Pages

Showing posts with label Kumpulan Emak blogger. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Emak blogger. Show all posts

Monday, 27 October 2014

Blog sebagai Saluran Ekspresi, Silaturahmi dan Jalin Koneksi

Selamat Hari Blogger Nasional, teman-teman :)

Saat mulai ngeblog, saya banyak beraktivitas di rumah. Beberapa hal kadang menyesakkan dada dan memenuhi kepala seakan tak memiliki saluran.

Saya buat blog tengah malam. Legaaaaaa...rasanya semua yang mengganjal di hati dan pikiran ini menemukan jalan keluar.

Kemudian menemukan Kumpulan Emak Blogger yang terasa searah dan seirama dengan saya. 

Tak lama, saya membaca di KEB mengenai lomba penulisan dari ASEAN Blogger. Ngeblog tematik selama 10 hari berturut-turut.  Beberapa hari terakhir, saya ngeblog dari kamar rumah sakit, lantaran anak sulung saya dirawat :(

Kabar gembiranya saya juara ke-2 dari lomba! Kaget tak terhingga. Itu melecut saya  bersemangat ngeblog.

Kopdar ke Google Indonesia sebagai 50 Finalis Srikandi Blogger 2014 dari KEB juga hal tak terlupakan. Melihat dan berbincang dengan kru Google Indonesia, terutama kopdar perdana!

Sungguh luar biasa bersama para emak Blogger, terutama saat pose foto loncat dipenuhi canda tawa dan tatapan bingung orang sekitar ^_^


Kopdar perdana di markas Google penuh acara foto yang rruarrr biaasssaaa (dok.pribadi)

Thursday, 19 June 2014

Cari Tahu Cara Merawat Gusi Sehat Keluarga

Narasumber Parodontax Blogger Meet Up yang handal dan terpercaya (dok.pribadi)
Gusi seringkali menjadi bagian yang terlupa dalam menjaga kesehatan mulut. Padahal menjaga kesehatan gusi, selain gigi dan bagian-bagian lain dalam mulut tak kalah penting. Jujur saja, saya termasuk salah satunya. Mau tahu darimana tanda-tanda permasalahan gusi? Yuuk lanjut baca cerita saya.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan datang dalam Parodontax Blogger Meet Up yang diadakan di lantai 2, Hongkong Café di Jl. Sunda, Jakarta Pusat. Acaranya rame, seru dan ala perempuan banget. Kita mulai dengan membicarakan alarm tubuh yang terdiri dari alarm psikologis dan biologis. Nah kalau alarm psikologis itu dipandu oleh Anna Surti Ariani S.Psi, M.Si, alias Mba Nina yang saya singgung sebagian dalam posting saya "Sinergi Parodontax dan Blogger Mengedukasi Masyarakat tentang Kesehatan Gusi"

Drg Sandra sedang berbagi cerita dan pengetahuan tentang kesehatan gusi (dok.pribadi)
Nah, posting kali ini saya mau cerita lebih banyak mengenai alarm biologis yang diungkapkan drg Sandra Olivia MARS, Sp Perio. Nah, dokter cantik berjilbab ini bisa disebut salah satu ahli spesialis gusi yang masih terbilang jarang di Indonesia.

Membuka obrolan, drg Sandra bertanya kepada seluruh peserta, siapa yang memiliki masalah dengan gusi? Tak ada yang menjawab. Namun, ketika ditanya lagi, siapa yang pernah mengalami keluar darah saat menyikat gigi, sebagian peserta pernah mengalami. Yang dijawah drg Sandra, sebenarnya hal itu adalah salah satu indikasi permasalah gusi, hanya saja banyak yang tidak mengetahui itu. Naah loooo...

"Jadi banyak yang ke dokter itu kalau gigi berlubang dan sakit. Jarang banget yang bilang, sepertnya masalahnya di gusi atau bilang "Dok, sepertinya gusinya bermasalah deh," katanya. 

Menurut drg Sandra, sebagian besar orang ke dokter gigi yaitu mencapai 98% lantaran keluhan sakit gigi. Hanya 2% yang datang ke dokter gigi untuk mengatasi keluhan gusi. Faktanya, menurut Synovate Asia Bus 2011, sebanyak 5 dari 10 orang di Indonesia memiliki penyakit gusi. Sementara itu, Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2011 mengungkap, 60% orang di Indonesia memiliki masalah gusi. Duuuh..serem yaa.
Permasalahan gusi sering timbul tanpa rasa sakit, sehingga harus diwaspadai (dok.pribadi)

"Kira2 kenapa tidak pernah mengeluh masalah gusi? Biasanya, tidak dikeluhkan karena tanpa rasa sakit. Sebenarnya tanda-tanda biologisnya banyak, kitanya yang tidak tahu. Karena memang masalah gusi ini silent disease. Diam-diam tapi wow," jelas drg Sandra. Nah loo lagi deh yaa :(
Untuk itu, sebelumnya kita harus kenalan lebih jauh dulu tentang gusi donk ya, agar tahu mana gusi sehat dan tidak sehat. Secara singkat, gusi atau periodontium adalah salah satu jaringan penyangga gigi.

"Ibu-ibu bisa bayangkan jika tidak ada gusi? Nah, manfaat dari gusi itu ada dua yaitu estetik dan proteksi, melindungi tulang dan akar gigi," kata drg Sandra bersemangat berbagi ilmu.

Untuk gusi sehat, ciri-cirinya antara lain warna pink, stabil, struktur halus dan terlihat puncaknya, penampakan stiplling atau seperti kulit jeruk, tidak ada gusi berdarah dan tidak ada rasa nyeri.


"Gusi tidak sehat? antara lain, bengkak. Kita sikat gigi, meludah dan ada darah, itu berarti ada masalah," paparnya.

Drg Sandra menambahkan, banyak orang yang menganggap berdarah saat menyikat gigi karena menyikat terlalu keras atau sudah mulai tua, padahal itu merupakan salah satu tanda awal adanya radang atau masalah awal pada gusi. 


Selain itu, ciri-ciri ada permasalahan dengan gusi antara lain adanya karang gigi, gusi berwarna merah, bau mulut atau halitosis. Untuk gejala lebih lanjut, adanya gigi goyang dan resesigusi (gusi turun atau naik). Ada tiga jenis gangguan umum pada gusi, yaitu
    1. Gingivitis : ciri-ciri radang ringan, ada perdarahan & tidak, pembentukan karang gigi, bau mulut.
    2. Periodontitis: ciri-ciri radang sedang, maturasiplak, karang gigi, tulang terinfeksi (terkena), bengkak, terkadang nyeri, bau mulut.
    3. Advanced Periodontitis : ciri-ciri infeksi parah, kegoyangan gigi, kerusakan tulang, gigi berpindah tempat (bergeser), bengkak, nyeri, bau mulut.
Tapi, apa sebenarnya yang menjadi penyebab utama masalah pada gusi? Drg Sandra menyebut plak, sebagai salah satunya. Plak adalah lapisan lunak yang tidak berbau dan tidak berwarna dan yang terdiri dari kombinasi mikroorganisme yang melekat pada gigi, secara alamiah plak pasti akan bertumbuh di gigi sebagai respons pertahanan tubuh.

"Plak kalau tidak dibersihkan berkolonisasi. Seperti ibu2 blogger suka ngumpul, sama itu juga jadi produktif," kata drg Sandra. Jika tidak dibersihkan plak akan membentuk yang biasa disebut karang gigi dan menyebabkan radang pada gusi sehingga ketika tersentuh, misalnya oleh sikat gigi, dapat mengeluarkan darah 

*Iya dok ngerti, tapi, masa kita ngumpul disamain sama plak sih -__-

Risiko Tinggi Ibu Hamil

Siapa saja yang berisiko tinggi mengalami masalah gusi? Laki-laki yang merokok, anak usia remaja pada masa pubertas, yang memiliki kecenderungan genetik, serta perempuan karena  ada proses hormonal seperti menstruasi, hamil dan menyusui. Bahkan, presentasi drg Sandra menyebutkan, 47% perempuan hamil mengalami masalah gusi :( Mba Desy Bachir, MC kita hari itu kebetulan sedang hamil, semoga sehat-sehat dan terhindar dari segala permasalahan ya mba.

Risiko masalah gusi ada pada semua anggota keluarga (dok.pribadi)
Lebih lanjut, penelitian terhadap ibu hamil yang mengalami masalah gusi bisa mengalami komplikasi seperti kelahiran prematur, pre-eklamsia dan kelahiran bayi dengan berat rendah. Duuuh..hati-hati ya buat temen2 yang sedang hamil, coba cek ke dokter gigi. Atau, kalau bisa, periksanya sebelum hamil, saat masih merencanakan kehamilan.

