yang perlu diperjuangkan berdua, hingga akhirnya terpenuhi secara materi, lebih dari cukup. Setidaknya, begitu pandangan saya.

Kisah teman saya mengenai ketidaksetiaan suaminya sungguh mengejutkan saya. Apalagi, orang ketiga dalam rumah tangga mereka bukan orang asing bagi teman saya. Istilahnya, mereka bertiga sudah kenal lama sebelumnya.

Dari ceritanya, saya mendapat sedikit gambaran bahwa hubungan itu awalnya terjalin lantaran curhat. Suami orang ketiga itu terlebih dulu punya hubungan dengan perempuan lain. Hal itulah yang kemudian menjadi curhatnya kepada suami teman saya. 

Namun, akhirnya, keduanya yang sudah sama-sama menikah itu lama kelamaan menjadi dekat. Hubungan mereka tak sebentar, hampir empat tahun dan sudah sangat “serius”! *you know what i mean*

Teman saya mengaku sampai-sampai berat badannya turun sangat banyak karena tak ingin makan. Bahkan terpikir untuk bunuh diri :'( Masalah seakan silih berganti menghampirinya. Ikut perih rasanya hati saya mendengar hal itu.

Kami terus mengobrol, bukan karena saya ingin tahu atau usil. Saya ingin mencoba memahami sekaligus belajar dari kejadian yang menimpa teman saya itu. Sekaligus memuji kekuatannya sebagai ibu dan istri.

Menjelang akhir pembicaraan karena saya harus kembali ngantor, teman saya menunjukkan foto orang ketiga tersebut. Astagfirullah, bergetar hati saya begitu mengetahui tampilannya. Seorang wanita cantik berkerudung panjang. Menurut teman saya, wanita tersebut sudah sejak SMP menggunakan jilbab, shalat hampir selalu tepat waktu dan pandai mengaji.

Sungguh bukan gambaran wanita ketiga yang ada di pikiran saya sebelumnya :((
   
Dari kejadian yang menimpa teman saya, saya menjadi berpikir, sebagai suami istri, janganlah saling curhat dengan orang lain yang bukan pasangan kita. Sebab, curhat semacam itu lama kelamaan dapat mendekatkan diri dengan orang tersebut. Padahal, seharusnya istri atau suami merupakan orang terdekat kita.

Saya juga mendapat pelajaran, jangan pernah menilai orang hanya dari luarnya saja. Sebab tampilan luar, sangat bisa menipu kita.

Semoga teman saya diberi kekuatan dan rumah tangga mereka kembali diberikan ridho Allah SWT untuk kembali rukun.  Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk menahan diri dari hal-hal yang tercela dan tak terpuji. Amin ya robbal alamiin. 

Wednesday, 3 December 2014

Nutrimoist, Perpanjangan Tangan Ibu Merawat Luka

Halooo teman-teman semuaa...semoga sehat semua ya, dan yang sakit segera disehatkan. Aamiin.

Sebagai orangtua, terutama ibu, pernah gak sih, hati tiba-tiba terasa gak menentu saat di kantor mendengar anak di rumah terpercik air panas atau terjatuh?  Saya pernah, hehe agak sering malahan :D
Bekas luka akibat terkena knalpot motor di kaki Aylaa (dok.pribadi)
Rasanya sekitar dua hari sekali, saat saya di kantor dan menelpon ke rumah, saya dapat laporan dari pengasuh anak-anak. Mulai dari anak ke dua saya, Sandya yang kejedot dinding karena doyannya loncat-loncat di kasur atau kakinya memar karena terantuk meja. Sandya sudah beberapa kali dibawa ke ruang UGD karena tangannya kejepit, dari kejepit pintu sampai pager. Sampai-sampai dokter geleng-geleng kepala ketika baca catatan di rumah sakit.

"Ini sepertinya sudah beberapa kali dibawa kesini karena kejepit ya," kata dokter pada kunjungan terakhir.

Haduuuuh, saya sendiri seringkali kaget dan panik saat Sandya luka seperti itu. Daripada kenapa-napa ya akhirnya saya bawa ke UGD. Meski seringnya sih disana, lukanya hanya dibersihkan dan diberi obat antiseptik.

Pernah juga, kakak Aylaa yang mengalami luka di bagian kaki karena kena knalpot motor. Saat itu saya panik, apalagi kakak menangis sejadi-jadinya. Harus bagaimana donk?

Anggota Baru Kotak P3K

Umumnya, saya dan para orangtua lain akan mencari pengobatan yang cepat. Mulai dari obat antiseptik, tapi ada juga yang menggunakan kecap, mentega hingga pasta gigi untuk luka-luka melepuh seperti tersiram air panas ataupun luka terkena knalpot seperti yang kakak Aylaa alami itu. Sayangnya, hingga saat ini, luka knalpot di kaki kakak Aylaa jadi berbekas :(

Baru-baru ini saya memperoleh informasi bahwa sebenarnya bekas luka yang dialami kakak Aylaa tidak perlu terjadi. Atau, luka dan memar yang dialami Sandya tidak perlu bikin panik ke dokter. Ada produk yang dapat mengatasi luka akibat kecelakaan kecil tak terduga seperti terjatuh, tersayat pisau atau pecahan kaca, tersiram air atau minyak panas.

Jika teman-teman menyebut produk perawatan kulit dewasa, maka itu tidak sepenuhnya benar. Sebab, tidak semua produk perawatan kulit mampu membantu menyembuhkan luka. Harus dicermati terlebih dahulu mengenai kandungan produk tersebut aman dan mampu memberikan zat-zat gizi yang dibutuhkan kulit dalam membantu proses pertumbuhan sel baru jika terjadi kerusakan sel kulit.

Jadi, mau tahu produk apa yang dapat membantu kita sebagai orangtua mengatasi luka dari kecelakaan kecil2 yang terjadi?

Sini nih saya kasih tahu. Ayo deket, deket sini :)

Nutrimoist yang serba guna dari CNI 
Sekarang ada produk yang namanya Nutrimoist dari CNI. Tapi apa sih Nutrimoist, yakin aman dan bisa mengatasi luka?

Nutrimoist adalah produk perawatan kulit berupa krim yang terbukti secara efektif mampu membantu menyembuhkan luka pada kulit. Bukan hanya itu, Nutrimoist juga dapat mempertahankan kelembaban kulit dan memenuhi zat-zat gizi  yang di perlukan kulit. Jadi, jika ada sel kulit yang rusak, proses pertumbuhan sel barunya bisa berlangsung cepat.

Sebagaimana kata pepatah, "jangan membeli kucing dalam karung", ya jangan sampai juga kita memakai tapi tidak tahu kandungan apa yang ada didalamnya. Saya jadi penasaran, apa sih yang dapat membuat Nutrimoist jadi punya kehebatan merawat kulit seperti itu?

Ternyata itu karena Nutrimoist memiliki kandungan bahan-bahan alami yang diramu dari ekstrak empat tanaman langka Cina, yaitu: Panax ginseng, Polygonum cuspidatum, Polyganum multiflori, dan Angelica sinensis. Yang penting, semua bahan itu sudah dijamin aman untuk semua jenis kulit!

Nutrimoist di meja kerja, perlu donk 
Kalau untuk cara kerja Nutrimoist ada tiga tahap. Pertama, Nutrimoist akan menyerap panas pada kulit akibat luka bakar, melepuh atau bengkak karena sengatan serangga. Juga mencegah terjadinya pengelupasan kulit dan kulit terbakar.

Kedua, daya antiseptik Nutrimoist membunuh bakteri dan mencegah pengembangbiakannya. Lalu, Nutrimoist akan mempercepat peremajaan sel kulit sehingga penyembuhan luka menjadi lebih cepat.

