Pages

Thursday, 31 October 2013

Notebook Acer Slim Super Enteng, Mobilitas dan Online Emak Makin Mentereng

Acer Aspire E1-432 yang super enteng untuk ditenteng (sumber gambar: acerid.com)

Jika dulu pekerjaan elit dan eksklusif berarti berangkat pagi-pagi ke kantor dengan pakaian ala aksekutif muda. Kantor juga bukan kantor sembarangan, harus di perbankan atau perusahaan multinasional. Tapi, itu duluuu. Sekarang dunia tak selebar daun kelor, eh maksudnya banyak yang berubah dalam dunia karir.

Eiiitss, sebentar. Saya terlebih dahulu mau mengucapkan terimakasih lagi untuk para emak di Kumpulan Emak Blogger. Meski belum pernah bertemu muka, tapi rasa hangat dan kekeluargaannya sangat terasa. Sehingga mengikuti kompetisi blog terasa bagaikan ajang silaturahmi yang penuh dengan saling dukung.

Saat ini adalah minggu kedua lomba menulis yang diadakan Kumpulan Emak Blogger (KEB) bersama dengan Acer Indonesia, yang baru saja mengeluarkan produk terbarunya:  Acer Aspire E1 Slim Series, yang didukung oleh  prosesor Intel®. Mulai dari Intel® Celeron® dan Core™ i3, dan 30% Lebih Tipis.

Berikut tema untuk minggu kedua yang diberikan :

“Tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya, bikin mobile & online Emak makin praktis”

Terus apa hubungannya bahasan awal saya mengenai dunia karir dengan tema yang diminta untuk minggu kedua ini? Maksudnya, hari gini yang artinya kerja itu tidak lagi terbatas berangkat kerja pagi, pulang sore ke kantor. Loh maksudnya? Berbagai profesi yang berkembang di Indonesia di dunia karir, membuat pekerjaan tidak lagi terbatas pada tipikal bekerja seperti diatas.

Saya ambil contoh, salah satu pekerjaan yang berkenaan dengan dunia digital, web dan yang terkait didalamnyaa. Kini ada pekerjaan yang namanya web developer dan programmer, web designer, Ahli SEO alias search engine optimization, kemudian juga ada copy writer dan penulis web. Para pekerja ini bisa dibilang tidak memiliki jam kerja tetap, sebab internet dapat diakses 24 jam. Sebagian pekerja masih dibatasi dengan jam kantor, namun saat ini banyak juga yang memilih bekerja dari luar kantor karena hal itu memungkinkan.

Salah seorang sepupu saya adalah seorang web developer. Sebagian besar kliennya berasal dari luar negeri dengan kontrak ratusan hingga ribuan dolar setiap bulan. Namun, jangan menyalahartikan, ia berangkat ke kantor elit di kawasan perkantoran utama di Ibukota. Untuk melakukan pekerjaannya setiap hari ia cukup bersandal jepit dan berkaos oblong dengan celana pendek. Kok bisa? Sebab ia mengerjakan segala sesuatunya secara online di ruangan kerja di rumahnya sendiri.

Ada lagi, seseorang yang pernah bekerjasama dengan saya. Usianya pun lebih muda. Hanya saja ia sudah berhasil menjadi seorang CEO dari sebuah perusahaan yang didirikannya yang fokus terhadap pengembangan tema khusus web untuk e-commerce. Untuk mendukung pekerjaannya, ia merekrut beberapa web developer, designer serta copy writer yang mampu berbahasa Inggris karena tujuannya pasar internasional. Pekerja inti menetap di rumah sewa dalam satu kota. Sisanya, para pekerja dari luar kota yang berhubungan secara online. Tapi, terkadang mereka memilih kerja di sebuah kafe dengan koneksi wi-fi.

Nah, dari dua contoh tersebut diatas. Ada beberapa hal yang ingin saya garisbawahi. Pertama, pekerjaan kini tak lagi dibatasi konotasi tertentu seperti harus berangkat ke kantor. Kedua, usia kini tak lagi jadi patokan bahwa yang tua lebih berpengalaman di banding yang muda. Sebab, pada praktiknya, para tenaga-tenaga muda itu seringkali lebih mampu menyerap dengan mudah dan berkemampuan lebih baik di bidang teknologi dibandingkan yang usianya lebih tua.


Salah satu sudut favorit saya saat bosan bekerja di dalam rumah dengan Acer Aspire One andalan (dok.pribadi)
Poin ketiga adalah pekerjaan kini tak lagi terbatas ruang dan waktu. Maksud saya, pekerjaan saat ini tidak harus dilakukan di ruang kantor, atau bahkan tidak membutuhkan ruang yang dibatasi dinding. Maksudnya, kerja saat ini bisa dilakukan bermodal notebook ataupun netbook di taman, lapangan terbuka ataupun halaman luar kafe yang menyediakan wi-fi.

Nah, disinilah mengapa notebook yang ringan seperti Acer E1 Sllim series sangat berpengaruh buat kerjaan. Lah trus apa hubungannya sama emak2? Weittss..jangan salah, emak2 sekarang biar gape ngurus anak dan kerjaan rumah tangga, bukan berarti gaptek alias gagap teknologi doonk. Apalagi dengan koneksi internet yang semakin mudah dan harga terjangkau (penting banget!), emak2 makin eksis di dunia maya. Mau contoh, lirik deh emak2 kece binti keren dari Kumpulan Emak Blogger ..uhuuks :D

Trus..trus gimana tuh notebook bisa bikin mobilitas dan online emak makin bersinar? Gini loh, misalnya nih ya, saya kan emak2 juga seorang penulis dan penerjemah freelance yang kadang membutuhkan mobilitas dan kegiatan online di perjalanan, trus kalo nenteng Acer Aspire E1-432 *ngimpi dulu aja deh* maka aktivitas saya makin mudah. Sebab saya tidak lagi dibebani notebook lama yang berat, ataupun mikir bawa netbook beserta beberapa alat tambahan, seperti memori ataupun pemutar DVD eksternal, sebagaimana kisah saya sebelumnya "Notebook Tipis dengan Harga Realistis, Bikin Emak Makin Eksis"

Apalagi  untuk urusan pekerjaan, Acer Aspire E1-432 menjanjikan kemudahan, misalnya memiliki tiga buah port USB, yang satu diantaranya sudah menggunakan USB 3.0 dengan transfer data 10x lipat lebih kencang dibandingkan USB 2.0. Juga terrdapat sebuah card reader yang dapat membaca memori berbasis SD Card dan MMC yang biasa digunakan pada kamera.

Gak hanya itu, untuk display output, Acer Aspire E1-432 dilengkapi satu buah VGA port yang berguna  untuk keperluan presentasi menggunakan proyektor, dan juga sebuah HDMI port untuk menampilkan gambar pada LCD/LED eksternal dengan ukuran dan resolusi yang lebih besar, demi pengalaman multimedia yang lebih maksimal. Acer juga menyertakan sebuah Webcam HD untuk keperluan streaming, video chatting dan lain-lain. Wah ini sih lengkap buat kerja sekaligus narsis ya mak!

Lalu untuk kebutuhan konektivitas, calon andalan saya Acer Aspire E1-432 ini menyertakan satu buah port LAN (RJ-45) yang bisa digunakan tanpa memerlukan converter apapun, serta sebuah wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n untuk berselancar ke dunia maya dengan menggunakan jaringan hotspot.


Saya juga terkadang bekerja sambil menunggu menjemput anak saya dari sekolah. Anytime anywhere deh (dok.pribadi)

Jadi, saat saya ada klien ataupun acara ketemu emak2 blogger lain, ya langsung iya aja gitu. Eh, minta ijin dulu sih sama suami dan anak2, namanya juga emak2. Nah, kalau aktivitas sudah lancar gitu, kan rejeki juga makin ngalir ya kan..ya kan? Hehehe aamiin. Belum lagi ada lomba blog yang memberi syarat tertentu, seperti posting secara serentak *eh* dengan modal notebook Acer Aspire E1-432  dan hotspot ataupun  USB modem, alamat gak bakal telat donk postingnya hihihi.

Inget nih, kalo main kelereng, jangan sambil makan cireng. Apalagi nasi goreng, Mau donk tenteng notebook super enteng, supaya rejeki makin mentereng! Yuk ah mak kita berdoa lagi, biar lebih jreng ^_^

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”

Tuesday, 29 October 2013

Masih Anak-anak Kok Operasi Usus Buntu?

Ayah dan Aylaa saat infusnya sudah dibuka dan siap-siap pulang dari rumah sakit (dok.pribadi)

Pada awal bulan Oktober lalu, anak sulung saya, Aylaa mengeluh sakit perut. Saya coba membalurkan perutnya dengan minyak kayu putih, juga termasuk punggungnya. "Mungkin masuk angin," kata saya dalam hati mencoba menenangkan diri.