Ibu hamil yang mengalami masalah gusi bisa mengalami komplikasi, hati-hati yaa (dok.pribadi)
Salah satu pernyataan dari drg Sandra benar-benar "mencubit" saya adalah ketika gusi terasa bengkak, atau istilahnya "njendol" terutama saat stres. Saya beberapa kali mengalami itu. Mungkin juga karena lokasi gigi yang berada dibawah gusi yang sering bengkak itu, saat ini tambalannya sudah lepas, alias bolong. Ditambah, hidung saya yang terasa sering mampet, padahal ketika periksa ke dokter THT tidak ada masalah. Kemungkinan sih, menurut drg Sandra, itu memang karena gigi bolong saya itu.

Alhasil, saya mendapat peringatan dari drg Sandra untuk segera memeriksakan diri ke dokter gigi. Selama ini sih, memang sudah berniat dok, tapi kok berat sekali ya rasanya hehehe :D

Tips Menjaga Gusi Sehat

Sebenarnya untuk menghindari segala permasalahan gusi, seperti gusi berdarah, radang dan sebagainya, itu tidak sulit. Menurut drg Sandra, langkah-langkah yang perlu dilakukan, antara lain:


1. Rutin menyikat gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari, pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Jika dirasa perlu sikat gigi setelah makan siang, boleh dong. Gunakan juga pasta gigi yang tepat untuk perawatan gigi dan gusi. Parodontax bisa jadi pilihan, karena memiliki kandungan 70% bahan-bahan khusus, yang terdiri dari garam mineral dan ekstrak herbal yang secara simultan mampu merawat dan mencegah permasalahan gusi. Kandungan garam mineral (sodium bicarbonate) pada pasta gigi Parodontax, teruji secara klinis dapat membantu mencegah dan mengangkat penumpukan plak yang merupakan penyebab awal masalah gusi, secara efektif. Juga, pilih sikat gigi yang berbulu lembut, kan kalau kasar kasihan gigi apalagi gusi, bisa-bisa luka.


2. Sudah rajin sikat gigi, bukan juga berarti otomatis bisa langsung memperoleh gigi dan gusi sehat. Untuk mendukung itu, drg Sandra sangat menyarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Yang seharusnya dihindari itu merokok, Bukan hanya karena dapat berakibat sebagaimana iklan, "Rokok membunuhmu", tapi rokok bisa menyebabkan berbagai penyakit, termasuk gigi dan gusi, serta kesehatan mulut secara keseluruhan. Konsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari dan air putih, juga penting loh ya.

Ingat hindari rokok, konsumsi makanan bergizi dan minum air putih yang cukup yaa (dok.pribadi)
3. Rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan untuk menjaga kesehatan keluarga. Hehe ini juga sebenarnya catatan untuk saya. Sakit gigi saja rasanya kalo ke dokter gigi, segan-segan gimana gitu, apalagi gak sakit. Padahal justru paling enak ke dokter gigi itu sebelum sakit ya *catettt*:)

Seperti yang disebut Mba Amanda, Assistant Brand Manager Parodontax GlaxoSmithKline Oral Health Care dalam posting saya sebelumnya, salah satu alasan mereka mengundang kami para blogger perempuan, terutama yang sudah berpredikat ibu2, karena kami adalah garda depan dalam menjaga kesehatan keluarga. 


Semoga adanya Blogger Meet Up yang dilakukan Parodontax bersama kami, blogger perempuan dapat bermanfaat, tidak hanya bagi keluarga kami masing-masing, namun juga dapat menyentuh keluarga-keluarga lain melalui tulisan kami, sehingga semakin tinggi kesadaran untuk menjaga kesehatan gusi dan mulut. Amin ya rabbal 'alamiin.

Parodontax untuk menjaga kesehatan gusi dan mulut. Anak kecil aja tahu kok ^^ (dok.pribadi)
*Alhamdulillah menang juara ke-2 Lomba Blogging Gusi Sehat Keluargaku bersama Parodontax

Wednesday, 11 June 2014

Sinergi Parodontax dan Blogger Mengedukasi Masyarakat tentang Kesehatan Gusi

Perkembangan dan kemudahan teknologi berkat koneksi internet seakan-akan semakin banyak menghubungkan orang-orang antar belahan dunia. Sumber informasi yang hanya berjarak satu klik (one click away) berkat internet, sehingga mampu mengubah jaringan informasi dalam masyarakat.

Demikian juga mencaritahu hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan keluarga. Jika dulu, banyak yang mengandalkan media cetak untuk memperoleh informasi seperti Koran, tabloid, ataupun brosur dari rumah sakit. Maka kini internet mempermudah pengumpulan informasi tersebut.


Selain memperluas kiprah media konvensional yang kini semakin banyak mencoba meraih pembaca melalui situs web, hal ini juga mendorong semakin terbukanya kesempatan berbagi dari para penulis yang mengusung nama pribadi di blog alias blogger.
Wuiiih kalo blogger perempuan ini udah ngumpul, ngalah2in rapat kabinet deh (dok.pribadi)
Komunitas blogger pun semakin menjamur. Tujuannya antara lain, saling mendukung dan memperluas jaringan. Untuk saya sih, hal itu banyak positifnya, sebab saya percaya segala sesuatu akan lebih mudah jika dilakukan bersama-sama dengan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama.

Salah satu komunitas blogger yang saya ikuti kemarin yang berisi emak-emak keren dan penuh prestasi (eheem ^_^), beberapa waktu lalu mengundang ke sebuah acara mengenai kesehatan gusi yang digelar oleh produsen pasta gigi, Parodontax.


Saya semangat sekali, sebab selain bisa kopi darat dengan para blogger juga sekaligus menambah ilmu. Apalagi waktu dan tempat pelaksanaan mendukung sekali.


Acaranya belum mulai, tapi udah rameee. Lihat aja mak Echa yang sadar kamera :D (dok.pribadi)
Acara yang digelar di lantai 2, Hongkong Café di Jl. Sunda, Jakarta Pusat itu dijadwalkan dimulai pukul 11.00 WIB. Saya datang sekitar 5 menit sebelum pukul 11, dan langsung naik ke lantai 2, setelah bertanya di lantai 1.

Tepat diatas tangga, sudah ada Mas Helmy yang menunggu meja dengan daftar tamu. Saya tandatangan dan diberikan materi untuk talkshow serta goodybag berupa tas kecil berisi payung dan dua produk Parodontax. Wah kebetulan memang di luar saat itu panas banget dan saya sedang tidak bawa payung. Alhamdulillah.

Eh tapi apa senengnya saya itu dipengaruhi juga oleh harum ruangan tempat acara ya. Memang sih yang datang saat itu kebanyakan perempuan, tapi masa iya sih harumnya disesuaikan, soalnya harumnya itu feminin banget dan untuk saya sih sangat bisa mempengaruhi mood, jadi seneng gitu. Apalagi, kami juga disuguhi dengan beberapa camilan serta minuman sambil menunggu acara dimulai.

Mba Desy Bachir, Mba Nina, Mba Amanda dan Drg Sandra. Semua kereeen (dok.pribadi)
Tak perlu menunggu terlalu lama, kemudian acaranya dimulai dan terlihat sangat profesional dengan mengundang narasumber yang berkompeten antara lain Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani S.Psi, M.Si, alias Mba Nina, juga drg Sandra Olivia MARS, Sp Perio dan Amanda Asfiardi, Assistant Brand Manager Parodontax GlaxoSmithKline Oral Health Care yang dipandu oleh MC yang handal, Desy Bachir.

Saya pribadi sangat mengapresiasi kegiatan dari Parodontax tersebut. Acara untuk para blogger memang kini semakin banyak diadakan, namun tidak jarang acara tersebut mengecewakan. Jujur saja, saat itu saya merasa diperlakukan dengan sangat baik sebagai tamu undangan.

Mak Icha dari Kumpulan Emak Blogger sedang berbagi mengenai pengalamannya (dok.pribadi)
Jika ada anggapan, pertanyaan dari blogger itu tidak terlalu "berat" dibandingkan para wartawan dalam talk show atau forum diskusi atau banyak yang malu-malu, maka sebaiknya berpikir ulang. Pertanyaan dari para blogger perempuan ini tak kalah berbobot loh, dan sebagian besar berebut untuk bertanya. Meski sebagian besar bertanya berdasarkan pengalaman, namun para narasumber, Mba Nina dan drg Sandra sampai kewalahan dengan pertanyaan para blogger ini loh.

Contohnya, Mak Icha dari Kumpulan Emak Blogger yang bertanya kepada Mba Nina mengenai mengenali tanda-tanda psikologis yang seringkali berefek kepada tubuh. Mak Icha mengaku seringkali mengalami tanda-tanda seperti kepala pusing ataupun sakit perut ketika putra-putrinya menghadapi ujian, atau ketika mereka akan pergi di luar pengawasan.