Waah, saya sempet nyesel kenapa produk ini tidak muncul dari dulu ya. Kalau begitu kan, saya tidak perlu pusing seperti kemarin-kemarin atau bekas luka kakak tidak harus tampak seperti sekarang.

Siap Nutrimoist di tas untuk digunakan kapan dan dimana saja
Tidak salah donk jika kemudian saya menyebut Nutrimoist sebagai perpanjangan tangan saya sebagai ibu dalam mengatasi dan merawat luka. Sebagaimana ibu yang akan menjaga dan memberikan hal terbaik untuk anak-anaknya. Demikian juga cara kerja Nutrimoist

Selain itu, sebisa mungkin Ibu membawanya di dalam tas, sebab tak hanya anak kecil, orang dewasa juga bisa saja terkena "kecelakaan kecil". Tidak rela kan jika luka lantaran terjatuh mengejar bis, merusak seluruh hari kerja.

Mudahnya, bisa langsung pesan di Gerai CNI disana tersedia Nutrimoist 20 gr dan kemasan yang lebih besar Nutrimoist 50 gr

Tunggu apa lagi, yuk sediakan Nutrimoist di rumah dan di tas sekarang juga :)

Monday, 1 December 2014

Cek Kesehatan di Mall? Bisa Kok

Alhamdulillah kadar asam urat saya sudah normal ^^ (dok.pribadi)
Selamat pagi, teman-teman semuaaa! Hehe semangat kerja lagi donk yaa.

Kalau saya sih, sepertinya akhir pekan  sibuknya bisa-bisa melebihi hari kerja ya. Acara sana, undangan sini, phiiiuuuuh capek. Tapi tetep senang bisa jalan bareng keluarga dan silaturahmi.

Oh ya, kalo namanya akhir pekan itu kan gak jauh dari yang namanya makan enak, kan kan kan :) Hehe saya sih yang pasti :D Malah ada yang diet ketat kalau hari Senin-Jumat, nah Sabtu-Minggu membebaskan diri dari diet. Hayo ngakuuu siapakah itu ^_^

Nah, kalo yang gak punya masalah kesehatan sih, asyik-asyik aja mau makan apa. Ketemu sate kambing, martabak mesir atau aneka pasta di tempat resepsi atau restoran favorit, ya tinggal makan aja, gak perlu mikir2 lagi.

Tapiiii, kalau yang sempat punya masalah kesehatan, hhmmmm mikir2 dulu nih mana yang mau dimakan. Selektif ceritanya :)

Lalu bagaimana dengan saya? Hehe mungkin ada yang pernah baca postingan saya soal..ehem..ehem..kadar asam urat saya yang lumayan tinggi. Dari kadar normal 2-6, asam urat saya sempat mencapai 9,6. Badan pegel2, gak enak dan sebagainya.

Alhasil selama beberapa minggu terakhir, saya mengurangi sayuran hijau, kacang2an, daging, dll. Sempat sih karena saya hindari sayuran hijau, akhirnya saya sempat susah BAB alias sembelit :( Yaah repot juga. Akhirnya, makan juga sayuran hijau, ya seminggu satu atau dua kali deh. Padahal saat itu saya sudah perbanyak buah, tapi rupanya masih juga kurang serat dari sayuran.

Hampir sebulan sejak cek asam urat yang agak tinggi, saya belum sempat lagi cek. Setelah konsultasi melalui salah satu portal kesehatan dengan dokter, saya minum obat yang disarankan untuk sekitar satu minggu.

Nah, ceritanya saya dan suami janjian disebuah mall di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Karena lokasi mall itu ditengah2 antara kantor saya dan suami. Rencananya, kami akan mampir membeli kado untuk Sandya, anak kedua saya yang berulangtahun.

Kebetulan hari Jumat siang kemarin hujan besar. Bisa ditebak donk, lalu lintas Jakarta pas rush hour pulang kantor jam 5. Maaaceeeeettttttt banggeeeettttt :(

Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk agak berlama2 di mall hehehe *cari alesan* :D

Cari tempat makan dulu, trus ke musholla. Eeh ada orkestra juga disana. Lumayan untuk melepaskan penat kerja, saya dengerin dulu lagu2 yang dimainkan secara live. Asik juga, ada lagu-lagu yang dimainkan lagu-lagu populer seperti Let It Go, dll.

Petugas disana baik-baik deh. Terimakasih mbak :) (dok.pribadi) 
Kemudian, turun ke lantai tempat mainan anak. Trus lewat sebuah counter, ditawarin cek kesehatan gratis. ehem..ehem sebagai yang sadar gratisan, saya mah seneng2 aja. Boleh pilih dari beberapa cek kesehatan yang ada secara gratis, ada cek tekanan darah, cek kepadatan tulang dll. Apalagi counter kesehatan ini juga bukan sembarangan kok. Namanya, KalCare yang merupakan bagian dari Kalbe. Rasanya kualitasnya tidak perlu dipertanyakan lagi deh.

"Mmm..ada tes asam urat gak mbak?" tanya saya ragu2. Duuuh,, sebenernya sih deg2an juga mau cek kadar asam urat lagi. Turun gak yaaa :(

"Ada bu, tapi tidak gratis," jawab petugas disana.

"Iya deh Mbak, gak apa2. Sekalian aja," kata saya.

Akhirnya, saya memutuskan cek disana. Prosedurnya sama dengan yang saya lakukan sebelumnya. Hanya perlu diambil sedikit darah dari ujung jari. Lalu darah dimasukkan di alat khusus dan tinggal menunggu hasil.

Sambil menunggu, saya diajak ngobrol oleh petugas disana. Baik-baik deh.

Tidak terasa hasil asam urat saya sudah ketahuan. Alhamdulillah hasilnya 4,34. Sudah normal dibandingkan kadar sebelumnya.

Untuk cek kesehatan gratisan saya cek lemak tubuh. Hihihi hasilnya, lemak tubuh saya keseluruhan normal tapi Indeks Massa Tubuh tergolong berlebih dan lemak organ dalam masih harus banyak diturunkan. Sepertinya ini PR utama saya.

Saran petugas disana, jaga makanan serta olahraga. Iya mbak, saya usahakan yaa :)

Jujur saja, setelah memeriksakan diri hari itu saya jadi lega dan merasa lebih tahu apa yang harus saya lakukan. Besok-besok sih sepertinya saya bakal balik lagi kesana.

Senangnya kini cek kesehatan makin mudah dilakukan, bisa sekalian nge-mall deh ^_^









Wednesday, 26 November 2014

Belajar Makan Sehat dari Pengurut Berusia 85 Tahun

Selesai diurut, kita foto-fota ya mak haji ^^ (dok.pribadi)
Sebagai salah seorang yang menggunakan media transportasi motor, memang ada enak, tapi ada tidak enaknya juga. Motor bisa lebih cepat dan sampai duluan dibanding mobil, itu salah satu enaknya. Gak enaknya, ya kepanasan ya bisa kehujanan.

Nah, kalau sudah kehujanan yang gak enak adalah seluruh badan yang terasa sakit. Jujur saja, kalau sudah begitu, mood jadi turun. Kerja pun gak enak.

Salah satu andalan saya adalah jemari Mak Haji, sapaan akrab dari Haji Sena.

Jangan salah dengan tampilannya yang tampak sudah tua, mak Haji ini  kalau ngurut bisa bikin saya jerit-jerit. Bukan apa-apa, biasanya pas kena daerah yang sakit, maka tangan Mak Haji terasa bagaikan pisau yang menghujam *tsaaaah*

Sebagai seorang mantan reporter plus kepo, saya biasanya ngajak ngobrol Mak Haji sewaktu diurut. Mak Haji saat ditanya umur, jawabnya sekitar 85 tahun. Tapi kayanya sejak saya mulai diurut beberapa tahun yang lalu, jawabnya ya segitu juga. Hehehe jadi ada kemungkinan beliau lebih tua sih.