Tapi, rupanya rasa sakit itu semakin menjadi. Menjelang tengah malam, Aylaa mengerang-ngerang kesakitan. Yang kemudian berujung pada ruang UGD (Unit Gawat Darurat) pada rumah sakit langganan kami. Diagnosa sementara adalah maag, lantaran mie instan yang sempat saya berikan *hiks merasa bersalah*. Setelah sempet diomel2in dokter, kami pun pulang dengan membawa obat lambung dan penghilang nyeri.

Tapi, entah mengapa, saya kok masih setengah percaya dengan diagnosis dokter tersebut. Rasanya masih agak mengganjal. Kalau bisa dibilang, saya ini hampir mirip dengan Papa saya, yang tingkat kekhawatirannya lebih dibanding orang lain, yang seringkali disebut suami saya sih, lebay. Saya coba tepis perasaan itu.

Suami saya yang orangnya lebih santai menganggap rasa sakit yang mereda ini sudah selesai. Sehingga ketika saya mengatakan ingin membawanya ke dokter spesialis anak (DSA) yang kebetulan praktik pada hari Sabtu sore, suami sempat menolak. Tapi, saya tetap bersikeras.

Kecurigaan saya diamini oleh dokter spesialis anak yang biasa menangani anak saya sejak berusia tujuh bulan. Sebab, anak saya menunjuk perut dibagian bawah pusar bagian kanan. Sementara kalau sakit pencernaan, biasanya rasa sakit akan terasa di perut bagian kiri. DSA pun kemudian memberikan surat rujukan ke dokter bedah, yang kebetulan praktiknya pada hari Senin. Kami pun pulang.

Tengah malam, Aylaa kembali mengeluh sakit. Seluruh badannya dipenuhi keringat dingin karena menahan sakit. Kami pun kembali ke UGD. Kali ini karena ada diagnosis sementara dari DSA sebagai sakit usus buntu, Aylaa pun kemudian diputuskan untuk rawat inap. Sebenarnya saya pun tidak keberatan, sebab di rumah pun, kami tidak tahu harus berbuat apa saat Aylaa merasa sakit.

Aylaa langsung diinfus di UGD dan dibawa ke ruang rawat inap, setelah suami saya selesai mengurus ke bagian administrasi. Mulailah malam pertama kami di RS.

Pada pagi harinya, dokter jaga datang dan mengatakan menurut hasil tes darah anak saya, diagnosisnya adalah typus karena memang ada virus typus yang terdeteksi. Anehnya, anak saya tidak mengalami demam.  Tapi, saya belum puas dan menunggu DSA kami..

Ketika DSA datang, dia memiliki pikiran yang sama untuk tetap meminta dokter bedah memeriksa Aylaa. Kami pun menunggu hari Senin dengan harap-harap cemas. Dokter bedah yang dalam pikiran saya adalah dokter senior yang super kaku, ternyata dokter yang masih muda dan enak diajak komunikasi. Dia terlebih dahulu bertanya pada Aylaa dimana rasa sakitnya. Aylaa kembali menunjuk perut bawah pusar bagian kanan.

Dokter kemudian meminta anak saya untuk di tes untuk memastikan radang usus buntu. Malamnya Aylaa diminta berpuasa selama 8 jam. Kemudian setelah dilakukan semacam rontgen pada perutnya, ia diminta untuk meminum sejenis cairan putih semacam susu sebanyak satu gelas. Baru boleh makan sekitar dua jam kemudian. Lalu di rontgen ulang pada sore harinya.

Waktu terasa lama saat itu, apalagi saat menunggu hasil tes. Ketika dokter bedah datang hari Selasa menyatakan Aylaa positif terkena usus buntu, saya antara lega dan deg2an. Lega karena penyakitnya sudah ketahuan, tapi juga deg2an membayangkan Aylaa harus menjalani operasi.

Dokter bedah menjelaskan berbagai kemungkinan, risiko operasi serta beberapa gambar dari operasi-operasi yang sudah dilaksanakannya. *tutup mata tp penasaran* syereeem sumpaaah!! Ada yang usus buntunya sudah pecah dan cairannya merembes kemana2 didalam perut, ada yang usus buntunya sudah lebih dari kepalan tangan, padahal normalnya usus buntuk itu tidak lebih besar dari kelingking.

Menurut dokter, Aylaa belum separah itu. Namun, usus buntu Aylaa sensitif sehingga cepat radang jika terkena pemicu. Memang Aylaa buang air besar (BAB) tidak teratur dan sering mengeluh sakit perut tanpa alasan. Mungkin juga sering menahan buang air kecil (BAK) dan BAB di sekolah. Maklum, toilet sekolah seringkali tampak menakutkan untuk anak-anak.

Masih menurut dokter bedah, rasa sakit radang usus buntu pada anak-anak belum tentu di perut bagian kanan, sehingga sering tampak tidak jelas, lantaran syaraf-syaraf yang belum sempurna pertumbuhannya. Apalagi anak-anak yang belum lancar berkomunikasi. Pasien usus buntu sang dokter bedah itu pun usianya beragam mulai dari anak lima tahun, remaja hingga dewasa.

Mengutip dari jaringnews ada beberapa tanda-tanda gangguan pada usus buntu :
  1.  Rasa sakit yang dimulai di sekitar pusar dan sering juga di bagian bawah kanan perut.
  2.  Rasa sakit akan semakin terasa selama beberapa jam.
  3. Rasa sakit akan semakin timbul jika daerah perut bagian kanan bawah ditekan dan kemudian tekanan dengan cepat dilepaskan.
  4. Nyeri yang memburuk ketika sedang batuk, berjalan atau melakukan gerakan lain yang mengguncang tubuh.
  5. Kehilangan nafsu makan.
  6. Mual dan muntah karena adanya hambatan pada usus.
  7. Demam.
  8. Sembelit
  9. Ketidakmampuan untuk membuang gas.
  10. Diare
  11. Perut yang terlihat membengkak

Kondisi Aylaa sendiri disebut dokter sebagai radang usus buntu yang kronis alias kambuhan. Saya jadi ingat, Aylaa terkadang mengeluh sakit perut saat berjalan agak jauh, seringkali mual saat naik kendaraan. Selain itu, air seninya seringkali berbau menyengat. Itu yang membuat saya semakin yakin agar Aylaa menjalani operasi. Meskipun beberapa teman menyarankan untuk memperoleh 2nd opinion dari dokter dan rumah sakit lain.

Alhamdulillah, operasi yang dilaksanakan kemudian pada hari Kamis, berjalan lancar. Meskipun sempat diawali tangis Aylaa, lantaran saya yang duluan menangis saat mengantar ke kamar operasi :'(

Pemulihan pun berjalan cepat. Pada keesokan hari, Aylaa sudah bisa berjalan dan hari Sabtu sudah diperbolehkan pulang. Setelah menghabiskan waktu 7 hari di RS, berbagai kebiasaan di rumah pun serasa jadi sangat menyenangkan. Ini juga saya tulis dalam tulisan Rutinitas itu (Ternyata) Patut Dinikmati

Sayangnya, tak sampai dua minggu, Aylaa harus kembali rawat inap di RS yang sama. Tidak berkaitan dengan operasi usus buntunya, namun kali ini karena typhus. Muntah2 berat sepanjang pagi, membuat dokter memutuskan untuk rawat inap karena dikhawatirkan dehidrasi. Kami pun kembali menginap di RS. Kali ini lima hari.

Hari senin kemarin, Aylaa baru masuk sekolah lagi. Hampir tiga minggu tidak masuk sekolah, banyak pelajaran yang tertinggal. Tapi, tak apa lah. Saya sendiri tidak terlalu mempermasalahkan jika nilainya agak turun. Yang penting pemulihannya berjalan lancar. Pekerjaan rumah saya saat ini adalah menjaga asupan makanan Aylaa, mengingatkannya tidak terlalu capek serta banyak memberi sayur dan buah agar pencernaannya lancar.

Hehe untuk itu, saya yang dulu jaraaang masuk dapur, kini jadi lebih sering. Pagi-pagi sudah menyiapkan untuk camilan dan makan siang yang dibawa ke sekolah. Kadang ditambah sarapan. Untuk itu, biasanya saya blogwalking ke blog temen2 yang memuat soal kuliner. Atau, tanya2 Mama soal resep. Namanya juga usaha.

Jadi kalo ditanya tentang operasi usus buntu Aylaa, kalo untuk saya bisa dibilang sebagai langkah tepat. Sekarang setiap naik kendaraan, Aylaa tidak mengeluh mual atau sakit perut. Air seninya pun tidak lagi berbau menyengat dan tidak ada keluhan sakit perut lagi, kecuali kemarin sewaktu sakit typhus.