Psikolog anak, Mba Nina yang hobi bagi2 pengalaman dan ilmu (dok.pribadi)    
Yang kemudian dijawab Mba Nina, hal yang dialami Mak Icha harus ditelusuri lebih lanjut. Daripada minum obat yang tidak perlu, sebaiknya mengetahui sumber penyebabnya. Jika pusing atau sakit perut itu karena kecemasan, lebih baik menenangkan diri dan melakukan hal yang dapat meyakinkan diri bahwa anak-anak kita baik-baik saja.

Kemudian, disusul oleh drg Sandra yang mengungkapkan mengenai alarm tubuh yang harus diwaspadai antara lain seringkali ditunjukkan oleh mulut, antara lain gusi dan gigi. Terutama, mengingat mulut bagaikan jendela untuk segala sesuatu masuk ke dalam tubuh. Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai permasalahan gusi dan tips-tips memelihara kesehatan keluarga dalam posting berikutnya *menyusul yaa* ^_^

Oh ya, blogger sekarang itu canggih-canggih pake banget loh. Ini contohnya, mak Fadlun yang tetap online selama mendengarkan diskusi. Update di Twitter tentang diskusi ini. Aah kurang keren apa coba para blogger perempuan ini.

Mak Fadlun alias juragan cireng dari Kumpulan Emak Blogger ini tetep online sambil dengerin, jempol mak (dok.pribadi)
Terakhir, ada Mba Amanda yang cantik dari Parodontax yang bercerita lebih lanjut mengenai produk yang diklaim sebagai salah satu produk terbaik untuk perawatan gusi. Kepedulian Parodontax terhadap masyarakat, termasuk dengan usahanya membangkitkan kesadaran terhadap kesehatan gusi dan gigi ini, perlu diapresiasi.

Parodontax berusaha mendatangi berbagai lapisan masyarakat agar pesan mereka sampai dengan tepat dan luas. Para blogger perempuan ini juga termasuk diantaranya, mengingat ibu merupakan salah satu figur yang menentukan dalam keluarga, antara lain dalam menjaga kesehatan keluarga.

"Kita bekerjasama dengan pihak-pihak berkompeten, seperti asosiasi dokter gigi dan mulut, dokter gigi, parodonsia bersama-sama mengedukasi masyarakat. Juga dengan para bidan, untuk aware dengan masalah gusi, dan komunikasi langsung dengan masyarakat," kata Mba Amanda.

Menurut dia, masih banyak masyarakat yang belum memahami tentang masalah gusi. Jadi, ini merupakan salah satu kontribusi mereka untuk masyarakat.

"Kita mengundang teman-teman blogger untuk menyebarkan informasi ini. Itu sebabnya kita mengundang banyak ibu-ibu, Mama-mama blogger, karena menurut kami, ibu itu penting sekali karena dia sebagai pelindung. Memberikan pengaruh bagi anak dan keluarga," jelas dara cantik itu.

Saat ini, lanjut dia, tercatat 40% orang terkoneksi secara online, bahkan di negara maju sudah 100%. "Teman-teman blogger ini aktif sharing, sehingga edukasi lebih maksimal. Jadi, blogger ini memperingan tugas kita juga," katanya sambil memamerkan gigi putihnya. *tepok tangan untuk Parodontax*
Mba Amanda yang sukses menuai pujian dari para blogger. Cantik sih (dok.pribadi)
Kemudian, yang tak kalah penting pada akhir acara adalah foto-foto bareeeeng. Hehehe setelah berbagi informasi dalam forum yang seru, gak mungkin donk langsung bubar. Sebelum mengakhiri acara dan menyantap makan siang, seluruh peserta kita berfoto bersama donk.

Lihat donk senyumnya lebar-lebar, sepertinya antara senang dengan jamuan acara, kopi darat sesama blogger, dapat informasi baru tentang kesehatan gusi dan gigi serta ketemu para narasumber yang oke dan asik. Pokoknya, komplit plit deh.

Semoga tujuan Parodontax untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gusi semakin tinggi, jangan bosan-bosan berbagi dengan anggota masyarakat, termasuk dengan kami, para blogger. Salam sehat!

Para blogger perempuan serta pembicara dalam acara Parodontax (dokumentasi Parodontax)

*Alhamdulillah menang juara ke-2 Lomba Blogging Gusi Sehat Keluargaku bersama Parodontax






Friday, 31 January 2014

Drama Dibalik Promosi sebagai Finalis 50 Besar Srikandi Blogger 2014

Saya mendapat tugas untuk mempromosikan diri sebagai salah satu finalis dari 50 Srikandi Blogger 2014 yang diadakan Kumpulan Emak Blogger . Jadwal yang ditetapkan tgl 27 Januari 2014, jam 11 siang. Dengan kepala pusing dan badan meriang, menyiapkan bahan sebisanya sehari sebelumnya. Drama tak sampai disitu sodara-sodara!

Ternyata malam menjelang hari H, kakak Aylaa demam lebih dari 38 derajat celcius, meski sudah minum obat dokter. Jadilah mengompres sampai jam 3 pagi. Hasilnya, bangun jam 6 pagi dengan seluruh ruangan serasa berputar!! Sampe-sampe harus pegangan tangan Ayah, karena takut jatoh, padahal itu udah tiduran :(

Demam kakak udah sedikit turun pagi itu, tapi tetep harus ke dokter spesialis anak (DSA) langganan. Alhamdulillah adik Sandya sehari sebelumnya sudah ketemu DSA langganan, padahal kemarinnya juga panas sampa 39 derajat celcius.

Menjelang siang, jam 10 berangkat ke dokter. Periksa kakak dan saya. Kakak dibilang dokter, radang amandel. Sementara saya, asam lambungnya naik. Disuruh dokter istirahat dan gak boleh banyak pikiran alias stres! hiks

Jam 11 masih di RS, Alhamdulillah udah dikasih kelonggaran mundurin jadwal promosi jam 8 malem. Persiapan seadanya dan anak-anak yang sedang kurang sehat, but the show must go on!

Akhirnya, jam 8 malem mulai deh promosinya. Merasa bersyukur sudah termasuk dalam 50 Besar Srikandi Blogger, suatu kehormatan untuk saya bisa terpilih dengan para emak-emak hebat bin kece tersebut, oleh Makpan dan Makjur Kumpulan Emak Blogger yang luar biasa.

Berikut promo diri saya ditengah berbagai drama sebagai latar belakangnya. Selamat membaca :

Kehormatan untuk saya masuk dalam Finalis 50 Besar Srikandi Blogger 2014


Assalamu'alaikum wr.wb. Emak2 kece mungkin saya satu-satunya finalis ‪#‎50FinalisSB2014‬ yg promosi jam 8 malam. Alhamdulillah, saya dpt kelonggaran waktu dari makpan dari jadwal awal jam 11 siang tadi. Karena berbagai keterbatasan, saya buat sekaligus untuk Facebook dan Twitter.

Mohon maaf juga tak banyak yg bisa saya promosikan, karena rasanya memang belum banyak prestasi yg saya punya. Semoga berkenan membaca perkenalan dari saya ya mak *peluuk satu-satu*

01.Izinkan saya perkenalkan diri di malam ini | Nama, Ririn Sjafriani, istri & ibu 1 putra dan 1 putri @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

02. Maaf tak sesuai jadwal,krn antar anak ke RS | Malu rasanya promosi diri, smg tak t'sirat tinggi hati @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

03. Bagai pungguk merindukan bulan | Istilah tepat utk saya, blogger jejadian mimpi jd Srikandi Blogger @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

04.Apaan tuh blogger jejadian? | Maksudnya, saya yg belum sah jadi blogger sepenuhnya #50FinalisSB2014

05. Loh kok bisa gitu? | Kata seorang sesepuh blogger, blm sah disebut blogger sblm kopdar alias kopi darat #50FinalisSB2014

06. Padahal, eh jujur aja saya belum pernah, eh kopdar | *sungkem emak2 satu-satu* #50FinalisSB2014

07. Itu sebabnya saya kaget bgt saat masuk #50FinalisSB2014 | kalo kata emak keren asal Bandung, sedap-sedap ngeri @Emak2Blogger

08. Hampir 2 th ngeblog, ilmu msh seujung kuku | Pengalaman kerja di koran & media, beda dgn ngeblog @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

09. Jd Gimana saya gak bingung bin deg2an, disuruh promosi diri sbg blogger | *garuk-garuk tembok* @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

10. But, it ain't over untill the fat lady sing | Sempet mau mundur teratur, tp kok gak banget ya mak? @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