Mak Haji ini salah satu tetua di kawasan rumah mertua saya di Cibubur. Bisa dibilang dari kawasan yang sepi, sebagaimana istilah tempat jin buang anak, sampai dengan Cibubur sekarang yang tiap beberapa ratus meter ada mini market, ya Mak Haji saksi hidupnya. Memang mencari yang seumuran dengan Mak Haji sudah sulit, sebagaian besar sudah meninggal dunia.

Saya sendiri sangat kagum dengan sosok perempuan ini. Meski sekarang sudah tak muda lagi, semangatnya masih kuat. Buktinya, dalam sehari, Mak Haji bisa mengurut sekitar 8 orang bahkan lebih. Wuidiiih hebat mak!

Ngobrol dengan Mak Haji asyik, banyak pengalaman yang sering dibaginya.

Termasuk pola makan yang serba alami. Mak Haji mengaku tidak suka berbagai makanan modern, mulai dari mie, bakso, daging olahan dan lain-lain.

"Mak gak suka makanan mie instan, bakso juga belum pernah. Paling makan sayur sama ikan asin. Kalau ayam, Mak masih mau sekali-sekali," katanya.

Mak Haji pernah diminta anaknya untuk periksa kesehatan secara keseluruhan. Namun, setelah diperiksa, dokter menyuruhnya pulang.

"Mak sih sehat. Asam urat, kolesterol, tekanan darah normal semua. Paling ada sedikit pengapuran tulang," kata Mak Haji menirukan ucapan dokter.

Papa saya yang sekarang usia 74 tahun juga banyak memiliki pantangan makanan seperti Mak Haji. Sejak muda sampai sekarang Papa tidak pernah menyentuh ayam negeri, daging kemasan, bakso dan mie instan. Meski sekarang sudah banyak keluhan, tapi secara keseluruhan, Alhamdulillah Papa masih sehat dan kuat jalan kesana kemari, yang kadang membuat saya marah karena khawatir.

Dari pengalaman Mak Haji dan Papa saya jadi termenung, sebenarnya banyak pola makan tidak sehat yang menjadi pemicu berbagai penyakit. Saya pribadi tengah berusaha perbanyak makanan alami dan membatasi seminimal mungkin makanan olahan, apalagi pengukuran asam urat saya agak2 tinggi belakangan ini :D

Semoga sehat-sehat terus dan panjang umur ya Mak Haji :)

Sunday, 23 November 2014

ELC Ultah ke-40,Tiup Lilin Bersama Lebih dari 40 Anak


Berdoa sebelum tiup lilin (foto: dok.pribadi)
Selamat ulang tahun ke-40 ELC!!!

Merayakan ulangtahun tak lengkap rasanya jika tak berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan orang lain. Nah, dalam perayaan puncak ulangtahun ke-40, ELC Indonesia mengajak lebih dari 40 anak untuk tiup lilin bersama pada tanggal 1 November 2014, di Grand Indonesia. Wuiiiih seruuuu!!!

Kebetulan saya berkesempatan hadir disana. Suasana meriah sudah terasa seketika saya keluar dari lift. Saya saat itu datang bersama anak-anak. Langsung terasa antusiasme disana.

Persiapan menjelang tiup lilin (foto: Dok.ELC)

Sudah tampak puluhan anak bersama orangtua bersiap-siap sebelum pucak perayaan dimulai. Para anak yang berulangtahun itu kompak pakai baju hijau. Duuh cantik-cantik dan ganteng-ganteng deh.

Karena saya datang agak awal, maka saya mengajak anak-anak berkeliling dulu. Oh ya, sebelumnya saya mendatangi Mbak Diana di flagship store ELC di Grand Indonesia untuk konfirmasi kehadiran. Waah sudah banyak juga anak-anak yang ada disana. Anak-anak saya juga langsung donk lirik lirik sana sini, lihat mainan keren.

Sandya, Aylaa dan Nenek ikut menikmati seru acaranya ultah ELC (dok.pribadi)
Tidak lama kemudian, acara dimulai. Tapi, sepertinya karena antusiasme orangtua dan anak untuk ikut merayakan ultah bersama ELC, rencana hanya mengajakan 40 anak tiup lilin, jadi bertambah deh. Soalnya seru sih!

Tiap anak diberi satu cup cake dengan satu lilin diatasnya. Setelah masing-masing lilin dinyalakan, mulai deh semua bernyanyi. Namanya anak-anak reaksinya lucu-lucu, ada yang sudah tiup lilin duluan, ada yang colek-colek kuenya. Tapi saya menangkap reaksi seorang anak yang tampak khusyu sambil memejamkan mata di depan cupcake dengan lilin yang sudah dinyalakan, sepertinya sih sedang berdoa. Good boy :)

 Marketing Manager ELC Indonesia, Abi Shihab dan VP ELC Indonesia, Lina Paulina semangat meniup lilin (foto: Dok.ELC)
Ayooo donk Om Abi dan Tante Lina dimulai tiup lilinnya, sudah banyak yang gak sabaran nih :D

Akhirnya ditemani dengan boneka  Edward, Om Abi dan Tante Lina meniup lilin kue ultah ELC yang berwarna kuning hijau yang tampak lezat.

Satu dua tiga...hup hup hup! Horeeee...semua anak ikut tiup lilin :) Selamat ulangtahun ELC, selamat ulangtahun anak-anak. Semoga semakin lebih baik di masa depan nanti. Aamiin.

Senangnya ultah dapet hadiah banyak dari ELC (foto: Dok.ELC)
Setiap anak tampak senang, sebab masing-masing mendapatkan boneka Edward dan hadiah dari ELC. Tuh lihat kan, tampak seorang anak laki-laki yang senyumnya manis sekali sambil menggendong Edward dan hadiahnya.

Untuk yang hadir, ELC juga menyediakan es krim, cotton candy dan pop corn untuk dinikmati. Ada juga photobooth bersama Edward yang superrr besar. Sayang sekali, saya tidak sempat foto disana, sebab penuh sekali orang-orang yang datang diacara.

Oh ya, untuk yang penasaran tentang mainan ELC, sekarang di Indonesia, sudah ada 29 toko ELC yang tersebar di 6 kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Bali dan Makasar. Hingga 2025 nanti, rencananya ELC akan terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia dengan membuka hingga 150 toko, ke kota-kota lain seperti Manado, Palembang, Solo dll.

Info lengkap mengenai toko ELC terdekat, produk ataupun ingin belanja online, bisa kunjungi www.elc.co.id. yaa.

Sekali lagi, saya ingin mengucapkan selamat ulangtahun ke-40 untuk ELC. Semoga semakin banyak anak-anak yang memperoleh manfaat dari mainan-mainan berkualitas dan edukatif dari ELC.

Ditunggu acara serunya lagi yaa :)

*Tulisan mengenai kriteria mainan ELC dapat dibaca di "Bicara tentang 4 Kriteria Mainan Jelang 40 Tahun ELC"

Seru merayakan ulang tahun bareng ELC. Tahun depan lagi yaa ^^ (foto: Dok.ELC)

Friday, 21 November 2014

Cipika Store untuk Beli Kremes Ayam, Oleh-oleh Favorit dan Banyak Lagi

Tampilan situs web Cipika yang "enak" dipandang ^^ (screenshot Cipika)
“Bu, kok belum beli kremes ayam lagi sih?” tanya suami saya.

“Iya, belum sempet nitip, Yah,” jawab saya.

Suami saya itu tergolong jenis orang yang seneng makan dicampur dengan kering-keringan, seperti kering kentang dan kremes ayam itu.

Beberapa bulan lalu, menjelang bulan puasa, saya membeli kremes ayam asal Solo pada seorang teman. Suami saya seneng banget! Makan sahurnya jadi lumayan semangat, meskipun merem-merem ngantuk.