Doakan Aylaa dan kami sekeluarga sehat selalu yaa. Aamiin. Terimakasih sudah mampir, teman ^_^










Sunday, 27 October 2013

Menyoroti Upaya Perbaikan Pelayanan PLN Bersih Melalui Sistem Keluhan Pelanggan di Media Sosial

Dukung PLN Bersih, No Suap demi Indonesia (sumber gambar: akudanpln.blogdetik.com)

Jika menyebut perusahaan penyedia listrik di Indonesia, maka secara otomatis pikiran akan tertuju pada Perusahaan Listrik Negara atau biasa dikenal PLN. Saat ini perusahaan tengah menegaskan komitmen untuk menjalankan praktek penyelenggaraan perusahaan bersih dan bebas praktek korupsi, kolusi dan nepotisme alas KKN. Upaya ini juga sekaligus menegakkan Good Corporate Governance (GCG) dan anti korupsi untuk penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat. Komitmen PLN ini kemudian diperkenalkan sebagai PLN Bersih.

Salah satu langkah yang ingin saya garisbawahi adalah upaya dari PLN memaksimalkan pelayanan PLN Bersih dengan pembuatan sistem keluhan pelanggan melalui akun media sosial yaitu Official Fans Page PT. PLN (Persero) dan Twitter dengan akun @pln_123

Bukannya saya menutup mata ataupun tak punya keluhan tentang layanan PLN tapi sepertinya sudah lebih dari cukup masukan dari tulisan di dalam BLOG teman-teman lain. Kali ini saya ingin berusaha menitikberatkan pada hal yang positif yaitu upaya perbaikan pelayanan PLN Bersih terutama mengenai usaha mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai salah satu sistem keluhan pelanggan bisa dibilang sebagai sebuah langkah yang tepat sekaligus sangat berani dari PLN

Mengapa saya sebut sebagai langkah yang tepat? Sebab media sosial atau biasa disebut jejaring sosial merupakan salah satu daya tarik pengguna internet saat ini. Media sosial atau juga sering disebut sebagai  jejaring sosial, adalah situs-situs yang memberikan fasilitas untuk orang saling berkomunikasi dengan rekan-rekan, memperluas jaringan pertemanan, ataupun hanya sekedar mengetahui keadaan / status teman atau kerabat itu, yang kemudian mengalami perkembangan yang sangat pesat dan manfaat lebih luas.

Kemudian, mengapa juga saya mengatakan bahwa langkah PLN menggunakan media sosial sebagai langkah yang sangat berani? Sebab, media sosial bisa disebut sebaga media yang terbuka secara luas yang dapat diakses untuk kalangan umum. Berbeda dengan call center atau pusat layanan melalui telepon, yang keluhan atau komentarnya hanya diketahui oleh pelapor, maka di media sosial, laporan tersebut dapat dibaca dan diketahui masyarakat luas.

Pembuatan sistem keluhan pelanggan dengan  Official Fans Page PT. PLN (Persero) dan twitter @pln_123 selain dari Contact Center 123 merupakan salah satu inisiatif yang dilakukan PLN sebagai upaya upaya melakukan tindakan pencegahan korupsi. Selain itu, ada beberapa inisiatif lain, seperti:
  • Membuat sistem pelayanan yang transparan dengan meminimalkan pertemuan tatap muka pelanggan dengan pegawai PLN.
    Contoh : layanan pasang baru, tambah daya, pasang sementara secara online melalui website http://www.pln.co.id/pbpd/index.php
  • Melakukan perubahan aturan pengadaan barang dan jasa.
  • Membangun whistler blower system bagi karyawan PLN
  • Memudahkan karyawan yang ingin menyerahkan barang terindikasi gratifikasi
  • Melakukan multi stakeholder forum (mitra PLN) dengan membuat komitmen dan deklarasi bersama untuk tidak melakukan suap dan korupsi.
Keseluruhan inisiatif tersebut berdasar pada empat pilar dari program PLN Bersih, yaitu:
  1. Partisipasi. Dari para pegawai PLN dan seluruh stakeholders dalam berkomitmen dan menjalankan dan mendukung program PLN Bersih dengan baik
  2. Integritas. Dari para pegawai dalam bekerja melayani masyarakat sangat penting artinya ntuk membangun budaya PLN Bersih
  3. Transparansi, keterbukaan informasi dan sikap responsif terhadap permintaan informasi publik sangat menentukan dan penting dalam pembangunan budaya PLN Bersih
  4. Akuntabilitas, pilar ini menuntut pegawai PLN untuk selalu responsif terhadap setiap keluhan pelanggan dan juga mendukung implementasi wishtle blower system dan program pengendalian gratifikasi.
Melalui PLN Bersih, PLN hendak menegaskan bahwa mereka membangun sistem yang baik untuk menangkal praktek korupsi dalam bentuk apapun. Komitmen kuat ini memerlukan keterlibatan dari berbagai pihak, yaitu PLN, pegawai, dan para mitra kerja PLN. Untuk itu,PLN juga meninjau kedua proses bisnis yaitu proses pengadaan dan proses pelayanan pelanggan, demi menghilangkan potensi terjadinya korupsi, kolusi, suap, pungli di kedua proses bisnis tersebut.

Memanfaatkan Facebook dan Twitter

Mari kita kembali pada pembahasan utama yaitu pembuatan sistem keluhan pelanggan media sosial PLN sebagai bagian dari empat pilar PLN Bersih. Bisa dibilang Facebook dan Twitter merupakan dua raja media sosial yang memiliki pengguna terbanyak di dunia, termasuk di Indonesia. Jika dibandingkan dengan Facebook, Twitter memang jauh lebih ringkas. Layaknya mengirim pesan singkat di telepon selular, dengan hanya bermodal 140 karakter, maka pemilik akun sudah bisa berkomunikasi.

Simbol dari Facebook dan Twitter (sumber gambar: integritymc.com)


Untuk menggunakan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter sebagai layanan call center perlu diperhatikan beberapa aspek. Menurut saya, salah satu yang penting adalah memahami kategori generasi berdasarkan tahun lahir.

Berdasar pada artikel The Next Generation dari Readersdigest.co.nz anak yang lahir pada tahun 1946-1964 termasuk dalam kategori Baby Boomers, kemudian anak yang lahir pada tahun 1965-1979 disebut dengan Generasi X. Anak-anak yang lahir pada tahun 1980 hingga tahun 1994 disebut dengan Generasi Y atau Generasi Milenium. Sementara itu, untuk anak-anak yang lahir setelah tahun 1995-2009 disebut-sebut sebagai Generasi Z.

Karakteristik dari masing-masing generasi mungkin sangat bervariasi pada setiap Negara, tergantung dari kondisi sosial dan ekonomi. Namun, secara umum ditandai oleh peningkatan dan pengenalan terhadap teknologi dan media komunikasi, serta teknologi digital.

Kemudian, apa hubungannya dengan integrasi layanan call center ke dalam media sosial dengan karakteristik generasi tersebut? Sebab, kemungkinan pelanggan terbanyak PLN saat ini adalah dua generasi yang melek teknologi, yaitu Generasi X dan Generasi Y. Sebagian besar dari dua generasi tersebut memandang teknologi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk ketika mereka memiliki keluhan terhadap suatu produk.

Bukan berarti layanan call center tradisional melalui saluran telepon terpinggirkan, sebab masih ada generasi baby boomers yang terdahulu yang lebih sulit beradaptasi dengan teknologii,  namun media sosial menjanjikan sebagai piliihan media yang tidak kalah luar biasa dalam menampung berbagai macam hal dari para pelanggan. Facebook dan Twitter kini menjadi ajang para pengguna produk untuk menyampaikan kesan mereka, terutama jika hal tersebut buruk.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Society of New Communications Research (SNCR), sebanyak 59 persen dari responden mengatakan mereka menggunakan media sosial untuk “melampiaskan” kekesalan mereka terhadap layanan konsumen. Sebuah hal yang cukup menakutkan ketika melihat bahwa 72 persen responden mengatakan menggunakan jejaring sosial untuk mencari tahu mengenai reputasi sebuah perusahaan untuk layanan konsumen sebelum membeli dan 74 persen memilih perusahaan berdasarkan pengalaman layanan konsumen yang dibagikan oleh orang lain secara online.

Berikut beberapa hasil pengamatan saya mengenai pemanfaatan dari para pemilik akun dua media sosial, Facebook dan Twitter, yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan sistem keluhan pelanggan.