11. Ok, dgn ini promosi saya mulai *ketok palu* | Hehe dari tadi emang apaan, rin? @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

12. Blog saya http://fromblazertodaster.blogspot.com/ sbg inspirasi tengah mlm | Saat gundah mau menuangkan isi hati *tsaah* @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

13.Blog berisi pengalaman dg anak,menulis,lomba, kadang curhat | from working mom become full time mom @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

14. Jg terselip ttg pengalaman mengajar sbg instruktur klub menulis SD | Seru, penuh warna khas anak @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

15. Blm lama, seorg siswa kls 5 dari klub menulis mengirim tulisan | Hasil liputan acara sekolah @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

16. Selesai membaca hasilnya, air mata saya meleleh | Bukan karena tulisan anak didik saya buruk @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

17. Sebaliknya, tulisan anak didik saya itu melebihi ekspektasi saya | Kualitasnya diatas usianya @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

18. Saya baru tahu, nikmat mjd seorg pengajar | Perasaan yg tak terbeli dg uang, tak t'ganti emas permata @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

9. Saat menulis ini, air mata saya masih menetes | Terharu tiap kali saya mengingatnya *emak melow* @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

20. Ada lagi yg buat saya terharu | Saudara2 kita yg terkena musibah bbrp wkt lalu, butuh uluran tangan @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

21. Yuk bantu melalui ‪#‎KEBPeduliBencana‬ Rek BCA No.066-2857-546. a.n Irma Susanti. Konfirm 0813-8909-5599 @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

22. Jika prestasi saya msh sedikit, maka uluran tangan teman2 & emak2 semua pasti sangat besar artinya @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

23. Wah priwitan makpan udh hampir bunyi | Jgn lupa dukung blogger jejadian ini jd blogger seutuhnya ^^ @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

24. Akhir kata, terimakasih atas waktu & kesempatan | Love you all emak2 keren *ketjup satu-satu* @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

Thursday, 30 January 2014

Perempuan dan Internet, Dua Kekuatan yang Makin Mendunia

Hanya dalam hitungan beberapa puluh tahun, teknologi internet berhasil mengubah wajah dunia. Semakin mudahnya pertukaran informasi, semakin banyak sisi kehidupan yang terpengaruh. Mulai dari pengetahuan, media, pendidikan hingga relung-relung pribadi seperti jejaring sosial.

“Cewek tahu apa sih soal internet, apalagi soal Teknologi informasi?”

Mungkin kalau kalimat itu diucapkan sekitar 10 tahun, atau bahkan 20 tahun yang lalu, bisa jadi masih ada yang menanggapi dengan jawaban, “Iya, cewek kan kerjanya yang gampang-gampang,” atau lebih tajam lagi, “Cewek itu kan memang dunianya cukup rumah dan anak-anak.”

Tapi, saya yakin, jika kalimat diatas dikatakan saat ini, maka akan segera berhamburanlah nama-nama para wanita yang berprestasi di bidang teknologi informasi.


Sumber: Hollywoodlife.com, womenandtechnology.eu dan salsabeela.com
 Di dunia internasional, Marissa Mayer merupakan salah satu yang disegani kalangan TI sebagai salah satu insinyur perempuan pertama Google. Sejak tahun 2012 menjabat sebagai Chief Executive Officer, President and Director Yahoo! Inc.

Selain itu, ada juga Joanna Shields yang sukses memimpin Facebook untuk kawasan Eropa dan kini memimpin inisiatif program investasi teknologi yang didukung pemerintah Inggris, Tech City. Ia termasuk  25 wanita paling berpengaruh dalam dunia TI di Inggris yang dirilis oleh Computerweekly.com

Sementara di tanah air, saya mengenal nama seorang wanita muda yang kerap kali dikaitkan dengan dunia TI yaitu Aulia Halimatussadiah alias Ollie. Wanita muda ini tercatat sebagai Chief Technology Officer (CTO) Nulisbuku.com, Director Tukusolution, Director Kutukutubuku.com, Chief Marketing Office Tempa Labs, juga inisiator dari StartupLokal Indonesia serta Girls in Tech Indonesia.

Saat saya bekerja di sebuah media online  nasional, sebuah survei yang dilakukan menyebutkan bahwa angka pengguna internet tercatat lebih banyak perempuan. Tak heran kini semakin banyak situs web yang mengkhususkan  diri bagi kaum perempuan, baik situs berita, komunitas ataupun toko online.



Saya merupakan salah satu dari perempuan yang bangga tergabung dari sebuah komunitas yang terbentuk berkat adanya teknologi internet, yaitu Kumpulan Emak Blogger (KEB). Wadah bagi para perempuan yang menulis blog. Semua disambut dengan hangat dalam kebersamaan khas perempuan. Sejak didirikan dua tahun yang lalu, anggota dari KEB sudah mencapai lebih dari 1.400 perempuan, berdomisili di berbagai kota tanah air dan luar negeri.

Meski tak sebesar Google ataupun Yahoo, saya yakin kekuatan dari ribuan blogger dalam KEB atau komunitas lain tak bisa dibilang kecil. Blogger semakin banyak dilirik sebagai pihak yang perlu digandeng.

Saya pribadi menulis di blog sebagai sarana aktualisasi diri sekaligus ajang berbagi. KEB memungkinkan saya menjadikan blog sebagai sarana bersosialisasi dengan sesama perempuan. Kehormatan bagi saya, masuk dalam nominasi 50 Besar Srikandi Blogger 2014. Ajang yang merupakan perhelatan ke-2 dari KEB itu seakan membenarkan bahwa perempuan dan internet merupakan dua kekuatan yang terus tumbuh.

Jika John F.Kennedy pernah mengatakan, “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu,” maka saya yakin para perempuan dalam KEB memiliki hati ksatria yang tak kalah dari para pria.

Kelak, saya yakin tak hanya yang berhasil menjadi pemenang Srikandi Blogger, namun seluruh anggota KEB, bersedia mendedikasikan diri untuk kemajuan perempuan dalam komunitas, masyarakat dan negara serta lingkup yang lebih luas lagi. Majulah perempuan Indonesia, majulah Kumpulan Emak Blogger!









Sunday, 22 December 2013

IBU, Cinta Tanpa Akhir

Mama dan saya (dok.pribadi)

Selamat Hari Ibu!

Jujur saja, saya jarang sekali mengucapkan itu kepada Mama saya. Bukannya saya tak menghargai beliau, hanya saja sepertinya kaku sekali mengucapkannya hehehe ^_^

Mama saya itu tipe wanita yang kurang suka menunjukkan perasaannya. Begitu pun Papa saya. Mungkin memang tipikal orangtua jaman dulu yang tidak terbiasa mengungkapkan perasaan sayang kepada anaknya. Itu sebabnya saya dulu sempet melongo waktu nonton film barat yang ada adegan orangtua mengucapkan "I love you" kepada anak-anaknya.

Saya ingat cerita Mama yang dulu sempat sakit-sakitan pada masa kecilnya. Sehingga, ia sering tidak masuk sekolah dan harus meminum berbagai obat-obatan yang rasanya pahit. Jadilah Mama saya dicap sebagai anak yang lemah. Tapi, nyatanya tidak demikian.

Mama adalah salah satu orang terkuat yang pernah saya temui. Memang Mama tidak selalu menyediakan masakan yang lezat ataupun selalu bercanda dan tertawa bersama anak-anaknya, tapi Mama selalu ada saat anak-anaknya membutuhkannya. Akan selalu ada belaian halus tangannya di kepala saya ataupun kalimat-kalimat pembangkit semangat dari mulutnya.

Dari Mama saya belajar keikhlasan, kesabaran dan rela berkorban untuk orang-orang yang dicintainya, terutama anak-anaknya. Dari Mama saya belajar untuk menjadi orang yang senantiasa bersikap dan bertindak jujur, tidak melenceng dari jalur. Sedapat mungkin tidak menyusahkan orang lain.

Mama benar-benar menjadi pusat dan jantung di rumah kami. Masih teringat ketika Mama pergi naik haji, tanpa ditemani Papa, sekitar tahun 2000. Saat itu saya sudah kuliah dan kost di lain kota, namun tetap saja banyak urusan yang terbengkalai saat Mama tak ada di rumah sekitar satu bulan lebih.

Salah satu momen yang juga paling saya ingat adalah ketika saya melahirkan anak pertama saya. Mama mendampingi saya setiap saat. Ketika saya masuk ruang persalinan dan berjuang untuk melahirkan secara normal pada tengah malam, Mama juga ternyata berjuang dengan emosinya melalui shalat malam dengan cucuran air mata. Hanya satu yang dimintanya yaitu keselamatan dan kesehatan saya dan cucunya. Mama juga yang kemudian dengan senang hati membantu saya mengurus anak pertama saya, meski artinya harus mengorbankan kegiatan-kegiatan yang disukainya di rumah.