Nah, beberapa hari lalu, kok ya dia bertanya lagi tentang kremes ayam tersebut. Wah, itu kan saya beli karena ada temen yang dititipin, kalau sekarang bagaimana belinya donk :(

Ahaa! Bagaikan teori mestakung alias semesta mendukung, pada acara Qfunblogging yang saya ikuti kemarin, kok ya salah satu situs web yang diperkenalkan adalah Cipika.co.id yang didukung penuh oleh PT Indosat Tbk.

Loh memang apa hubungannya kremes ayam dan Cipika.co.id?

Cipika.co.id adalah toko online makanan, fashion dan produk Indonesia. Ya, termasuk kremes ayam itu tadi hehehe

Selain kremes ayam favorit suami saya, ada banyak sekali. Mulai dari keripik singkong Karuhun dari Bandung, pancake durian dari Medan, Etnic Lombok Coffee dari Lombok, Kluppertart dari Binjai, Pempek Mang Din dari Palembang, Sambel Ny Tan dari Denpasar hingga Bolu Meranti yang senantiasa dinanti dari Medan, dll.  Gambar-gambar menggiurkan yang dapat seketika menguras isi atm suami saya *uups*

Sepertinya saya tidak kuasa untuk lebih banyak mencari tahu tentang makanan yang dijual di Cipika.co.id hehehe. Semakin banyak dilihat, semakin saya lupa tujuan awal “hanya” mencari kremes ayam ;)

Baiklah, mulai fokus!

Untuk mempermudah pengunjung menyortir jenis barang yang dicari, ada tiga kategori yang dapat dipilih yaitu Kota, Produk Unggulan dan Harga.

Karena saya tahu kremes ayam berasal dari Solo,  maka di bagian kanan atas yang tertulis KOTA, kemudian saya klik dan muncul nama beberapa kota. Saya klik Solo. Dan muncullah dua pilihan gambar, kremes ayam Malioboro dan Abon ayam kremes Malioboro. Saya pilih yang mana? Hehe yang paling murah doonk :D

Kremes ayam favorit (screenshot Cipika)
Loh gimana cara belinya ini? Barang yang saya cari sudah dapet. Trus gimana lagi?

Untunglah saya orangnya ramah dan tidak sombong, serta rajin coba-coba. Jadilah, saya klik di bagian atas paling kanan Cipika.co.id. Disana ada tulisan “Masuk” dan dibawahnya “Daftar”. Karena saya tidak bisa masuk sebelum daftar, jadi ya daftar dulu donk hehehe.

Daftar di Cipika gampang kok (screenshot Cipika)
Gampang kok, tinggal isi alamat email, password, konfirmasi password dan mengisi kolom captcha. Lalu tinggal menunggu email konfirmasi dari Cipika, log in kembali ke situs web Cipika. Sudah deh sah jadi anggota Cipika.co.id ^^

Konfirmasi pemesanan di Cipika (screenshot Cipika)
Saya kembali ke halaman Kremes Ayam Malioboro, lalu klik tombol oranye "Beli Produk Ini". Setelah itu, otomatis "Troli Belanja" yang ada di kanan atas berubah dari 0 menjadi 1. Saya klik deh. Disana, saya ditanya untuk alamat pengiriman dan cara pembayaran untuk konfirmasi pemesanan. Saya isi deh dengan jawaban sejujur-jujurnya, hehehe :)


Kemudian, setelah selesai, saya menerima lagi email konfirmasi pemesanan sekaligus rekening yang sudah saya pilih untuk transfer pembayaran melalui atm. Selain itu pembayaran dapat digunakan melalui DompetKu dan Mandiri Click pay yang langsung dilakukan setelah check out dari keranjang belanja di Cipika.co.id

Saat itu saya pesan sekitar jam 8.20 pagi, dan pembayaran harus sudah dikonfirmasi sekitar jam 12.20 siang. Memang untuk pembayaran melalui transfer atma ada jangka waktu sekitar 4 jam saja sejak diterbitkan invoice. Iya sih, tepat dengan jam makan siang, tapi mungkin kalau permintaan saya sebagi pelanggan sih, waktunya agak dilonggarkan sedikit lagi agar lebih leluasa gitu.

Konfirmasi pembayaran Cipika (screenshot Cipika)
Setelah membayar. Saya kembali log in ke Cipika.co.id dan mengklik akun saya yang ditandai dengan alamat email di kanan atas. Kemudian masuk ke Member, dan saya klik "confirm payment" alias konfirmasi pembayaran. Kemudian, akan muncul nomor invoice yang harus diisi. Setelah itu, saya harus mengisi no rekening, nama pemilik rekening, jumlah pembayaran. Dan selesaiiiii!

Setelah itu, saya kembali menerima email konfirmasi pembayaran dari Cipika.co.id dan tinggal duduk manis dan menunggu kiriman dari Cipika.co.id deh :) Sebagaimana slogannya, "Cipika Store, Semuanya Menjadi Mudah".

Hmm..enaknya beli apa lagi ya di Cipika.co.id ^^

Thursday, 20 November 2014

Desember

Menjelang Desember, senantiasa membuat hati saya tak karuan.

Bukan, sama sekali bukan karena kebingungan liburan tahun baru ataupun galau karena target tahunan masih jauuuh.
Sandya bareng Ibu (dok.pribadi)
Tapi, bulan Desember berarti anak saya, Sandya harus cek tahunan ke RS Harapan Kita.

Masih segar di ingatan saya, tanggal 28 Desember 2011, mengantar Sandya ke ruang operasi. Sandya mengalami penyakit jantung bawaan (PJB) jenis TGA atau Transposition of Great Arteries yang kondisinya membuat ia harus segera di operasi. Paling lambat dalam usia 2 bulan.

Setelah berbagai upaya dan drama yang mengiringi, operasi itu berhasil dilakukan tepat usia Sandya satu bulan setelah lahir tanggal 28 November 2011.

Percayalah, saat itu rasanya sudah habis air mata saya, lutut lemas ketika Sandya harus saya serahkan ke tangan perawat yang akan membawanya ke ruang operasi. Sebab, sebelumnya dokter sudah mengatakan, operasi ini bukan sesuatu yang ringan.

Bahkan, ada beberapa kasus gagal. Tidak, saya tidak berani marah pada dokter2 hebat yang mengatakan hal2 buruk sebelum operasi. Saya tahu mereka hanya mencoba menyiapkan mental orangtua untuk bersiap menghadapi hal terburuk.

Gaya andalan Sandya saat difoto (dok.pribadi)
Saat menulis ini, hampir tiga tahun kemudian setelah operasi, percayalah saya masih menitikkan air mata. Masih terasa perihnya di hati ini.

Alhamdulillah operasi yang berlangsung sekitar 8 jam, mulai dari pukul 8 pagi hingga 4 sore itu berjalan lancar. Jangan juga ditanya perasaan saya ketika menunggu 8 jam tersebut. Tidak ada yang saya lakukan, selain berdoa kepada Maha Pemilik Semesta, Allah SWT,

Beberapa hari setelah operasi, yaitu pada malam tahun baru 2012, saya dan suami beserta para orangtua lain duduk di beranda di RS Harapan Kita sambil mendengarkan petasan dan melihat kembang api. Kami harus terus berada disana karena anak-anak kami masih berada di ruang ICU, yang tidak boleh ditunggui orangtua, namun harus terus siaga jika diperlukan. Jadi tiap kali ada nama anak yang dipanggil, mulailah hati saya deg2an. Kabar baik atau sebaliknya? Ah sepertinya tak perlu lagi saya gambarkan perasaan saya.

Alhamdulillah, Sandya dapat pulang ke rumah sekitar tiga minggu setelah operasi. Cek up dilakukan sekitar seminggu kemudian, lalu satu bulan kemudian. Berkat doa semua keluarga besar, teman, rekan dan semuanya, Alhamdulillah kondisi Sandya bisa cepat pulih. Cek up terus dilakukan secara berkala. Terakhir, pada bulan Desember 2013 lalu. Alhamdulillah semua bagus.