Karakteristik Facebook

  • Akun facebook biasanya memuat info, foto dan berbagai hal yang pribadi, kecuali Fan Page (FP) yang biasanya digunakan perusahaan.
  •  Akun biasa langsung dapat menambah teman dengan tombol “add friend”, tapi FP menunggu tanda jempol atau “like” dari pemilik akun pribadi.
  •  Ruang yang disediakan Facebook untuk berbagi gambar, foto atau video lebih besar dibandingkan Twitter yang hanya menyediakan link, sehingga harus mengunjungi situs layanan yang menyediakan gambar, video.
  • Dari segi pelayanan, risiko Facebook lebih besar karena komentar ataupun kritik yang dipasang di wall dapat lebih mudah dibaca, dibandingkan mention dengan simbol “@” di facebook. 
 Karakteristik Twitter
  • Menggunakan tombol “Follow” untuk mengikuti suatu akun. Seseorang bisa mengikuti orang lain, tanpa orang lain tersebut mengikutinya. Berbeda dengan akun Facebook, setiap dua akun terhubung, maka setiap update akan muncul di wall masing-masing.
  •  Twitter  hanya terdiri dari 140 karakter. Penulisan harus singkat dan padat
  • Update di Twitter melalui mention “@” sehingga tidak langsung terbaca oleh orang lain, berbeda dengan update status di Facebook yang komentarnya langsung terpasang dibawahnya.
  • Dapat diteruskan atau di retweet atau “RT” oleh pengguna lain secara viral sehingga kabar di Twitter cenderung lebih cepat dibandingkan Facebook.
  • Beberapa bahasa ala Twitter seperti galau, mimin sebagai panggilan admin dari suatu layanan produk, serta tanda * untuk mewakili tindakan dari pemilik akun. Misalnya, Selamat pagi *baca keluhan yang masuk sejak tadi malam*
  • Karakteristik bahasa Twitter cenderung lebih informal.
Memaksimalkan Pelayanan
Menurut pandangan saya, ada beberapa hal yang dapat dimaksimalkan oleh para petugas yang bertugas melayani pelanggan melalui saluran Official Fans Page PT. PLN (Persero) dan twitter @pln_123 antara lain :
  1. Sebaik mungkin pahami masing-masing karakteristik dari media sosial Facebook dan Twitter, karena keduanya memiliki kebiasaan yang agak berbeda. Demikian pula bahasa yang sering digunakan. 
  2. Ekonomikata atau penggunaan kata dengan singkat dan padat, terutama pada Twitter karena keterbatasan karakter. 
  3. Memberikan pemahaman bahwa para konsumen atau pelanggan dari media sosial harus dihargai karena mereka mau memberikan umpan balik, saling membantu antarsesama pelanggan, berbagai pengalaman dan membuat rekomendasi, terutama jika mereka merasa puas.
  4. Para petugas di media sosial tidak hanya terpaku pada pelayanan, namun juga dapat memberikan informasi terkini dari perusahaan atau mempromosikan penjualan. Bahkan beberapa akun perusahaan, kerap menuliskan kata-kata motivasi di pagi hari atau kalimat sapaan kepada para konsumen.
  5.  Keseragaman penggunaan bahasa dari para petugas untuk sapaan kepada pelanggan, juga ucapan terimakasih, dan lain-lain juga sangat diperlukan.
Namun, tentu saja, diatas segalanya adalah penuntasan masalah dengan cepat dan tepat dan pelayanan penyediaan tenaga listrik yang maksimal, tentunya harus terus menjadi perhatian utama dari PLN termasuk saat ini ditengah gencarnya upaya PLN Bersih

Tak hanya menekankan dengan komitmen PLN Bersih, PLN juga seharusnya mencoba menghapuskan  stigma yang sering diplesetkan sebagai Perusahaan Lilin Negara akibat seringnya terjadi pemadaman. Mantapkan langkah bersama berbagai pihak dan masyarakat bahwa PLN benar-benar bertujuan memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh warga negara Indonesia. PLN pasti bisa!

Hadiah Spesial untuk Papa: StarkLED, Lampu LED Murah Berkualitas yang Hemat Sejak Hari Pertama

StarkLED, inovasi lampu LED terbaru dari PT Sumber Harapan Abadi (sumber gambar: stark-indonesia.com)

Jika menyebut tentang lampu maka yang pertama terbersit didalam otak saya adalah Papa. Iya, Papa yang mungkin dipanggil Bapak, Abah, Papi, Ayah, ataupun Daddy oleh orang lain.

Lampu atau penerang adalah salah satu hal penting di rumah. Sepanjang saya bisa mengingat lampu di rumah, Papa selalu menggunakan lampu yang sangat terang. Lampu pijar jarang sekali menghiasi rumah kami. Kata Papa, "Kurang terang, gak enak lihatnya". Awalnya rumah kami menggunakan lampu neon, hingga kemudian muncul lampu hemat energi.

Lokasi belanja favorit Papa adalah ke toko listrik, itu tuh toko yang menjual berbagai macam lampu dan alat-alat yang berkaitan dengan listrik. Kalau sudah disana, Papa bisa berjam-jam tanpa mempedulikan nyeri di lutut kanannya. Papa yang kini sudah berusia 73 tahun memang tak segagah dulu, meskipun semangatnya tak tampak berkurang.

Papa bukanlah tipikal Ayah sebagaimana suami saya, yang menggendong dan bermain dengan anak-anaknya. Bahkan, menurut Mama, Papa baru berani menggendong anak-anaknya setelah berumur sekitar satu tahun. Setelah saya memiliki anak, saya baru mengetahui alasan yang kemudian dilontarkan Papa. Takut salah. Takut jatuh. Iya, Papa memang selalu serba salah kalau disuruh menggendong ataupun menjaga anak bayi ataupun balita yang baru jalan.

Jangan terkecoh sama jenggotnya, Papa saya baik hati loh. Foto ketika anak sulung saya, Aylaa ultah ke-2 (sumber gambar: dok.pribadi)
Tapi, itu semua bukan berarti Papa tidak menyayangi anak-anaknya ataupun tidak suka dengan anak-anak. Memang Mama yang lebih banyak berperan merawat anak-anaknya, tapi Papa tak kalah memberi perhatian terhadap segala yang terjadi pada anaknya. Selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Jangan salah, dibalik suaranya yang keras khas orang asal Sumatera Barat dan tampangnya yang tampak galak, mungkin bawaan dari pekerjaannya dulu sebagai penegak hukum, Papa saya ini sangat sensitif. Dalam memperhatikan orang atau segala sesuatu sangat mendalam, termasuk perasaan orang lain. Terkadang kami anak-anaknya menilai Papa terlalu berlebihan. Tapi, itu semua kami yakin karena rasa sayangnya.

Berkat jenggot yang dipelihara sejak muda, Papa dipanggil dengan nama "Kakek jenggot". Tidak hanya dari anak-anak saya dan kakak-kakak, tapi juga oleh para cucu dari keponakan-keponakannyanya. Anehnya, anak-anak jarang yang takut, bahkan sering mengajak bercanda, meski baru pertama kali bertemu Papa.

Tuh kan, Papa dilendotin cucu. Foto inibersama anak ke-2 saya, Sandya dan sepupunya, Syafa (sumber gambar: dok.pribadi)
Saatnya Ganti Lampu

Kebiasaan menggunakan lampu non-pijar tersebut kemudian menular pada saya dan dua kakak saya. Ketika kemudian kami menempati rumah masing-masing. Maka lampu hemat energi yang menjadi pilihan utama kami.

Namun, kini kami bersiap untuk mengganti kembali seluruh lampu di rumah. Loh, kok bisa? Apa mau kembali ke lampur pijar atau neon? Nggak mungkin lah ya! Mau tahu kenapa? Begini nih alasannya.

Starkled adalah lamput LED pertama dengan harga ekonomis (sumber gambar: stark-indonesia.com)
Sebab, kini sudah ada lampu LED hemat pertama di Indonesia, dengan merk Stark LED yang merupakan produk terbaru dari PT Sumber Harapan Abadi, dengan tagline “StarkLED, Lampu LED murah berkualitas hematnya dari hari pertama” 

Tapi, siapa sih sebenarnya PT. Sumber Harapan Abadi, kok bisa memproduksi inovasi lampu LED semacam itu? Awalnya, PT Sumber Harapan Abadi dikenal sebagai produsen tinta suntik original dan kertas foto Dataprint yang berhasil mendulang sukses dengan produk-produk berkualitas untuk masyarakat Indonesia. Buktinya, perusahaan ini meraih gelar Top Brand 2009-2013 selama lima tahun berturut-turut. Kereeenn!

Tidak lantas berpuas diri,  PT.Sumber Harapan Abadi kemudian berinovasi dan mampu menciptakan produk  kelistrikan dengan meluncurkan kabel ekstension fleksibel yang praktis, dengan merk dagang Klik-iT. Hanya dengan satu kabel, maka colokannya bisa dipasang dimana saja, tak perlu alat bantu.

Hingga kemudian, PT.Sumber Harapan Abadi berupaya mengembangkan dan mengenalkan “StarkLED, Lampu LED murah berkualitas hematnya dari hari pertama” . Yang dapat menjadi pilihan dan solusi tepat pencahayaan, sesuai dengan motto perusahaan yaitu Terdepan, Terpercaya dan Terjangkau, PT. Sumber Harapan Abadi berkomitmen terus menghadirkan produk yang inovatif dan berkualitas untuk tetap maju bersama dengan masyarakat Indonesia.