Di usianya kini yang sudah memasuki 64 tahun, Mama masih mampu mengurus Papa yang mulai sakit-sakitan dan segala urusan rumah tangga. Mama selalu berusaha tidak menyusahkan anak-anaknya. Tak pernah meminta. Kadang, tak juga mau mengaku kala merasa sakit. "Mama gak apa-apa," begitu biasanya Mama menjawab. Kalau sudah begitu, tinggal kami sebagai anak-anaknya yang memaksa Mama memeriksakan diri ke dokter.

Selamat Hari Ibu, Mamaku sayang. Rasanya tak akan pernah anakmu ini mampu membalas, bahkan setitik dari segala pengorbanan dan kasih sayang Mama selama ini.. Bakti dan doaku tak akan pernah sebanding dengan semua yang pernah Mama berikan. I love you, Mama.


Thursday, 14 November 2013

Emak Aktif dan Bahagia Bersama Acer Slim Aspire E1 yang Suportif dan Super Gaya

Saya ditambah Acer Aspire Slim Aspire E1 sama dengan emak aktif dan bahagia (gambar: dok. pribadi, acerid.com)
Tidak salah rasanya menyebut para wanita dengan berbagai perannya disebut para super woman. Bayangkan, sejak bangun pagi hari hingga malam hari tak terhitung berbagai peran yang dilakukan. Mulai dari petugas beres-beres rumah, tukang masak, pengasuh anak, antar jemput sekolah, wanita karir atau pekerja paruh waktu, atau blogger dan lain sebagainya. Itu sebabnya menurut saya, seluruh emak itu sudah pasti aktif.

Terus bagaimana donk agar menjadi emak yang bahagia? Wah ini penting banget. Jangan sampai kebahagiaan emak dikesampingkan.

Eits, sebelum mulai cerita lebih lanjut, saya mau menyapa dulu emak-emak di Kumpulan Emak Blogger. Salam kebersamaan dari saya. Tetap semangat untuk mengikuti ajang #30HariBlogChallenge yang diadakan oleh Kumpulan Emak Blogger dan Acer Indonesia.

Nah ini pertanyaan yang menjadi tema di minggu ke-4 yang jawabannya gak sabar saya tuliskan: "Mengapa saya layak memiliki Acer Slim Aspire E1, yang didukung oleh  prosesor Intel®. Mulai dari Intel® Celeron® dan Core™ i3, dan 30% Lebih Tipis."

Saya awali jawaban saya dengan sebuah pertanyaan. Jika kita sebagai seorang anak, istri dan ibu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk membahagiakan keluarga, mengapa tidak untuk diri sendiri?

Selama ini kita para emak selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga, misalnya makanan, air minum, sekolah dan lain-lain, termasuk ketika keluarga kami memutuskan untuk menggunakan Acer Aspire One sebagaimana dalam tulisan "Notebook Tipis dengan Harga Realistis, Bikin Emak Makin Eksis" dan "Acer Slim Aspire E1 untuk Kerja Pantang Menyerah, Waktu Keluarga Makin Meriah"  

Demikian pula ketika saya bekerja dan berusaha memberikan yang terbaik dan memenuhi tenggat waktu yang diminta oleh klien ditemani oleh Acer seperti saya ceritakan dalam "Notebook Acer Slim Super Enteng, Mobilitas dan Online Emak Makin Mentereng". Intinya, agar semua orang puas dan bahagia.
Selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga (dok.pribadi)

Sebuah peristiwa melow pada akhir pekan kemarin kemudian membuat saya berpikir lebih dalam mengenai arti kebahagiaan. Sebagai ibu rumah tangga, baik yang bekerja di kantor ataupun paruh waktu, atau kegiatan lain, bisa sangat mudah "tenggelam" diantara kebutuhan, keinginan ataupun tuntutan orang di sekitar, sehingga terkadang membuat emak mengesampingkan kebahagiaan dirinya sendiri.

Jika sebagai emak kita berusaha memberikan yang terbaik untuk kebahagiaan orang-orang yang kita cintai, namun mengapa memberikan kebahagiaan "seadanya" untuk diri sendiri? Tak sadar, saya selalu menomorduakan segala kebutuhan atau keinginan saya pribadi, seakan-akan takut disebut egois.

Padahal segala sesuatu yang berlebihanan termasuk menekan kebutuhan ataupun keinginan, justru bisa berakibat buruk. Terutama, ketika terpicu sedikit saja, dapat memberikan efek yang lebih besar daripada yang biasanya terjadi. Oleh karena itu, saya ingin mencoba memperbaiki segala sesuatunya mulai dari dalam diri.

Saya bertekad untuk mengubah itu semua, yaitu dengan berusaha memberikan lebih banyak penghargaan, mendengarkan lebih jauh apa yang dibutuhkan, diinginkan dari lubuk hati yang terdalam. Saya seakan disadarkan bahwa kebahagiaan itu letaknya di dalam hati, bukan sekedar dalam peristiwa ataupun sikap orang lain.

Lagipula, saya meyakini bahwa sebuah keluarga dan anak-anak yang bahagia, berasal dari ibu yang bahagia. Kondisi hati dari ibu sangat mampu menular pada seluruh keluarga. Untuk itu, saya merasa perlu melakukan perjalanan untuk diri saya sendiri.

Bukan, sama sekali bukan berarti saya menghiraukan keluarga ataupun hal utama lainnya, tapi saya merasa sesekali saya perlu memberikan liburan untuk diri saya sendiri. Saya ingin kembali terhubung dengan kedalaman hati saya untuk mencari lebih dalam arti kebahagiaan bagi saya pribadi.

Sebagaimana dikatakan oleh Ralph Waldo Emerson, "Apa yang ada di belakang kita dan apa yang terbentang di hadapan kita adalah masalah kecil dibandingkan dengan apa yang ada dalam diri kita."
Taman di dekat Gedung Sate, Bandung sebagai lokasi jogging favorit, yoghurt nikmat, sahabat tercinta dan Acer impian (sumber: ruangjepret.blogspot.com, acerid.com, flickr.com, dok.pribadi)

Perjalanan saya ini saya anggap sebagai waktu untuk "melihat dari bangku penonton" agar segala sesuatu terlihat lebih jelas. Mengapa saya sebut demikian, penonton pertandingan, misalnya sepak bola, biasanya memiliki pandangan yang lebih luas mengenai pertandingan dibanding para pemain yang di lapangan. Bukankah demikian?

Rencana saya dalam waktu dekat adalah pergi ke Bandung, bertemu dengan teman-teman masa kuliah saya dulu, menyempatkan diri untuk jogging di sebuah tempat favorit saya disana, mencicipi yoghurt kesukaan saya dan kuliner lain yang tak kalah menggoda. Perjalanan yang rencananya kemudian akan saya tuliskan di blog.

Saya yakin jika saya ditemani Acer Slim Aspire E1 yang suportif dan berdaya dengan “didukung performa Intel® Processor di dalamnya“ akan mendukung saya dalam perjalanan saya. Mulai dari kemudahan yang dijanjikan Acer Aspire E1-432 dengan tiga buah port USB, yang satu diantaranya menggunakan USB 3.0 dengan transfer data 10x lipat mampu lebih kencang dibandingkan USB 2.0. Juga terdapat sebuah card reader yang dapat membaca memori berbasis SD Card dan MMC yang memudahkan saya memindahkan gambar dari kamera.

Tak hanya itu, Acer Slim Aspire E1 juga menyertakan sebuah Webcam HD untuk keperluan streaming, video chatting dan lain-lain. Jadi, saya masih bisa dong ngobrol sambil melihat wajah anak-anak dan suami saat di perjalanan nanti.  Yang tak kalah penting adalah untuk kebutuhan konektivitas,  Acer Aspire E1-432 ini menyertakan satu buah port LAN (RJ-45) yang bisa digunakan tanpa converter apapun, serta sebuah wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n guna berselancar ke dunia maya dengan menggunakan jaringan hotspot.

Acer Slim Aspire E1 dengan daya tahan baterai dengan kapasitas 2500 mAh yang dalam beberapa pengujian mampu bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game, tentu saja akan bertahan lebih lama jika digunakan hanya untuk browsing ataupun menulis membuat saya tak perlu sebentar-sebentar harus mencari lokasi untuk charge baterai.