Sandya bareng Ayah waktu naik kereta (dok.pribadi)
Sekilas Sandya tidak berbeda dengan anak-anak lain. Sangat lincah, bawel dan tidak mau diam seperti anak 3 tahun pada umumnya. Hanya saja saat dadanya terbuka, barulah tampak bekas jahitan operasinya.

Saya dan suami berusaha tidak membedakan sikap kepada kakak Aylaa dan Sandya. Tidak ada yang lebih dibela ataupun disayang. Siapa pun yang salah, maka harus bertanggung jawab dan meminta maaf.
Fantastic four dari Jl Cemara ^_^ (dok.pribadi)
Jujur saja, saya seringkali sedih tatkala mendengar ada orangtua yang mengeluh satu kelemahan anaknya. You don't know your trully gift. Jangan mengeluh, terus berusaha membantunya agar menjadi lebih baik.

Semoga hasil cek Sandya ke RS Harapan Kita pada bulan Desember mendatang lancar dan hasilnya baik, Semoga Sandya dapat menjadi anak yang beriman, sehat. panjang umur, banyak rezeki dan bahagia. Amin ya robbal alamiin.


Udoctor untuk Konsultasi Dokter Langsung Terpercaya

Tampilan situs web Udoctor.co.id (screenshot Udoctor)
Sekitar dua minggu lalu saya merasa pusing, badan yang pegal-pegal dan rasa tidak enak. Saat saya berbicang dengan rekan, saya disarankan untuk cek darah.

"Jangan-jangan kolesterol tinggi tuh," kata rekan saya.

Alhasil, pulang dari kantor, saya langsung ke salah satu apotek yang sekaligus menyediakan cek darah. Sesampainya disana, saya cek sewaktu alias cek tanpa puasa untuk kolesterol dan asam urat.
Mengapa? Sebab sebelumnya juga saya pernah melakukan cek semacam itu dan keduanya hampir menyetuh batas maksimal :(

Petugas apotek pun mengeluarkan alat yang diperlukan. Kemudian dia menjentikkan ujung alat yang tajam seperti jarum ke ujung jari saya hingga keluar darah. Saya sih merem, suka ngeri lihat yang begitu hehehe.

Yang pertama keluar hasilnya adalah kolesterol sekitar dibawah ambang batas 200 yaitu 180.

"Normal kok bu," kata petugas perempuan berjilbab itu.

Kemudian, dari ujung jari saya yang masih mengeluarkan darah, dia mengambil sedikit sampel lagi untuk diukur pada alat pengukur asam urat.  Loh kok lama ya? Ternyata, hasil pengukuran asam urat saya agak tinggi yaitu 9,6 dari ambang batas 6 :((

"Pantas saja pegal-pegal bu, asam uratnya tinggi," ujar petugas apotek itu lagi.

Jujur saja, saya tidak menyangka asam urat saya setinggi itu. Apalagi, saya merasa sudah (berusaha) menerapkan pola makan sehat atau meminimalisir stres. Hanya saja, memang masih kurang dari sisi olahraga *ngaku iya ngaku, males bangun buat lari pagi*

Saya sempat diberi saran untuk mengonsumsi obat penurun asam urat, tapi nanti saja lah, saya pikir-pikir dulu. Apalagi, tanpa saran dokter, saya kok gak yakin ya.

Situs web Udoctor bisa diakses dimana dan kapan saja (screenshot Udoctor)
Beberapa hari lalu, melalui sebuah acara blogger, saya diperkenalkan mengenai situs web kesehatan dari PT Telkom Indonesia yaitu Udoctor.co.id Wah kebetulan nih. Memang sih sudah banyak sekali situs web tentang kesehatan, tapi situs web ini memancing penasaran saya tentang apa saja sih kelebihannya. Maka saya pun mencoba berkenalan donk, sebagaimana pepatah "tak kenal maka tak sayang" hehehe

Ok, mari mengupas situs web ini :
  • Setelah saya sampai ke situs web Udoctor.co.id maka langsung disuguhi laman berwarna dasar putih dengan beberapa cover photo yang berganti-ganti yang menginformasikan tentang web itu lebih lanjut.
  • Di sisi kanan bawah, muncul kotak LiveChat Udoctor. Jika ingin bertanya saat itu juga, bisa langsung isi kolom nama dan email, langsung bisa memulai percakapan deh. Nah percakapannya dengan siapa? Yang pasti dengan dokter donk. 
  • Saya mulai scrolling ke bawah, ada beberapa aplikasi seperti cek gejala penyakit, personal healthcare, dokter jaga, informasi kesehatan, tips dan gaya hidup sehat, dokter praktek, medical record, social media dan sharing pengalaman. Ada tiga aplikasi lain yang belum diaktifkan direktori kesehatan, toko online dan dokter keluarga (kapitas). Meski demikian, sudah tergolong cukup mengakomodir.
  • Kalau sudah begitu, scroll lagi ke atas, dibagian kanan ada login dan langsung dapat diisi login form untuk memperoleh manfaat yang disebutkan diatas tadi. Kalau masih penasaran, sebelum login, dibagian atas ada kok keterangan di kanal "Benefit" atau kalau perlu informasi lebih lanjut, ada di kanal  "Kontak kami" atau "Bantuan". 
  • Saat saya mendaftar dan sudah memiliki akun di Udoctor.co.id dan ternyata banyak yang bisa dilakukan disana. Selain ada konsultasi medis, catatan kesehatan, aplikasi seperti artikel kesehatan dan cek gejala penyakit, disana juga kita bisa membuat grup ataupun berinteraksi dengan anggota lain. Untuk konsultasi juga ada pilihan, dokter jaga atau dokter praktek, sekaligus ada appointment yang akan mengingatkan jika kita memiliki janji konsultasi dengan dokter praktek. 
Pendapat saya sih, sepertinya untuk fasilitas dan aplikasinya sudah cukup lengkap deh :) Sekarang saatnya mencoba! 

Konsultasi saya dengan Dr Rizky (screenshot Udoctor)

Nah sebagai seseorang yang punya masalah kesehatan seperti yang diatas tadi, saya pun berinisiatif bertanya donk. Menggunakan fitur Livechat Udoctor, kebetulan saat itu yang sedang bertugas adalah Dr Rizky Amelia. Hmmm memang tidak terlalu cepat sih di jawab, ada jeda beberapa waktu kemarin saat saya mencoba. Mungkin dokter sedang melakukan aktivitas penting saat itu.

Tapi, pertanyaan saya dijawab dengan jelas. Ya seperti disebutkan diatas. Dengan asam urat sekitar 9,6 sepertinya saya memang harus menyerah dengan minum obat sebagaimana yang disarankan Dr Rizky. Beliau juga mewanti-wanti saya untuk mengonsumsi obat tidak lebih dari 2 minggu, sebab jika demikian, harus melalui pengawasan dokter. Selain itu juga, saya disarankan untuk menyesuaikan pola makan. Ok deh, siap dok!


Artikel asam urat (screenshot Udoctor)
Lalu makanan apa saja yang harus saya hindari? Gampang kok, kan ada aplikasi informasi kesehatan, berupa artikel-artikel yang lengkap terpercaya. Untuk asam urat yang saya hadapi, saya menemukan dua artikel diatas, yaitu Diet Tepat Penderita Asam Urat dan Mencegah Asam Urat. Cukup lengkap karena memang langsung ditulis oleh dokter dan ada artikel dalam bentuk PDF yang dapat didownload untuk lebih jelasnya. Keren ah!