PT Sumber Harapan Abadi terus menghadirkan inovasi terbaru untuk masyarakat Indonesia (sumber gambar: stark-indonesia.com)

Sejak tadi sudah sering disebut Stark LED lebih hemat, masa iya sih? Hehehe sebagai seorang ibu rumah tangga yang tugasnya termasuk mengelola keuangan keluarga, tentu saya sangat selektif soal yang satu ini. Terutama dengan keunggulan hemat energi dan lama pemakaian, Stark LED bisa lebih hemat sekitar 90% dari lampu pijar dan sekitar 60% dibanding lampu hemat energi. Wuuiih penting itu!

Tapi, terus kenapa disebut hemat sejak hari pertama? Sebab harga StarkLED lebih murah dibandingkan dengan lampu hemat energi pada umumnya, dengan kualitas penghematan yang sama. Hmmm..kebangetan deh kalo belum pengen ganti lampu StarkLED.

Nih didalam gambar berikut, ilustrasi penghematan biaya yang didapat untuk satu lampu dengan asumsi pemakaian 12 jam per/hari. Bayangkan bila lampu StarkLED kemudian tidak hanya digunakan untuk perumahan, namun juga pabrik ataupun lokasi komersil lainnya, bisa menghemat biaya operasional yang cukup signifikan. Apalagi tarif listrik selama beberapa tahun terakhir sering mengalami kenaikan. Setuju atau setuju banget? Hehehe saya sih setuju, pake bangeeett deh ^_^

Perbandingan biaya penggunaan lampu Stark Led, lampu hemat energi dan lampu pijar (sumber gambar: stark-indonesia.com)
Selain hemat, apalagi donk alasan kami mau berganti ke lampu StarkLED? Nah, kali ini berhubungan dengan kesehatan. Duh penting banget deh, apalagi untuk saya, ibu yang selalu berusaha melindungi anak-anak dan keluarga. Ada yang tahu gak soal merkuri sebagai bahan kimia berbahaya? Bahan ini rupanya masih sering digunakan untuk produk lampu dan listrik. Tapi, jangan khawatir. Lampu StarkLED sama sekali mengandung merkuri ataupun bahan beracun lainnya.

Selain itu, cahaya lampu StarkLED tidak panas dan tidak memancarkan sinar UV (Ultra Violet) yang berisiko merusak mata. Cahaya terang lampu StarkLED sangat bersahabat. Wah kalo buat saya, ini sih lebih dari penting, bisa jadi perhatian utama dalam memilih produk.

Berkat inovasi teknologinya, cahaya dari lampu StarkLED 3 Watt (W) sama dengan lampu hemat energi 7W. Kemudian, untuk yang 5W dan 7W, masing-masing setara dengan cahaya lampu hemat energi 11W dan 16W. Nah, gimana gak hemat tuh.

Pembeli tak perlu ragu atau khawatir akan produk lampu StarkLED, sebab setiap pembelian diberikan garansi 1 tahun. Jika dalam masa garansi tersebut terdapat masalah, maka tukarkan ke toko tempat membeli, dijamin akan diganti dengan lampu StarkLED yang baru saat itu juga.

Lampu StarkLED yang dijual terdiri dari 3W, 5W dan 7W dengan cahaya yang bersahabat (sumber gambar: stark-indonesia.com)

Jika saya selama ini dianggap tidak banyak tahu soal lampu dan listrik, maka kali ini saya ingin membuktikan kepada Papa bahwa saya sudah ada kemajuan. Hehehe maklum sebagai anak bungsu, seringkali dianggap manja, kolokan dan tidak mau tahu. Padahal sebenarnya gak gitu juga sih, hanya saja, kadang sudah ada kakak-kakak yang mengurus lebih dulu ^_^

Hadiah spesial yang ingin saya berikan, bisa jadi tampak sedikit ajaib, tapi saya tahu bahwa Papa akan senang menerimanya. Terbayang senyumnya yang akan mengembang.

Mungkin saya akan selalu menjadi gadis kecil Papa, tapi setidaknya kini lebih banyak tahu soal lampu, berkat StarkLED yang murah berkualitas yang hematnya sejak hari pertama. I love you, Papa.

Foto saya bersama Papa saat masih kecil dulu. (sumber gambar: dok.pribadi)













Thursday, 24 October 2013

Notebook Tipis dengan Harga Realistis, Bikin Emak Makin Eksis

Acer Aspire E-1-432 yang tipis tanpa buat kantung kempis (Sumber gambar: Acerid.com)
Hai teman-teman! Assalamu'alaikum. Saya mau kasih jempol dulu buat para emak di Kumpulan Emak Blogger (KEB). Emak2nya baik-baik, cantik dan tetap berpegang teguh dengan visinya, "Kami Ada untuk Berbagi". Baru kali ini saya mengikuti sebuah komunitas online yang begitu peduli satu sama lain *peluuuk*

Selain blogger, saya juga menulis dan menerjemahkan paruh waktu. Kebutuhan saya terhadap perangkat PC bisa dibilang sebagai kebutuhan utama. Maksudnya, perangkat tersebut bukan sekedar alat  iseng-iseng atau gaya-gayaan tapi sebagai alat saya untuk menulis, berekspresi, sekaligus mencari segenggam berlian *eh*

Dengan pertimbangan spesifikasi, mobiliitas serta harga, maka saat ini saya menggunakan netbook Aspire One 522. Kenapa? Sebab beberapa aktivitas saya mengharuskan saya untuk bepergian ke berbagai tempat, sehingga menggunakan notebook pada umumnya, membebani tubuh saya yang mungil ini :D

Eksis menulis dan ngeblog dengan netbook Acer Aspire One (sumber gambar: dok.pribadi)

Lagipula saya pernah punya pengalaman tidak enak membawa notebook yang lumayan berat dalam ransel saat naik kendaraan umum. Waktu itu saya naik angkot yang agak kosong menuju tempat kerja. Saya memilih di kursi ujung, terjauh dari pintu.

Kemudian, angkot berhenti dan naiklah empat orang laki-laki. Mereka duduk menyebar, salah satu di sebelah saya. Kemudian seorang laki-laki di seberang saya mulai batuk-batuk dan mengeluarkan suara layaknya orang muntah. Anehnya, ia sama sekali tidak mengeluarkan cairan dari mulutnya. jreeng..jrengg

Laki-laki yang di sebelahnya berteriak minta tissue dan minyak angin ke penumpang lain. Saya juga ikut memperhatikan, dengan terus memeluk erat ransel saya. Sebenarnya, saya belum sepenuhnya sadar itu adalah modus pencurian.

Entahlah apa alasannya, mungkin karena penumpang tidak terkecoh, tidak lama empat pria tersebut turun. Mereka juga tidak lupa membayar ongkos. Ketika mereka turun, supirnya membenarkan mereka para pencuri berkelompok dengan modus semacam itu.

Alhamdulillah, tidak ada satu pun penumpang yang kehilangan barang-barangnya, termasuk saya. Tapi setelah turun angkot dan nyambung naik bis, saya gemetaran dan rasanya lutut lemas membayangkan kemungkinan terburuk :(

Sejak itu, saya selalu waspada saat naik kendaraan umum dan berhati-hati dengan barang bawaan. Sedapat mungkin tidak menarik perhatian orang di sekitar. Memang saat itu kan kebetulan saya bawa notebook yang  lumayan berat dalam ransel. Kemungkinan para pencuri itu tahu jenis-jenis tas yang memang berisi notebook.

Ini kebiasaan saya bawa netbook Acer saat bepergian dengan tas (sumber gambar: dok.pribadi)

Lantas, saya mengganti notebook dengan netbook karena ringkas, ringan sekaligus dapat tersembunyi lebih mudah. Terkadang, saya membawanya didalam tas wanita biasa milik saya, yang tak tampak berisi netbook. Demikian pengalaman saya selama hampir tiga tahun.

Hanya saja, kapasitas memori dari netbook lebih kecil dari notebook sehingga saya harus menggunakan memori eksternal. Kesulitan juga terkadang ketika saya harus menggunakan fasilitas pemutar DVD eksternal yang terkadang cukup membebani. Sempat terpikir untuk kembali ke notebook, tapi belum ada yang memenuhi kriteria saya. Kalaupun ada, harganya bikin saya mengurungkan niat untuk membeli.

Bagaikan Alam Berkonspirasi

Kemudian, sesuatu terjadi. Sebagaimana kutipan dari Paulo Coelho, "Bila Anda menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta berkonspirasi membantu Anda untuk mencapainya." Hehehe ciyuuss...

Pada suatu hari yang cerah, saya membaca pengumuman Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia yang menggelar "30 Hari Blog Challenge". Dengan tantangan tema minggu ke-1  “Notebook Makin Tipis, Bikin Emak Makin Produktif. Tipis Itu Nggak Harus Mahal”

Penasaran banget dong, apalagi saya sedang mengidamkan kembali menggunakan notebook ringan, ringkas tapi dengan fitur lengkap. Ternyata, Acer Indonesia baru merilis produk dengan inovasi terbaru  Acer Aspire E1 Slim Series, 30 % Lebih Tipis dengan keunggulan sebagai produk notebook yang tipis dan ringan. Wah saya makin tertarik nih, sebab sekilas kok rasanya sangat sesuai dengan tuntutan mobilitas saya.