Rasanya Acer Slim Aspire E1 mampu memenuhi fungsi esensial notebook, tanpa mengorbankan ukuran form factor/dimensi. Bentuknya 30% lebih tipis dibanding notebook konvensional, menjadikannya tetap bersahabat untuk mobilitas yang saya butuhkan Namun, tentu saja yang menjadi daya tarik utama adalah penggunaan prosesor Intel Celeron 2955U yang sangat memuaskan dari segi efisiensi daya  (TDP 15Watt), juga performa terutama dari segi grafis jauh lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

Sebagaimana pertemuan reuni, saya juga ingin donk kelihatan keren. Trus apa donk yang bisa bikin saya bisa begitu? Tentu saja artinya bersanding dengan Acer Aspire E1-432 yang  “tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya”. Setuju atau setuju banget? Hehehe ^_^

Inget nih, gak boleh makan coklat itu bisa bikin sensitif, tapi jangan sampe kelupaan makan pepaya. Gak ada lagi what if atau seandainya, yang ada bergerak aktif dan merasa bahagia. Yuk berdoa yang positif, biar dapet notebook Acer Slim Aspire yang super gaya! 

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”





 

Wednesday, 6 November 2013

Acer Slim Aspire E1 untuk Kerja Pantang Menyerah, Waktu Keluarga Makin Meriah


Ibu bareng kakak Aylaa dan adik Sandya yang keukeuh pengen pegang mouse (dok.pribadi)

"Buah jatuh tak akan jauh dari pohon." Sebuah peribahasa yang berarti sifat anak tidak jauh dari orangtuanya. Mungkin itu juga gambaran dari saya dan anak-anak. Pekerjaan saya yang tak jauh-jauh dari notebook atau netbook berujung pada anak-anak yang punya keingintahuan besar terhadapnya.
 
Tapi sebelumnya, saya mau semua menyapa emak-emak keren binti kece dari Kumpulan Emak Blogger. Salam salut untuk semua emak yang jadi peserta kompetisi, juga untuk yang jadi penyemangat dalam #30HariBlogChallenge.Ajang yang diadakan Kumpulan Emak Blogger dan Acer Indonesia yang baru saja mengeluarkan produk terbarunya Acer Aspire E1 Slim Series, yang didukung oleh  performa  Intel® prosesor didalamnya. Mulai dari Intel® Celeron® dan Core™ i3, dan 30% Lebih Tipis.

Nah, untuk tema minggu ketiga ini sepertinya buat saya dan keluarga banget. Jadi apa donk temanya? Ini nih mak:  "Slim Aspire E1 handal buat kerja, Asyik untuk bermain bersama keluarga"

Kembali ke bahasan awal, sejak bekerja secara freelance, saya memang lebih banyak melakukan aktivitas kerja di rumah, sehingga anak saya sangat terbiasa melihat saya menggunakan notebook atau netbook untuk bekerja. Selain itu, saya sesekali bekerja di sekolah saat menunggu anak saya ataupun ke tempat lain, misalnya ketika harus bertemu dengan klien atau rekan.

Kalau soal ketangguhan Acer yang menemani saya sepertinya sudah tidak diragukan lagi. Apalagi kalau menggunakan calon andalan saya Acer Aspire E1-432 pastilah kinerja saya makin oke. Oh ya, Kisah lengkapnya di artikel minggu kedua saya Acer Notebook Acer Slim Super Enteng, Mobilitas dan Online Emak Makin Mentereng

Nah, bagaimana dengan penggunaan notebook  Acer E1 Sllim series untuk keluarga, termasuk anak-anak? Tentunya bakalan makin seru. Selama ini anak-anak saya yaitu Aylaa (7tahun) dan Sandya (2 tahun) memang sudah sangat terbiasa dengan notebook ataupun netbook yang saya gunakan untuk bekerja sehari-hari.

Memang sih, saya sempat ragu, apakah anak-anak boleh diperkenalkan komputer sejak dini. Ada berbagai pendapat ahli yang setuju, juga ada yang bertolak belakang. Alasan-alasan yang mereka kemukakan pun masuk akal.

Salah seorang yang mendukung perluasan pemakaian komputer sampai ke kelompok usia bayi dan batita, antara lain ialah Douglas H. Clements, profesor matematika, anak usia dini, dan pendidikan komputer dari Department of Learning and Instruction, The State University of New York di Buffalo.

Menurut Clements, anak usia 1-2 tahun bisa duduk di pangkuan seseorang dan berinteraksi dengan orang itu dan dengan apa yang ada di layar monitor. Ia memandang, jika si anak menikmati pengalaman tersebut dengan duduk di pangkuan seseorang sambil menggunakan komputer dan terlihat mampu berinteraksi dan terlibat, maka manfaatnya akan sama seperti ketika sedang membaca buku atau bermain balok bersama.


Kakak Aylaa kalo udah di depan notebook, bisa lebih serius dari ibu (dok.pribadi)
Sebaliknya, David Elkind Ph.D, professor of child development at Tufts University, Massachussets, mengungkap kehawatirannya bahwa anak-anak mengalami pemaparan visual berlebih dibandingkan stimulasi peraba ataupun suara. "Anak-anak kehilangan pengalaman belajar dasar secara keseluruhan jika mereka sangat terpaku pada dunia maya," ujar Elkind sebagaimana dikutip dari cbsnews.com
                                
Komputer juga dianggap juga tidak sesuai dengan gaya belajar anak di bawah usia tiga tahun, dan bukan pilihan yang baik untuk perkembangan keterampilan anak usia di bawah tiga tahun. Hal ini dikemukakan oleh Susan Haugland, profesor pendidikan anak usia dini pada Metropolitan State College di Denver dan Presiden K.I.D.S & Computers, lembaga yang memberi pelatihan untuk guru komputer.

Sejak usia tiga tahun, Aylaa sudah mampu mengendalikan mouse pada laptop untuk game sederhana. Sementara, Sandya sudah bisa melakukannya sekarang pada usia dua tahun. Dengan berbagai pertimbangan, saya memilih untuk memperkenalkan mereka komputer sejak awal dengan pengawasan. Menurut saya, lebih banyak hal positif yang dapat diambil.

Saat ini, Aylaa diperbolehkan memainkan beberapa permainan yang sudah di install di notebook ataupun secara online, beberapa jam pada hari Sabtu-Minggu, dengan saya atau Ayahnya tetap mendampingi. Sementara Sandya masih terbatas pada menonton video lagu anak-anak ataupun kartun selama beberapa menit. Kemudian, suami saya lebih sering memanfaatkan notebook untuk bermain game ataupun menonton film secara streaming.Bisa dibilang notebook ataupun netbook sudah menjadi bagian dari hiburan keluarga kami bersama.

Tentunya kehadiran Acer Aspire E1-432 yang dapat membuat “tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya” akan disambut hangat didalam keluarga kami, baik untuk saya kerja dan ngeblog, juga anak-anak sebagai sarana belajar dan hiburan.
Acer Aspire E1-432 kehadirannya sudah dinanti keluarga kami nih ^_^ (acerid.com)
Saya teringat kalimat dari Kahlil Gibran dalam tulisannya "Anakmu bukanlah Milikmu" :

Anakmu bukanlah milikmu,

mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.


Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,

mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu. 

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.


Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,

sekalipun dalam mimpimu.
.....


Tulisan itu seakan mengingatkan saya bahwa anak-anak tidak boleh dikekang dari perkembangan teknologi karena mereka akan hidup di zaman yang berbeda dengan kita saat ini. Kemajuan teknologi kini sudah tak terbatas pada hitungan tahun ataupun bulan, perkembangannya bisa dibilang terjadi dalam hitungan hari atau menit, bahkan detik. Memperkenalkan anak-anak dengan teknologi, menurut saya, adalah hak mereka sebagai generasi mendatang.
Ayah dan Sandya, kompak berdua nonton video tentang mobil dan pesawat (dok.pribadi)
Bagaimana dengan stimulasi fisik yang dikhawatirkan berkurang lantaran bermain di depan komputer ataupun alat teknologi lain? Saya sih tidak terlalu khawatir. Anak-anak saya masih senang bermain sepeda di lapangan, ataupun sekedar berlari-lari main kejar-kejaran. Atau, Sandya yang menghabiskan waktu bermain dengan mobil-mobilan kesayangannya, dan Aylaa yang main masak-masakan dengan dedaunan bersama sepupunya di kebun samping rumah Mbah kakungnya. Alhamdulillah, anak-anak meski suka dengan berbagai hiburan yang ditawarkan teknologi, namun tidak terlalu berlebihan.

Saya pribadi memiliki cita-cita agar anak-anak dapat menimba ilmu ataupun karir di bidang web, seperti web developer/programmer ataupun web designer. Dunia yang menjanjikan kreativitas dan kedinamisan yang tanpa batas. Tentu saja, saya sih gak akan maksa karena anak-anak memiliki minatnya masing-masing. 