Info media sosial Udoctor (screenshot Udoctor)
Hari gini tanpa interaksi media sosial sepertinya gak lengkap ya? Nah pertanyaan juga bisa diajukan di Facebook Udoctor Indonesia atau Twitter UdoctorID

Hanya saja, pertanyaan dan jawaban di dua media sosial ini memang memang tidak ada privasi. Jadi ya bisa dibaca semua anggota fanpage, follower, ataupun orang yang mengunjungi laman tersebut. Ya kira-kira saja, apabila pertanyaan sekiranya tidak membutuhkan privasi, ya silakan saja gunakan media sosial. Tapi, jika sekiranya pertanyaan itu tidak untuk konsumsi umum, langsung saja kunjungi situs web Udoctor.co.id. Gak repot juga kok :)


Akun Facebook Udoctor Indonesia (screenshot Udoctor)
Kalau masih kurang jelas, bisa kok scroll lagi ke bagian bawah situs web Udoctor.co.id disana ada keterangan tentang Udoctor, Cara penggunaan, Ketentuan penggunaan khusus dan halaman topik khusus.

Nah kalau tanpa login sebagai anggota, kita hanya terbatas konsultasi di situs web Udoctor.co.id hanya melalui chatting, maka dengan menjadi anggota dapat konsultasi melalui Message, Chatting, Voice Call dan Video Call. Tuuh lengkap banget kaaaan :)

Informasi lengkap Udoctor (screenshot Udoctor)
Tapi, saran saya sih, lebih baik langsung jadi anggota dan banyak-banyak berinteraksi langsung di situs web Udoctor.co.id ataupun share artikel menarik di media sosial milik kita. Soalnya disana berlaku poin reward. trus poin itu nantinya bisa ditukar dengan berbagai macam hadiah menarik. Mulai dari gadget, rice cooker, blender, payung, jam tangan, payung, thumbler, flash disk, bantal lucu dan lain-lain. Semakin banyak poin terkumpul, berarti semakin besar peluang mendapatkan hadiah yang diinginkan.


Kumpulin poin biar dapat hadiahnya (screenshot Udoctor)
Hmm sip banget gak tuh, manfaatnya mulai dari konsultasi kesehatan, artikel bermanfaat sampai hadiah. Jadi siapa yang mau atau mau banget?

Thursday, 13 November 2014

Memanfaatkan Momen Marah, Memang Bisa?

Wajah bete saya, satu tingkat dibawah marah :D (dok.pribadi)
Siapa yang tak pernah marah? Hmm rasanya hampir semua orang pernah merasakan emosi yang bernama marah.

Bisa dibilang salah satu alasan bayi menangis, lantaran marah. Saat popoknya basah dan tidak ada yang mengganti dan membuatnya tidak nyaman, hal itu membuatnya marah dan menangis sebagai ekspresi yang mampu ia lakukan. Marah seperti itu bisa dibilang sebagai marah yang positif.

Tapi, seiring umur dan kemampuan seseorang, kadang marah menjadi tak terkendali.

Marah yang dicampur dengan berbagai emosi lain seperti dendam, cemburu bisa menjadi tak terkendali yang memicu tindakan-tindakan yang sangat bisa merugikan penderita termasuk orang-orang di sekitarnya. Sering saya temukan dalam surat kabar berbagai kasus pembunuhan berlatar kemarahan dicampur cemburu, atau kasus penculikan lantaran marah yang terpendam, juga ada kasus penganiayaan anak oleh orangtua yang marah.

Syereeem ya kalau baca atau menonton kasus-kasus seperti itu. Biasanya saya juga membaca kasus yang seremnya tidak keterlaluan ataupun kasus yang memang sedang banyak dibicarakan, biar gak kudet alias kurang update gitu hehehe.

Nah, sekarang apa hubungannya dengan marah sih?

Begini beberapa waktu lalu saya sempat merasakan marah, namun berakhir membawa manfaat hehehe. Ceritanya, suami saya yang baru bulan lalu berangkat seminggu untuk tugas ke luar negeri, maka bulan berikutnya ada acara outing selama akhir pekan ke Bali. Huuuukssss..iya ngaku, saya bete, ngiri dan sebagainya.

Bayangan anak-anak yang susah tidur, rewel dan sebagainya yang harus saya tangani sendiri selama akhir pekan, tidak membuat mood saya semakin baik. Akhirnya, meledaklah amarah saya! Hahaha saya terima kalau dibilang lebay, tapi ya memang gitu sih perasaan saya.

Namun, selagi saya ngoceh, eeh ngomel dink, saya berusaha menahan diri sembari memutar otak bagaimana agar akhir pekan saya tetap menyenangkan.

Ahaaaa...saya teringat sebuah undangan untuk blogger di hari Sabtu dari produsen mainan di pusat kota Jakarta. Dan, bagaikan menemukan kepingan puzzle, saya juga teringat permintaan anak sulung saya yang ingin berenang.

Hmmm ditengah marah2, suami saya jadi bingung ketika saya tiba-tiba ngeloyor pergi dan menghidupkan laptop sambil mencari hotel yang ada kolam renang untuk anak di pusat kota.

Got the idea? Ya daripada saya bengong sama anak2 di rumah yang bolak balik nanya ayahnya kemana dan kapan pulangnya, maka saya kemudian mengajak anak2 untuk menginap di hotel di pusat kota Jakarta, sekaligus mengajak mereka ke acara blogger dan tentunya, berenang sesuka hati di hotel.

Hehehe intinya semua bersenang-senang. Kecuali, suami saya yang sedikit bengong dan kaget, terutama ketika melihat tagihan kartu kredit untuk pembayaran hotel yang saya pesan :D

Jadi, marah itu juga bisa berguna loh, asal tidak berlebihan dan tidak membiarkan pemikiran logis kita hilang. Setujuuu?










Wednesday, 29 October 2014

Silaturahmi Jempol

http://www.fastcodesign.com/
Assalamu'alaikum, selamat pagi teman-teman :) Selamat beraktivitas yaa, semoga lancar.

Social media yang diterjemahkan menjadi  media sosial kini seakan jadi hal yang sulit terpisahkan dari orang-orang di zaman digital ini.

Saya termasuk salah satu diantaranya. Terus terang saja, saya sangat menikmati berinteraksi melalui media sosial untuk pribadi atau pekerjaan. Looh kok bisa?

Kalau untuk pribadi, mungkin tidak aneh lagi. Tapi untuk pekerjaan bagaimana bisa? Bukan saya tidak ngomong soal pekerjaan seperti buzzer melalui posting berbayar atau lainnya. Namun, berkaitan dengan pekerjaan saya sebagai jurnalis.

Media sosial perlu saya akui sangat membantu saya dalam mencari narasumber. Selain google, Facebook dan Twitter kerap menjadi andalan saya dalam memburu narasumber. Tapi, bukan itu juga fokus saya hari ini.

Saya ingin berbagi mengenai sebuah perkataan dari rekan saya yang saya kenal sekitar 10-11 tahun silam, dan baru bertemu di lokasi liputan beberapa bulan lalu. Saya pun langsung mencarinya di media sosial dan ketemu!

Teman saya ini, sebut saja Mas Bro sejak awal pertemanan sangat rajin memberikan jempol "like" hampir di setiap postingan saya. Sempat saya bingung, apakah dia benar-benar menyukai postingan saya tersebut atau bagaimana?

Tadi pagi, Mas Bro sempat memberi jempol lagi pada sesuatu yang saya share. Padahal, Mas Bro ini istrinya baru melahirkan, sehingga pasti sibuk lah dengan bayinya.

Karena penasaran, saya pun balas menyapanya.

Saya       : Hehe mas Bro masih rajin aja ngasi jempol, kirain udah sibuk ganti pampers 

Mas Bro : Ngasih jempol itu ibarat silaturahmi atau say hello. Ha ha ha...