 Ini sih notebook ringan, ringkas dan lengkap idaman saya (sumber gambar: Acerid.com)

Telusur punya telusur, jika notebook tipis lain mengorbankan beberapa fitur penting maka produk terbaru Acer Aspire E1 Series tidak demikian. Nah, makin penasaran kan?

Sebagai contoh, fitur yang sering dikorbankan untuk mendapatkan dimensi yang ringkas dari sebuah notebook adalah optical drive. Tidak demikian dengan produk teranyar ini. Pada Acer Aspire E1-432  masih dibenamkan DVD-RW yang diperlukan oleh sebagian besar pengguna dan tidak ingin repot membawa DVD-RW external. Itu kan saya bangeettttt.

Meskipun tipis, Acer Aspire E1-432 tetap menggunakan monitor LED berukuran 14 inchi dengan resolusi 1366×768 px yang cukup untuk kebutuhan office basic, browsing, multimedia, bahkan tidak masalah untuk bermain game. Berkat desain khusus ketebalan notebook ini hanya 25.3 mm saja. Sehingga dimensinya 30% lebih tipis jika dibandingkan dengan notebook konvensional lain!

Tapi, yang menjadi keunggulan utama dari notebook ini adalah penggunaan prosesor Intel 4th Gen terbaru, atau dikenal dengan kode nama Haswell. Acer melengkapi notebook ini dengan prosesor Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U dengan dua inti (dual core) dan mampu berjalan pada kecepatan 1.40 GHz. Wuuzzzzzz....

Untuk saya, spesifikasi yang kemudian sangat menarik dari Acer Aspire E1-432 adalah pegggunaan RAM DDR3 sebesar 2GB yang masih bisa upgrade hingga 8GB jika dibutuhkan untuk keperluan multitasking lebih optimal *ngeces*. Media penyimpanan harddisk SATA ukuran 500GB rasanya cukup menyimpan berbagai file saya, termasuk dalam bentuk multimedia maupun game.

Acer Aspire E-1-432 cocok juga buat para gamers (sumber gambar: Acerid.com)

Yang gak kalah penting, tentunya sarana kebutuhan konektivitas. Acer Aspire E1-432 menyertakan satu buah port LAN (RJ-45) sehingga dapat digunakan tanpa converter apapun. Ditanamkan juga wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n hingga berselancar di dunia maya dapat memanfaatkan jaringan hotspot. Emak makin eksis deh!

Satu lagi soal keunggulan Acer Aspire E1-432 yang bikin hati saya terkoyak-koyak *mulai lebay deh, rin* yaitu  keyboard model chiclet  super luas dan sangat nyaman saat digunakan, bahkan untuk waktu yang lama. Emang penting ya? Jelas penting banget. Kalau saya kembali ke notebook, pengennya bisa punya keyboard luas dan nyaman seperti itu.

Trus mahal gak sih? Dengan berbagai fitur yang ditawarkan tersebut, harga notebook Acer Aspire E1-432 dibanderol Rp.4.749.000, tersedia dalam dua pilihan warna Piano Black dan Silky Silver. Menurut saya, cukup kompetitif dengan produk-produk di kelasnya. Jadi buat teman-teman yang sedang mikir ganti notebook, ini bisa jadi pertimbangan. Serius deh. Moga-moga saya bisa segera memperoleh notebook impian agar bisa lebih produktif. Aamiin *doa kenceng*

Inget mak, tetap optimis di hari Kamis, meski wajah meringis melihat dompet makin miris. Salam manis dari emak berbaju garis-garis yang ngunyah roti sosis sambil menatap gerimis, bagaikan gadis memandang jejaka berambut klimis berkumis tipis. Aiih dramatis! Yuk ah berdoa supaya dapet notebook gratis ^_^


“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”

Saturday, 19 October 2013

Manjakan Raga, Tenangkan Jiwa di Ayana Resort & Spa Bali

Pemandangan fantastis dari lokasi Ayana Resort and Spa Bali (sumber gambar: Ayanaresort.com)

Tulisan saya kali ini masih mengenai hotel blog contest yang diadakan oleh Voucherhotel yang ternyata menarik minat saya lebih jauh dibandingkan yang saya kira pada awalnya. Setelah menulis dengan tema Hotel Favoritku dalam tulisan "Hotel Mewah Bernilai Historis Vs Hotel Urban Modern di Singapura" , saya tergelitik untuk menulis tema mengenai Hotel Impianku.

Sebagai seorang ibu, mengurus rumah dan anak-anak adalah tugas utama. Namun, memiliki waktu pribadi untuk diri sendiri, yang kerennya disebut "Me Time", biasanya sangat dibutuhkan. Mengapa? Agar terhindar dari stres ataupun marah-marah berlebihan hehehe.

Nah, berbaga pilihan kegiatan banyak dilakukan para ibu-ibu. Mulai dari yang sederhana, baca buku di kamar, jalan-jalan di sekitar rumah atau window shopping ke pusat perbelanjaan. Tak jarang, "Me Time" tersebut dihabiskan berlibur ke suatu tempat ataupun ke tempat perawatan tubuh seperti spa.

Kalau saya boleh disuruh memilih tempat "Me Time" paling istimewa untuk saya pribadi dimana saja di belahan dunia, maka saya akan memilih melakukan itu semua di Ayana Resort and Spa Bali. Penasaran kan alasannya? Bayangkan segala sesuatu yang dapat diimpikan dari "Me Time" mulai dari berlibur untuk menenangkan jiwa hingga berbagai jenis perawatan tubuh guna memanjakan raga dapat dilakukan secara bersamaan disini.
Salah satu lokasi yang pasti menjadi favorit saya disana. Yakin deh. (sumber foto: Ayanaresort.com)
Pemandangan Fantastis

Lokasi Ayana Resort and Spa Bali di Jl Karang Mas Sejahtera, Jimbaran bisa dibilang sebagai salah satu yang terbaik di kawasan tersebut. Bentangan pantai tanpa batas tampak sejauh mata memandang dari penginapan yang di desain sesuai dengan kondisi alam.

Lihat saja gambar dibawah ini. Untuk saya, tempat dengan pemandangan ini bernilai sungguh luar biasa menenangkan.

Pemandangan pantai yang luar biasa (sumber foto: Ayanaresort.com)
Saya pernah membaca sebuah penelitian yang membedakan insting manusia ketika berjalan diantara gedun-gedung pencakar langit yang berbeda ketika berjalan di sekitar alam terbuka. Hasilnya, yang berjalan diantara alam terbuka turun tingkat stresnya dibandingkan yang berjalan diantara gedung. Alasan yang dikemukakan dalam studi itu, kalau tidak salah, karena gedung-gedung di alam bawah sadar manusia diidentikan dengan tuntutan, namun tidak dengan alam.

Itu mungkin yang kemudian menjadi sebab berada di alam terbuka, bahkan mungkin hanya dengan melihat ataupun membayangkan lokasi alam favorit didalam pkiran saja, dapat menenagkan. Sebab, secara instingtif, manusia menganggap alam bukan sebagai tuntutan. Hehehe semoga saya tidak terlalu sok tahu juga nih ya.

Sekarang coba tutup mata Anda. bayangkan sebuah lokasi makan di pinggir pantai, lengkap dengan pemandangan fantastis dan debur ombak saat Anda bersantap. Buka mata Anda dan lihatlah Rock Bar yang ada di Ayana Resort and Spa Bali. Menakjubkan bukan?

Rock Bar di Ayana Resort and Spa Bali yang berada di pinggir pantai dengan desain menarik
Kalau gambar diatas yaitu saat siang hari dengan deburan ombak yang lumayan keras, maka bayangkan pemandangannya saat malam hari ketika laut tenang. Untuk saya sih, dengan lokasi restoran seperti itu, apa pun makanannya akan terasa sangat nikmat. Bersantap dengan merasakan angin dan bau khas laut...hhhmmmmm *tutup mata, bayangin beneran*

Rock Bar saat malam hari dan laut tenang. Wish I was there, really. (sumber foto: Ayanaresort.com)
 Meskipun saya pada awal tulisan gembar-gembor menginginkan kunjungan ke Ayana Resort and Spa Bali untuk "Me Time" alias waktu saya untuk sendiri. Tapi, tentu saja, siapa sih yang dapat menolak jika kekasih hati datang dan mengajak makan malam di pinggir pantai seperti foto dibawah ini ^_^

Ini sih namanya makan malam superrr romantis (sumber foto: Ayanaresort.com)
 Layanan Spa Kelas Dunia 

Memang banyak lokasi penginapan yang memberikan fasilitas perawatan tubuh seperti spa, namun saya yakin sulit menyamai spa yang ditawarkan oleh Ayana Resort and Spa Bali. Berbagai macam jenis layanan spa yang unik dan pastinya menenangkan, seperti Lava Me Tender yang menggunakan lahar vulkanik alami yang pastinya jauh dari rasa panas, justu sangat nyaman.