Ingat mak, mangga mentah jangan dikunyah. Apalagi kalau bergetah. Menang kalah sudah lumrah, jangan menyerah terus melangkah. Yuk ah berdoa tak kenal lelah, insya Allah dapat notebook berkah! Aamiin.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”

Thursday, 31 October 2013

Notebook Acer Slim Super Enteng, Mobilitas dan Online Emak Makin Mentereng

Acer Aspire E1-432 yang super enteng untuk ditenteng (sumber gambar: acerid.com)

Jika dulu pekerjaan elit dan eksklusif berarti berangkat pagi-pagi ke kantor dengan pakaian ala aksekutif muda. Kantor juga bukan kantor sembarangan, harus di perbankan atau perusahaan multinasional. Tapi, itu duluuu. Sekarang dunia tak selebar daun kelor, eh maksudnya banyak yang berubah dalam dunia karir.

Eiiitss, sebentar. Saya terlebih dahulu mau mengucapkan terimakasih lagi untuk para emak di Kumpulan Emak Blogger. Meski belum pernah bertemu muka, tapi rasa hangat dan kekeluargaannya sangat terasa. Sehingga mengikuti kompetisi blog terasa bagaikan ajang silaturahmi yang penuh dengan saling dukung.

Saat ini adalah minggu kedua lomba menulis yang diadakan Kumpulan Emak Blogger (KEB) bersama dengan Acer Indonesia, yang baru saja mengeluarkan produk terbarunya:  Acer Aspire E1 Slim Series, yang didukung oleh  prosesor Intel®. Mulai dari Intel® Celeron® dan Core™ i3, dan 30% Lebih Tipis.

Berikut tema untuk minggu kedua yang diberikan :

“Tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya, bikin mobile & online Emak makin praktis”

Terus apa hubungannya bahasan awal saya mengenai dunia karir dengan tema yang diminta untuk minggu kedua ini? Maksudnya, hari gini yang artinya kerja itu tidak lagi terbatas berangkat kerja pagi, pulang sore ke kantor. Loh maksudnya? Berbagai profesi yang berkembang di Indonesia di dunia karir, membuat pekerjaan tidak lagi terbatas pada tipikal bekerja seperti diatas.

Saya ambil contoh, salah satu pekerjaan yang berkenaan dengan dunia digital, web dan yang terkait didalamnyaa. Kini ada pekerjaan yang namanya web developer dan programmer, web designer, Ahli SEO alias search engine optimization, kemudian juga ada copy writer dan penulis web. Para pekerja ini bisa dibilang tidak memiliki jam kerja tetap, sebab internet dapat diakses 24 jam. Sebagian pekerja masih dibatasi dengan jam kantor, namun saat ini banyak juga yang memilih bekerja dari luar kantor karena hal itu memungkinkan.

Salah seorang sepupu saya adalah seorang web developer. Sebagian besar kliennya berasal dari luar negeri dengan kontrak ratusan hingga ribuan dolar setiap bulan. Namun, jangan menyalahartikan, ia berangkat ke kantor elit di kawasan perkantoran utama di Ibukota. Untuk melakukan pekerjaannya setiap hari ia cukup bersandal jepit dan berkaos oblong dengan celana pendek. Kok bisa? Sebab ia mengerjakan segala sesuatunya secara online di ruangan kerja di rumahnya sendiri.

Ada lagi, seseorang yang pernah bekerjasama dengan saya. Usianya pun lebih muda. Hanya saja ia sudah berhasil menjadi seorang CEO dari sebuah perusahaan yang didirikannya yang fokus terhadap pengembangan tema khusus web untuk e-commerce. Untuk mendukung pekerjaannya, ia merekrut beberapa web developer, designer serta copy writer yang mampu berbahasa Inggris karena tujuannya pasar internasional. Pekerja inti menetap di rumah sewa dalam satu kota. Sisanya, para pekerja dari luar kota yang berhubungan secara online. Tapi, terkadang mereka memilih kerja di sebuah kafe dengan koneksi wi-fi.

Nah, dari dua contoh tersebut diatas. Ada beberapa hal yang ingin saya garisbawahi. Pertama, pekerjaan kini tak lagi dibatasi konotasi tertentu seperti harus berangkat ke kantor. Kedua, usia kini tak lagi jadi patokan bahwa yang tua lebih berpengalaman di banding yang muda. Sebab, pada praktiknya, para tenaga-tenaga muda itu seringkali lebih mampu menyerap dengan mudah dan berkemampuan lebih baik di bidang teknologi dibandingkan yang usianya lebih tua.


Salah satu sudut favorit saya saat bosan bekerja di dalam rumah dengan Acer Aspire One andalan (dok.pribadi)
Poin ketiga adalah pekerjaan kini tak lagi terbatas ruang dan waktu. Maksud saya, pekerjaan saat ini tidak harus dilakukan di ruang kantor, atau bahkan tidak membutuhkan ruang yang dibatasi dinding. Maksudnya, kerja saat ini bisa dilakukan bermodal notebook ataupun netbook di taman, lapangan terbuka ataupun halaman luar kafe yang menyediakan wi-fi.

Nah, disinilah mengapa notebook yang ringan seperti Acer E1 Sllim series sangat berpengaruh buat kerjaan. Lah trus apa hubungannya sama emak2? Weittss..jangan salah, emak2 sekarang biar gape ngurus anak dan kerjaan rumah tangga, bukan berarti gaptek alias gagap teknologi doonk. Apalagi dengan koneksi internet yang semakin mudah dan harga terjangkau (penting banget!), emak2 makin eksis di dunia maya. Mau contoh, lirik deh emak2 kece binti keren dari Kumpulan Emak Blogger ..uhuuks :D

Trus..trus gimana tuh notebook bisa bikin mobilitas dan online emak makin bersinar? Gini loh, misalnya nih ya, saya kan emak2 juga seorang penulis dan penerjemah freelance yang kadang membutuhkan mobilitas dan kegiatan online di perjalanan, trus kalo nenteng Acer Aspire E1-432 *ngimpi dulu aja deh* maka aktivitas saya makin mudah. Sebab saya tidak lagi dibebani notebook lama yang berat, ataupun mikir bawa netbook beserta beberapa alat tambahan, seperti memori ataupun pemutar DVD eksternal, sebagaimana kisah saya sebelumnya "Notebook Tipis dengan Harga Realistis, Bikin Emak Makin Eksis"

Apalagi  untuk urusan pekerjaan, Acer Aspire E1-432 menjanjikan kemudahan, misalnya memiliki tiga buah port USB, yang satu diantaranya sudah menggunakan USB 3.0 dengan transfer data 10x lipat lebih kencang dibandingkan USB 2.0. Juga terrdapat sebuah card reader yang dapat membaca memori berbasis SD Card dan MMC yang biasa digunakan pada kamera.

Gak hanya itu, untuk display output, Acer Aspire E1-432 dilengkapi satu buah VGA port yang berguna  untuk keperluan presentasi menggunakan proyektor, dan juga sebuah HDMI port untuk menampilkan gambar pada LCD/LED eksternal dengan ukuran dan resolusi yang lebih besar, demi pengalaman multimedia yang lebih maksimal. Acer juga menyertakan sebuah Webcam HD untuk keperluan streaming, video chatting dan lain-lain. Wah ini sih lengkap buat kerja sekaligus narsis ya mak!

Lalu untuk kebutuhan konektivitas, calon andalan saya Acer Aspire E1-432 ini menyertakan satu buah port LAN (RJ-45) yang bisa digunakan tanpa memerlukan converter apapun, serta sebuah wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n untuk berselancar ke dunia maya dengan menggunakan jaringan hotspot.


Saya juga terkadang bekerja sambil menunggu menjemput anak saya dari sekolah. Anytime anywhere deh (dok.pribadi)

Jadi, saat saya ada klien ataupun acara ketemu emak2 blogger lain, ya langsung iya aja gitu. Eh, minta ijin dulu sih sama suami dan anak2, namanya juga emak2. Nah, kalau aktivitas sudah lancar gitu, kan rejeki juga makin ngalir ya kan..ya kan? Hehehe aamiin. Belum lagi ada lomba blog yang memberi syarat tertentu, seperti posting secara serentak *eh* dengan modal notebook Acer Aspire E1-432  dan hotspot ataupun  USB modem, alamat gak bakal telat donk postingnya hihihi.