Ririn        : Hihihii sippp mas 

Mas Bro : Aku gak bisa ngasih apa-apa. Hanya jempol yang bisa aku berikan, meski mereka juga gak nge-like statusku. Hi hi hi...

Aaah percakapan ini kok jadi menyadarkan saya ya. Terkadang saya juga malas komentar, bahkan sekedar memberi jempol pada posting atau update status teman. Padahal, kalau dipikir2 apa sih susahnya ya. Kan dengan begitu kita ikut menyenangkan orang lain, bahkan update status atau apapun yang di share itu dibaca, syukur2 membawa bisa membawa manfaat.

Terimakasih Mas Bro, tetap semangat ngasih jempol yaaa ^_^




Monday, 27 October 2014

Blog sebagai Saluran Ekspresi, Silaturahmi dan Jalin Koneksi

Selamat Hari Blogger Nasional, teman-teman :)

Saat mulai ngeblog, saya banyak beraktivitas di rumah. Beberapa hal kadang menyesakkan dada dan memenuhi kepala seakan tak memiliki saluran.

Saya buat blog tengah malam. Legaaaaaa...rasanya semua yang mengganjal di hati dan pikiran ini menemukan jalan keluar.

Kemudian menemukan Kumpulan Emak Blogger yang terasa searah dan seirama dengan saya. 

Tak lama, saya membaca di KEB mengenai lomba penulisan dari ASEAN Blogger. Ngeblog tematik selama 10 hari berturut-turut.  Beberapa hari terakhir, saya ngeblog dari kamar rumah sakit, lantaran anak sulung saya dirawat :(

Kabar gembiranya saya juara ke-2 dari lomba! Kaget tak terhingga. Itu melecut saya  bersemangat ngeblog.

Kopdar ke Google Indonesia sebagai 50 Finalis Srikandi Blogger 2014 dari KEB juga hal tak terlupakan. Melihat dan berbincang dengan kru Google Indonesia, terutama kopdar perdana!

Sungguh luar biasa bersama para emak Blogger, terutama saat pose foto loncat dipenuhi canda tawa dan tatapan bingung orang sekitar ^_^


Kopdar perdana di markas Google penuh acara foto yang rruarrr biaasssaaa (dok.pribadi)

Saturday, 25 October 2014

Lima Ribu Rupiah Penentu Kejujuran

Uang kembalian Rp 6 ribu (dok.pribadi)
Selamat sore, semoga akhir pekan teman-teman bersama keluarga menyenangkan yaa ^_^

Sore tadi saya mendapat pengalaman sekaligus pembelajaran tentang kejujuran yang kejadiannya tak lebih dari 2 menit.

Ceritanya, saat saya sekeluarga pulang dari pusat perbelanjaan dan kemudian harus mengisi bensin kendaraan. Selesai mengisi bensin, saya memutuskan untuk membeli minum di sebuah warung rokok yang menjual minuman dalam kemasan untuk anak saya yang dari tadi mengeluh minta minum.

Saya yang malas mengeluarkan dompet, kemudian meminta pada suami. Lalu suami saya memberikan lembaran uang Rp 10 ribu. Saya pun langsung ke warung tersebut.

Setelah tangan saya sudah menerima botol minuman yang disebutkan seharga Rp 3 ribu, mata saya melihat tempat permen. 

"Berapa permennya bang?" tanya saya.

"Tiga jadi Rp 500 bu," jawabnya. 

Saya mengangguk.

"Semua bu?" tanyanya.

"Nggak bang, Rp 1.000 aja," jawab saya sambil mengambil 6 bungkus permen.

Saat itu saya belum menaruh curiga, tapi sempat terlintas, kenapa dia bilang semua. Kalau begitu, saya harus membeli permen sebesar Rp 7.000 donk, kan banyak sekali.

Setelah itu, dia memberikan kembalian Rp 1.000 kepada saya dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya memegang uang Rp 5.000

Saya yang yakin uang saya Rp 10 ribu jadi bingung. Harusnya kan dia memberikan uang Rp 1.000 dan Rp 5.000 tersebut.

"Loh uang saya kan tadi Rp 10 ribu bang,?" tanya saya heran.

"Masa sih Bu, ini uangya Rp 5 ribu ditangan saya," ujarnya.

"Saya tadi ngasih Rp 10 ribu kok," jawab saya dengan nada yakin.

"Masa sih bu?" katanya sambil pura-pura menengok kotak uangnya.

Sumpah, saat itu saya mulai kesal lihat kelakuan abang penjual yang mencoba menipu saya itu. Akhirnya, saya tanya suami saya.

"Benar kan, tadi Ayah ngasih uang Rp 10 ribu?" tanya saya.

"Iya, uang Rp 10 ribu," jawab suami saya mantap.

Abang penjual itu pun akhirnya mengalah dan memberi saya kembalian Rp 6 ribu rupiah, mungkin karena suami saya juga sudah ikut menjawab.

Semoga saja hal itu pertama kali dilakukan abang penjual tersebut. Tapi, saya lihat dia sudah dengan sigap mengganti uang yang ada ditangan, seakan-akan itu adalah uang yang diterima dari pembeli.

Mungkin uang sebesar Rp 5 ribu bukan jumlah yang besar, tapi untuk saya nilai kejujuran jauuuuuh lebih penting.

Saya rela memberi lebih besar dari Rp 5 ribu jika memang penerimanya membutuhkan dan meminta dengan cara yang benar. Bukan dengan penjual yang mencoba menipu macam tadi!!

Sungguh saya sangat kecewa dengan penjual seperti itu. Bagaimana jika nominal yang ditipunya jauh lebih besar dari orang yang benar-benar sedang kesulitan uang dan tengah kebingungan. Sebab, ia memanfaatkan orang yang tampak kebingungan. Kalau saya, saat itu memang tampak sedang terburu-buru.

Tak heran jika kemudian ada pepatah yang menyebutkan "kejujuran sebagai mata uang yang berlaku dimanapun". Betapa Nabi Muhammad SAW kemudian dijuluki sebagai Al-Amin karena dikenal sebagai laki-laki yang penuh amanat dan kejujuran.

Saya yakin kejujuran hingga saat ini masih menjadi hal yang sangat berharga, sejak dulu dan hingga nanti.

Semoga abang penjual yang saya temui tadi memperoleh senantiasa memperoleh petunjuk, berkah dan ridho Allah SWT. Amin ya robbal alamin.









Mengapa (Tak) Perlu Mendebat Bayaran Blogger?

(Seperti) serius di depan laptop :D (dok.pribadi)
Selamat berhari Sabtu, teman-teman semuaaa!! Semoga semua dalam keadaan sehat dan bahagiaa :)

Beberapa hari kemarin seorang rekan blogger menulis mengenai bayaran untuk blogger. Ada tawaran yang dinilai tidak sesuai senilai Rp 20 ribu, namun masih ada blogger yang menerima. Berbagai alasan, perdebatan segera menyeruak di dunia maya. Ada pro-kontra dan sebagainya.

Saya pribadi baru mengenal blog sekitar tahun 2009, aktif ngeblog sekitar tahun 2012. Itu pun tidak terlalu aktif juga sih hehehe.

Saya juga belum pernah tuh menerima review berbayar, dari yang katanya puluhan ribu sampai yang jutaan begitu *ngileeerrrr*

Jadi, saya tidak merasa berkompeten untuk ikut dalam diskusi tersebut.

Yang kemudian saya ingin komentari, saya pernah tuh menerima pekerjaan editor freelance dengan pengalaman kerja sekitar 8 tahun sebagai reporter dan editor, menerima tugas untuk mengedit dan meng-upload artikel sekaligus foto (yang sebagian besar perlu saya edit) dengan harga masih dibawah yang diungkapkan rekan blogger tadi, bahkan hingga setengah harga tersebut. Memang totalnya menjadi lumayan, karena saya mengedit dan meng-upload dalam jumlah ratusan.