Kemudian juga ada Amazing Jade yang menggunakan giok dengan kombinasi panas dan dingin. Perawatan spa selama 2,5 jam tersebut diawali dengan ritual mandi yang mewah menggunakan batu giok dan kemudian diakhiri dengan refleksologi 24 titik kaki yang meremajakan dan facial dengan batu giok.

Fasilitas kolam renang dengan desain istimewa dan layanan spa terbaik (sumber foto: Ayanaresort.com)
Jika itu belum memuaskan, maka masih ada Diamond Miracle yang antara lain menggunakan berlian dan mutiara untuk layanan spa terbaik. Pengalaman impian itu dimulai dengan terapi merendam kaki, kemudian Body Scrub dan mandi dengan air laut dilengkapi dengan kelopak dari 500 mawar merah. Membayangkannya saja sudah membuat saya terbuai...

Spa dengan fasilitas mewah yang luar biasa (sumber foto: Ayanaresort.com)
Selain tiga jenis layanan spa diatas, masih banyak lagi ragam spa yang luar biasa yang ditawarkan dan dapat dinikmati hanya di Ayana Resort and Spa Bali. Sepertinya saya juga bakalan bingung pilih spa yang mana. Kalau boleh, mungkin bisa mencoba satu layanan spa yang berbeda tiap hari *rin bangun, bangun...hehehe asik2 mimpi aja* :)

Aah..saat menulis ini, ingin rasanya saya sedang benar-benar berada disana. Buat teman-teman yang sama tertariknya dengan saya di Ayana Resort and Spa Bali untuk "Me Time" ataupun bersama keluarga, orang terkasih ataupun siapa saja, kini sudah bisa menggunakan layanan pemesanan di Voucherhotel.

Berbeda dengan layanan pemesanan yang lain, di Voucherhotel bisa mendapatkan tawaran menarik dengan tanpa ribet, paling lengkap, tanpa diragukan keamanannya. Sesuai dengan keunggulan yang dikedepankan Voucherhotel, yaitu :

  • Mudah
    Pemesanan dapat dilakukan langsung di web VoucherHotel.com atau melalui berbagai channel pemesanan seperti Blackberry Messenger, WhatsApp, Yahoo Messenger, Email.
  • Murah
    Harga hotel yang murah dan promo menarik, dengan diskon hingga 75% dari harga published rate hotel.
  • Lengkap
    VoucherHotel.com melayani pemesanan hotel di seluruh dunia, dengan live-availability untuk lebih dari 120.000 hotel di 10.000 kota di dalam negeri (domestik) dan di luar negeri (internasional).
  • Aman
    Kami tidak menyimpan data kartu kredit Anda, melainkan langsung diproses melalui secure payment processor internasional. Data penting dikirim melalui teknologi enkripsi mutakhir.
Langsung aja klik Voucherhotel.com atau untuk pemesanan bisa hubungi melalui :

SMS 0889-1657-168
Whatsapp 0889-1657-168
Blackberry PIN 326633E9
YM voucherhotelcom@yahoo.com
Email booking@voucherhotel.com


Oh ya, Voucherhotel juga dapat memesan hotel yang ada di Kuta, Nusa Dua, seminyak serta Nusa Dua. Nih tautan bisa di klik disini . Siapa yang sudah gak sabar seperti saya? Bali, wait for me, I am coming ^_^


Hehehe pantes aja gak mau buru-buru pulang nih (sumber foto: Ayanaresort.com)






Friday, 11 October 2013

Hotel Mewah Bernilai Historis Vs Hotel Urban Modern di Singapura

Pemandangan Singapura di malam hari (sumber foto: Fullerton.com)

Sewaktu membuka salah satu situs web favorit saya ketika akan travelling yaitu Voucherhotel.com tanpa sengaja saya membaca adanya kontes blog terbaru. Kalau sebelumnya situs web terdepan sebagai penyedia pemesanan hotel itu mengadakan lomba blog tentang destinasi wisata, maka kali ini adalah hotel blog contest, alias menceritakan tentang hotel.

Menginap di berbagai hotel pernah saya lakukan, baik saat masih bekerja ataupun bersama keluarga. Namun, salah satu pengalaman yang sangat berkesan saya dapatkan saat menginap di  sebuah hotel mewah bintang lima di dekat mulut Sungai Singapura, Downtown Core, Central Area yaitu Hotel Fullerton. Kala itu merupakan pengalaman pertama saya ke Singapura sekitar tahun 2005.

Saya masih ingat saat dijemput di bandara oleh pihak penyelenggara acara yang mengundang dengan menggunakan mobil jenis van yang cukup mewah dan besar. Menyusuri jalanan Singapura yang bebas macet dengan kendaraan tersebut sambil melihat-lihat pemandangan baru, sungguh terasa menyenangkan meskipun saat itu saya bukan dalam suasana berlibur.

Namun, pengalaman pertama saya itu semakin menakjubkan ketika saya menjejakkan kaki di hotel yang disediakan untuk saya dan beberapa rekan dari Indonesia untuk menginap. Hotel Fullerton yang desain arsitekturnya membuat saya berdecak kagum. Setiap sudut dari hotel tersebut tampak ditata sesempurna mungkin.

 Hotel yang sarat dengan catatan historis yang tampil elegan (sumber foto: Fullerton.com)

Demikian pula ketika saya memasuki kamar yang telah disediakan untuk saya tempati selama beberapa hari. Kamar dengan single bed itu tak tampak sesak, meskipun tak terlalu besar. Lengkap dengan berbagai fasilitas yang terbaik.

Pada saat itu, koneksi internet masih sulit diperoleh, tidak seperti sekarang dimana koneksi internet wi-fi dapat ditemukan dimana-mana. Namun, di hotel Fullerton, saya dapat mengakses melalui layar televisi yang penggunaannya dapat diubah layaknya layar komputer yang dihubungkan dengan keyboard khusus.


Tapi, jujur saja karena kemudian banyak kegiatan sejak pagi hingga malam, membuat saya tak banyak berpikir soal Hotel Fullerton dengan sejarahnya yang ternyata saya ketahui kemudian sangatlah menarik.  Sebelum diubah fungsi menjadi hotel, awalnya gedung tersebut dikenal sebagai The Fullerton Building dan General Post Office Building.

Dikutip dari Wikipedia, nama Fullerton diambil dari nama Gubernur pertama Negeri-Negeri Selat (1826–1829) yaitu Robert Fullerton. Pembangunannya merupakan bagian dari perayaan satu abad koloni Inggris pada tahun 1919. Bangunan itu dirancang sebagai gedung kantor oleh sebuah kantor arsitek dari Shanghai, yang memenangi proyek tersebut dalam suatu kompetisi arsitektur yaitu Major P.H. Keys dari Keys & Dowdeswell.

 Nama Fullerton diambil dari nama salah seorang Gubernur yang menjabat pada tahun 1826 
(sumber foto: Fullerton.com)

Awal pembangunan Gedung Fullerton rencananya dilakukan pada tahun 1920. Tetapi lantaran kendala dana, pembangunan baru dimulai bulan Februari 1924 dan dapat diselesaikan pada bulan Juni 1928. Gedung Fullerton kemudian resmi dibuka pada 27 Juni 1928 oleh Gubernur Sir Hugh Clifford yang sekaligus memberikan usul nama gedung itu.

Pada awal peresmian, Fullerton digunakan oleh lima lembaga yaitu General Post Office (kantor pos), The Exchange, Singapore Club, juga ada Departemen Kelautan, dan Departemen Impor dan Ekspor (yang kemudian berganti nama menjadi Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura). Selain itu, disini juga ditempati Kamar Dagang dan berbagai departemen pemerintahan yang terkait dengan pertanian, perikanan dan kehutanan.

Pada masa Perang Dunia II, gedung Fullerton sempat berubah fungsi menjadi rumah sakit juga tempat administrasi militer Jepang di Singapura. Diantara tahun 1970-an sampai 1995, gedung ini digunakan sebagai markas Autoritas Pendapatan Dalam Negeri Singapura. Lalu pada bulan Maret 1996, kantor pos di gedung ini berhenti beroperasi.

Desain menarik untuk saya justru bentuk jendela yang dipertahankan keasliannya (sumber foto: Fullerton.com)
 
Lalu pada tahun 1997, Sino Land (Hong Kong) Company Ltd.  membeli gedung ini dan mengubahnya menjadi sebuah hotel yang proses renovasinya diselesaikan tanggal 8 Desember 2000. Kemudian, The Fullerton Hotel Singapore resmi dibuka oleh Perdana Menteri Goh Chok Tong pada 1 Januari 2001.

Namun, jangan salah, meskipun gedung ini memiliki sejarah panjang, namun para pengunjung tak akan menemukan kesan seram ataupun angker didalamnya. Bagi saya, hanya kekaguman dan kenyamanan yang saya rasakan saat menginap di sana.