Inget nih, kalo main kelereng, jangan sambil makan cireng. Apalagi nasi goreng, Mau donk tenteng notebook super enteng, supaya rejeki makin mentereng! Yuk ah mak kita berdoa lagi, biar lebih jreng ^_^

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”

Thursday, 24 October 2013

Notebook Tipis dengan Harga Realistis, Bikin Emak Makin Eksis

Acer Aspire E-1-432 yang tipis tanpa buat kantung kempis (Sumber gambar: Acerid.com)
Hai teman-teman! Assalamu'alaikum. Saya mau kasih jempol dulu buat para emak di Kumpulan Emak Blogger (KEB). Emak2nya baik-baik, cantik dan tetap berpegang teguh dengan visinya, "Kami Ada untuk Berbagi". Baru kali ini saya mengikuti sebuah komunitas online yang begitu peduli satu sama lain *peluuuk*

Selain blogger, saya juga menulis dan menerjemahkan paruh waktu. Kebutuhan saya terhadap perangkat PC bisa dibilang sebagai kebutuhan utama. Maksudnya, perangkat tersebut bukan sekedar alat  iseng-iseng atau gaya-gayaan tapi sebagai alat saya untuk menulis, berekspresi, sekaligus mencari segenggam berlian *eh*

Dengan pertimbangan spesifikasi, mobiliitas serta harga, maka saat ini saya menggunakan netbook Aspire One 522. Kenapa? Sebab beberapa aktivitas saya mengharuskan saya untuk bepergian ke berbagai tempat, sehingga menggunakan notebook pada umumnya, membebani tubuh saya yang mungil ini :D

Eksis menulis dan ngeblog dengan netbook Acer Aspire One (sumber gambar: dok.pribadi)

Lagipula saya pernah punya pengalaman tidak enak membawa notebook yang lumayan berat dalam ransel saat naik kendaraan umum. Waktu itu saya naik angkot yang agak kosong menuju tempat kerja. Saya memilih di kursi ujung, terjauh dari pintu.

Kemudian, angkot berhenti dan naiklah empat orang laki-laki. Mereka duduk menyebar, salah satu di sebelah saya. Kemudian seorang laki-laki di seberang saya mulai batuk-batuk dan mengeluarkan suara layaknya orang muntah. Anehnya, ia sama sekali tidak mengeluarkan cairan dari mulutnya. jreeng..jrengg

Laki-laki yang di sebelahnya berteriak minta tissue dan minyak angin ke penumpang lain. Saya juga ikut memperhatikan, dengan terus memeluk erat ransel saya. Sebenarnya, saya belum sepenuhnya sadar itu adalah modus pencurian.

Entahlah apa alasannya, mungkin karena penumpang tidak terkecoh, tidak lama empat pria tersebut turun. Mereka juga tidak lupa membayar ongkos. Ketika mereka turun, supirnya membenarkan mereka para pencuri berkelompok dengan modus semacam itu.

Alhamdulillah, tidak ada satu pun penumpang yang kehilangan barang-barangnya, termasuk saya. Tapi setelah turun angkot dan nyambung naik bis, saya gemetaran dan rasanya lutut lemas membayangkan kemungkinan terburuk :(

Sejak itu, saya selalu waspada saat naik kendaraan umum dan berhati-hati dengan barang bawaan. Sedapat mungkin tidak menarik perhatian orang di sekitar. Memang saat itu kan kebetulan saya bawa notebook yang  lumayan berat dalam ransel. Kemungkinan para pencuri itu tahu jenis-jenis tas yang memang berisi notebook.

Ini kebiasaan saya bawa netbook Acer saat bepergian dengan tas (sumber gambar: dok.pribadi)

Lantas, saya mengganti notebook dengan netbook karena ringkas, ringan sekaligus dapat tersembunyi lebih mudah. Terkadang, saya membawanya didalam tas wanita biasa milik saya, yang tak tampak berisi netbook. Demikian pengalaman saya selama hampir tiga tahun.

Hanya saja, kapasitas memori dari netbook lebih kecil dari notebook sehingga saya harus menggunakan memori eksternal. Kesulitan juga terkadang ketika saya harus menggunakan fasilitas pemutar DVD eksternal yang terkadang cukup membebani. Sempat terpikir untuk kembali ke notebook, tapi belum ada yang memenuhi kriteria saya. Kalaupun ada, harganya bikin saya mengurungkan niat untuk membeli.

Bagaikan Alam Berkonspirasi

Kemudian, sesuatu terjadi. Sebagaimana kutipan dari Paulo Coelho, "Bila Anda menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta berkonspirasi membantu Anda untuk mencapainya." Hehehe ciyuuss...

Pada suatu hari yang cerah, saya membaca pengumuman Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia yang menggelar "30 Hari Blog Challenge". Dengan tantangan tema minggu ke-1  “Notebook Makin Tipis, Bikin Emak Makin Produktif. Tipis Itu Nggak Harus Mahal”

Penasaran banget dong, apalagi saya sedang mengidamkan kembali menggunakan notebook ringan, ringkas tapi dengan fitur lengkap. Ternyata, Acer Indonesia baru merilis produk dengan inovasi terbaru  Acer Aspire E1 Slim Series, 30 % Lebih Tipis dengan keunggulan sebagai produk notebook yang tipis dan ringan. Wah saya makin tertarik nih, sebab sekilas kok rasanya sangat sesuai dengan tuntutan mobilitas saya.

 Ini sih notebook ringan, ringkas dan lengkap idaman saya (sumber gambar: Acerid.com)

Telusur punya telusur, jika notebook tipis lain mengorbankan beberapa fitur penting maka produk terbaru Acer Aspire E1 Series tidak demikian. Nah, makin penasaran kan?

Sebagai contoh, fitur yang sering dikorbankan untuk mendapatkan dimensi yang ringkas dari sebuah notebook adalah optical drive. Tidak demikian dengan produk teranyar ini. Pada Acer Aspire E1-432  masih dibenamkan DVD-RW yang diperlukan oleh sebagian besar pengguna dan tidak ingin repot membawa DVD-RW external. Itu kan saya bangeettttt.

Meskipun tipis, Acer Aspire E1-432 tetap menggunakan monitor LED berukuran 14 inchi dengan resolusi 1366×768 px yang cukup untuk kebutuhan office basic, browsing, multimedia, bahkan tidak masalah untuk bermain game. Berkat desain khusus ketebalan notebook ini hanya 25.3 mm saja. Sehingga dimensinya 30% lebih tipis jika dibandingkan dengan notebook konvensional lain!

Tapi, yang menjadi keunggulan utama dari notebook ini adalah penggunaan prosesor Intel 4th Gen terbaru, atau dikenal dengan kode nama Haswell. Acer melengkapi notebook ini dengan prosesor Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U dengan dua inti (dual core) dan mampu berjalan pada kecepatan 1.40 GHz. Wuuzzzzzz....

Untuk saya, spesifikasi yang kemudian sangat menarik dari Acer Aspire E1-432 adalah pegggunaan RAM DDR3 sebesar 2GB yang masih bisa upgrade hingga 8GB jika dibutuhkan untuk keperluan multitasking lebih optimal *ngeces*. Media penyimpanan harddisk SATA ukuran 500GB rasanya cukup menyimpan berbagai file saya, termasuk dalam bentuk multimedia maupun game.

Acer Aspire E-1-432 cocok juga buat para gamers (sumber gambar: Acerid.com)

Yang gak kalah penting, tentunya sarana kebutuhan konektivitas. Acer Aspire E1-432 menyertakan satu buah port LAN (RJ-45) sehingga dapat digunakan tanpa converter apapun. Ditanamkan juga wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n hingga berselancar di dunia maya dapat memanfaatkan jaringan hotspot. Emak makin eksis deh!

Satu lagi soal keunggulan Acer Aspire E1-432 yang bikin hati saya terkoyak-koyak *mulai lebay deh, rin* yaitu  keyboard model chiclet  super luas dan sangat nyaman saat digunakan, bahkan untuk waktu yang lama. Emang penting ya? Jelas penting banget. Kalau saya kembali ke notebook, pengennya bisa punya keyboard luas dan nyaman seperti itu.

Trus mahal gak sih? Dengan berbagai fitur yang ditawarkan tersebut, harga notebook Acer Aspire E1-432 dibanderol Rp.4.749.000, tersedia dalam dua pilihan warna Piano Black dan Silky Silver. Menurut saya, cukup kompetitif dengan produk-produk di kelasnya. Jadi buat teman-teman yang sedang mikir ganti notebook, ini bisa jadi pertimbangan. Serius deh. Moga-moga saya bisa segera memperoleh notebook impian agar bisa lebih produktif. Aamiin *doa kenceng*

Inget mak, tetap optimis di hari Kamis, meski wajah meringis melihat dompet makin miris. Salam manis dari emak berbaju garis-garis yang ngunyah roti sosis sambil menatap gerimis, bagaikan gadis memandang jejaka berambut klimis berkumis tipis. Aiih dramatis! Yuk ah berdoa supaya dapet notebook gratis ^_^


“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...