Sekilas pekerjaan yang saya kerjakan tersebut memang tidak terlalu sulit. Tapi, sungguh membutuhkan banyak waktu, konsentrasi dan koneksi internet yang lumayan panjang. Sehingga saya merasa bayaran tersebut tidak sesuai dan saya keberatan jika tetap dibayar sekian.

Hingga saya kemudian meminta peningkatan,yang kemudian tidak disetujui oleh klien. Akhirnya, pekerjaan saya tidak diperpanjang dan saya sama sekali tidak keberatan. Mungkin mereka dapat menemukan orang lain yang dapat melakukan pekerjaan dengan lebih baik dan menerima tawaran pembayaran tersebut.

Saya juga punya pengalaman menerjemahkan beberapa buku. antara lain, buku kesehatan yang penuh dengan istilah kedokteran dalam bahasa inggris ke bahasa Indonesia, dengan satu halaman lebih dari 200 kata, per halaman dihargai belasan ribu rupiah. Sungguh bukan pekerjaan yang mudah *salam hormat untuk rekan penerjemah*

Intinya, adalah semua berdasarkan seberapa besar effort atau upaya yang kita perlu kontribusikan dalam pekerjaan tersebut.

Nah, apa hubungan dengan judul diatas ya?

Hehehe beda dengan pekerjaan yang saya lakukan sebagai freelance editor atau penerjemah dan penulis lepas, ngeblog seakan menjadi identitas pribadi saya. Saat saya tidak bekerja di kantor, ngeblog menjadi sasaran saya menumpahkan segala emosi dan perasaan pribadi.

Saat saya kembali bekerja, ngeblog masih menjadi tempat saya curhat, menulis hal-hal yang saya tidak bisa tulis dalam media saya bekerja, menjadi penghangat hati dengan berbagai komentar dari sesama blogger atau siapa pun yang mampir dan membaca blog saya.

Tulisan saya di blog lebih bebas, gaya bahasa berbeda dengan tulisan-tulisan di media saya bekerja. Disini saya menjadi diri sendiri. Itulah ngeblog untuk saya.

Beberapa kali saya datang ke undangan sebagai blogger untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan blogger. Jika ada acara ataupun sponsor yang perlu ditulis setelah acara, saya tak keberatan.

Saya tidak pernah menutup kemungkinan jika ada pihak yang bersedia bekerjasama dengan saya, dengan catatan sesuai dengan kesepakatan dari dua belah pihak.

Namun, soal pembayaran memang menjadi hal yang personal dari masing-masing orang, termasuk blogger.

Mungkin ada yang menganggapi hal itu tidak sesuai dengan perlu kesepakatan dari para blogger agar tidak dinilai murahan, tapi mungkin di sisi lain ada yang menganggap hal itu sebagai bahan pembelajaran sekaligus batu loncatan sekaligus memperluas jaringan. Apalagi jika dilakukan beberapa review sekaligus sehingga nominalnya tampak lumayan.

Semua sah-sah saja menurut saya. Semua tergantung masing-masing pribadi. Apalagi tiap blogger atau penulis memiliki masing-masing niat dan motivasi terhadap tulisan dan blognya.

Namun, bukan berarti para pemberi tawaran kerja pada blogger bisa seenaknya memberi tawaran. Kan bisa bertanya sana sini, sebelum memberi penawaran. Para blogger juga harus bisa memperluas komunikasi agar bisa terbuka wawasan termasuk seperti bayaran terhadap tawaran pekerjaan, dsb.

Jadi, sudahi ah berdebatnya. Keep writing, blogging and smiling ^_^



Thursday, 23 October 2014

Mister Kacang Itu Ternyata Putra Presiden

Kaesang sesaat sebelum pelantikan Presiden Jokowi (misterkacang.blogspot.com)
Selamat siang semuanya, semoga teman-teman sehat dan bahagiaaa :)

Kemarin itu saya menemukan sebuah blog yang heboh diperbicangkaan lantaran latar belakang penulis blog itu. Ditambah lagi akun twitternya yang saya yakin followernya bertambah secara fantastis belakangan ini. Emang siapa sih dia?

Namanya tergolong unik, Kaesang Pangarep dengan akun twitter @kaesangp

Yang membuat sosok ini unik karena ia adalah putra ke-tiga atau bungsu dari Presiden RI yang baru saja dilantik, Pak Joko Widodo alias Jokowi.

Dalam blog misterkacang.blogspot.com Kaesang menceritakan pengalaman dan kejadian sehari-hari di sekitarnya, termasuk interaksi dengan para anggota keluarga. Dan juga tidak ketinggalan, bapak Kaesang yaitu Jokowi.

Tulisan terbaru Kaesang bercerita tentang persiapannya bersama keluarga menjelang pelantikan Jokowi sebagai Presiden RI pada tanggal 20 Oktober 2014 yang lalu.

Gaya tulisannya yang khas anak muda dengan gaya ceplas-ceplos seakan membawa pembaca pada sisi lain dari keluarga Jokowi, yang menarik para pembaca termasuk saya.

Bukan begitu, selama ini saya sebagai rakyat merasa disuguhkan dengan keluarga para pejabat, apalagi Presiden yang serba "wah" dan "kelas atas". Membaca tulisan polos dari Kaesang seakan menjadi pembuka mata, bahwa ternyata pejabat serta keluarganya adalah manusia biasa dalam interaksi kesehariannya.

Dalam tulisan berjudul "Tanggal 20 Oktober 2014" si mister kacang alias Kaesang dengan lugasnya menceritakan bagaimana dia rebutan kamar mandi dengan kakak sulungnya, kemudian sebelum dia sempat masuk, sang bapak sudah duluan. Saat berusaha mengetuk pintu agar si bapak cepat-cepat keluar dari kamar mandi, jawabannya serupa dengan jawaban sang kakak, hanya "yo", yang bikin dia kesal.

Yang tak kalah seru adalah Perjalanan Menuju Tanah Suci Part 4 Disini Kaesang bercerita tentang keusilannya menukar makanan miliknya dengan milik bapaknya di pesawat, lantaran ia mendapat pesanan yang salah. Tapi, ujung-ujungnya dia ketahuan oleh bapaknya dan sakit perut :D

Gaya tulisan Kaesang sekilas mengingatkan pada seorang penulis muda yang kini sudah merambah dunia film. Namun, tetap saja, setiap penulis punya ciri khas masing-masing.

Ada komentar nyinyir di Facebook mengenai hal ini terkait dengan upaya PR dan marketing dari pak Jokowi demi merangkul anak muda.

Tapi, jujur saja, sebagai penulis, saya tidak menangkap hal itu pada tulisan-tulisan Kaesang.

Mungkin saja saya salah, tapi saya melihat tulisan-tulisan mister Kacang itu tak memiliki tendensi apa-apa, selain wadah kreativitas bagi penulisnya.

Saat blognya mulai dibahas di berbagai media nasional, Kaesang sempat mem-private blog tersebut, sehingga hanya orang tertentu yang bisa membacanya. Namun, hal itu tak berlangsung lama, karena misterkacang.blogspot.com kini sudah kembali bisa dibaca khalayak dunia maya.

Saya menduga, Kaesang berkonsultasi dulu dengan pak Jokowi serta beberapa petinggi terkait dengan tulisan-tulisannya di blog, mempertimbangkan dirinya sebagai putra dari Presiden RI saat ini.

Syukurlah, jika hal itu kemudian dinilai tidak masalah, dengan dibukanya kembali blog tersebut.

Bagi saya pribadi, membaca blog tersebut cukup menyegarkan. Dan tentu saja, menjadi nilai lebih bagi saya dalam menilai putra putri Presiden RI terbaru ini.

Terus menulis ya dek Kaesang, kalau perlu, banyak kok tante-tante yang siap membantu ^_^










Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...