Saat sarapan pagi merupakan waktu favorit saya sebab kita bisa memilih aneka hidangan dan menikmatinya di ruang indoor yang nyaman ataupun outdoor dengan tenda-tenda peneduh yang menyajikan pemandangan sekitar yang sangat menakjubkan. Anda dapat menyaksikan sungai yang mengalir diselingi beberapa kapal yang melintas. Jika lebih jauh melayangkan pandang, maka akan tampak kendaraan yang lewat serta warga yang berangkat menuju tempat beraktivitas ataupun tengah berolahraga. Sungguh pagi yang menyenangkan untuk memulai hari.

Namun, lokasi bersantap outdoor ini juga tentu tak kalah menarik untuk makan malam. Apalagi bersama dengan orang-orang istimewa dan dekat di hati. Hmmmm....


 Lokasi bersantap outdoor di Hotel Fullerton yang super keren (sumber foto: Fullerton.com)

Sayang sekali, saya kehilangan foto-foto dokumentasi selama saya berada di sana. Berganti-ganti tempat kerja serta manajemen dokumentasi yang kurang baik menjadi beberapa alasannya. Dulu jejaring sosial juga belum marak seperti sekarang. Kalau tidak salah sempat beberapa foto di upload di Friendster, namun ketika jejaring sosial itu beralih menjadi situs game, saya tidak sempat menyimpan foto-fotonya.

Sebagai gambaran untuk teman-teman yang mungkin penasaran, saya ambil beberapa foto dari situs web asli dari Hotel Fullerton. Kalau gambar di bawah ini adalah salah satu restoran yang dimiliki Hotel Fullerton yaitu The Lighthouse Restaurant & Rooftop Bar yang lokasinya di paling atas gedung. Pemandangannya luar biasa ya? Sayangnya, saya belum sempat menjejakkan kaki di sana.

Nah ini The Lighthouse Restaurant & Rooftop Bar pemandangannya kece (sumber foto: Fullerton.com)

Pengalaman Berbeda

Perjalanan saya ke negara Singapura dua tahun kemudian, kemudian juga mengantarkan saya ke salah satu hotel yang tak kalah menarik yaitu Hotel Furama Riverfront. Meskipun hotel ini termasuk dalam hotel bintang empat, namun saya juga sama terkesannya dengan penginapan ini sebagaimana perjalanan pertama saya. Hanya saja kali ini saya disajikan bagunan hotel dengan desain urban modern yang menawarkan kepraktisan yang sangat sesuai dengan perjalanan bisnis.


Tampilan dari depan Hotel Furama Riverfront (sumber foto: Furama.com)


Desain interior kamar yang saya tempati sangat nyaman, tampak dari detail yang sangat diperhatikan. Salah satu yang masih saya ingat dari kamar hotel yang saya tempati di sini adalah kamar mandi yang unik yaitu berada di tengah ruangan dengan kaca transparan! Kalau tidak salah, kamar Executive Club. Hehehe untung saja saat itu saya menginap sendiri. Kalau bareng-bareng, bakal bingung juga mandinya ^_^

Kamarnya serba minimalis tapi unik. Tuh lihat bathtub ada di sebelah tempat tidur (sumber foto: Furama.com)
 
Oh ya, di sini juga ternyata ada restoran khas Indonesia yaitu Kintamani Indonesian Restaurant yang siap menghidangkan santapan lezat terutama dari kuliner Bali. Sayang sekali kegiatan saya waktu itu tidak menyisakan banyak waktu untuk saya menjelajahi berbagai tempat dan fasilitas di hotel tersebut lebih banyak lagi. Termasuk restoran dibawah ini yang baru saya ketahui dari situs web.

r
Restoran khas pulau Dewata yang siap menyajikan santapan lezat..nyaammm (sumber foto: Furama.com)

Bisa dibilang salah satu keberuntungan saya saat menginap di dua hotel ternama di Singapura adalah keduanya sama-sama memiliki pemandangan aliran sungai yang berada tak jauh dari lokasi. Setelah beberapa tahun kemudian memilki kesempatan untuk mengunjungi negara Eropa, tepatnya Berlin, Jerman, yang memiliki wisata air dalam kota pada awal musim semi, maka pengalaman saya di Singapura merupakan hal yang pertama yang saya ingat.

Mungkin saja nanti saya mendapat kesempatan lagi untuk menyambangi beberapa hotel menarik di Singapura lainnya. Namun, kali ini sepertinya tidak perlu menunggu penugasan, sebab situs web Voucherhotel dapat memudahkan proses memilih dan memesan penginapan untuk saya dan keluarga, serta untuk semua orang yang menginginkan kepraktisan dan diskon harga yang lumayan. Sesuai dengan keunggulan yang dikedepankan Voucherhotel yaitu mudah, murah, lengkap dan aman.

Oh ya, kebetulan untuk Hotel Furama Riverfront yang saya bahas diatas sudah bisa langsung dipesan di Voucherhotel  dengan tawaran harga menarik. Atau, mungkin kalau penasaran ingin menginap di Hotel Fullerton yang untuk pemesanannya belum ada di Voucherhotel, jangan kecil hati dulu, hubungi saja call centernya, siapa tahu mereka bisa membantu. Mudah kok, bisa menghubungi melalui :

SMS 0889-1657-168
Whatsapp 0889-1657-168
Blackberry PIN 326633E9
YM voucherhotelcom@yahoo.com
Email booking@voucherhotel.com


Apakah teman-teman ada rencana ke Singapura? Ingat dua hotel keren dari pengalaman saya menginap deh, dijamin gak bakal rugi. Mau yang klasik penuh kilas historis atau menginginkan yang praktis serba modern? Silakan sesuaikan dengan kebutuhan dan budget. Ssst..jangan lupa menyambangi situs web Voucherhotel ya. Ayo, tunggu apa lagi ^_^







Tuesday, 8 October 2013

Rutinitas Itu (Ternyata) Patut Dinikmati


 Aylaa dan Sandya (dok.pribadi)

Menghargai sesuatu yang kita lakukan, alami atau peroleh hampir setiap hari, seperti rutinitas, rasanya seringkali terlupakan. Termasuk saya. Seringkali saya ngomel karena membereskan mainan anak-anak yang hanya dalam hitungan jam, bahkan menit sudah berantakan lagi. Ataupun, merasa "serba kurang" saat terbengong-bengong melihat perkembangan teman-teman seangkatan kerja dulu yang mengumumkan kenaikan jabatan atau jalan-jalannya ke luar negeri *ngiri dot com* :D

Tapiiii, semua itu sia-sia! Hahaha apa pula sih ini. Maksudnya, setelah menemani anak saya, Rachma Aylaa Santoso, yang dirawat di rumah sakit selama satu minggu karena usus buntu dan harus dioperasi, saya tiba-tiba merindukan rutinitas rempong bin ribet saya di rumah.

Selama 7 malam nginep di kamar rumah sakit, saya jadi kangen tidur-tiduran sambil nyusuin adik Sandya. Saya kangen beberes kamar yang gak pernah beres karena anak-anak paling demen loncat-loncat tempat tidur dan ngacak di kamar saya. Apalagi pas lihat kakak Aylaa kesakitan dan masuk ruang operasi, hiks saya sampe nangis dan ngomong dalam hati, "masih mending kakak loncat-loncat tempat tidur dan gangguin Ibu pas ngetik deh biarpun bikin marah, daripada sakit begini" :(

Saya juga kangen antar jemput kakak Aylaa ke sekolah dan bertemu dengan para guru, siswa di sekolah serta ngobrol dengan ibu-ibu yang suka antar jemput.


Intinya, semua yang biasanya merupakan rutinitas yang tampaknya berat dan membosankan di rumah jadi terasa berharga. Semakin juga saya menghargai kesehatan, baik anak, diri saya sendiri, suami, Papa Mama, semua keluarga, bahkan asisten rumah tangga saya.

Alhamdulillah kakak Aylaa sudah semakin sehat dalam masa pemulihan pasca operasi usus buntunya. Makasih untuk yang sudah turut mendoakan. Saya sempat juga menyalahkan diri saya, jangan2 salah satu penyebabnya adalah makanan yang saya berikan yang masih kurang sehat.

Terlepas dari benar atau tidaknya, saya bertekad untuk lebih rajin membuat makanan rumahan dan mengurangi makanan jadi dari luar rumah. Kalaupun iya, dibatasi sesedikit mungkin. Sepertinya saya harus sering-sering blogwalking ke blog2 masak memasak untuk ini.


Tapi, saya tidak terlalu mau banyak berpetuah deh sore-sore gini, lagipula ilmu bijak dan stok sabar saya juga masih seuprit hehehe. Masih sering kesel dibanding bijaknya, lebih banyak ngambek dibanding sabarnya ^_^

Makasih yang udah mampir ya teman-teman, selamat melanjutkan dan menikmati rutinitas.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...