Pages

Monday, 18 November 2013

Halau Bad Mood dengan Fun Walk

Fun Walk alias Jalan gembira rame-rame ternyata seru ya (dok.pribadi)
Selamat hari Senin! Apa kabar teman-teman semua? Semoga sehat dan baik-baik yaa. Kalau yang ngerasa bad mood atau mood jelek, coba deh jalan-jalan. Gak perlu jauh-jauh, di sekitar rumah aja, sekitar 15-20 menit.

"Idih sok tahu amat sih". Hehehe kalau bukan karena pengalaman pribadi sih saya juga gak berani nulisnya kok. Jadi ceritanya hari Minggu kemarin saya sudah bangun pagi-pagi. Padahal suasana yang mendung-mendung gerimis sangat mengundang untuk kembali leyeh-leyeh hehehe ^_^

Kebetulan hari itu saya diajak suami untuk partisipasi dalam acara jalan gembira alias Fun walk yang diselenggarakan tempatnya bekerja. Bertepatan dengan car free day di jalan sudirman dan sekitarnya. Sempet galau, ajak anak-anak atau gak ya. Sebab, tahun-tahun sebelumnya pernah ajak kakak, yang ada repot gendong karena anaknya kecapean.

Dengan setengah mengendap-endap, akhirnya kami berdua berangkat tanpa anak-anak. Lagipula kasihan juga mereka masih tidur. Nanti yang ada bukan fun walk alias jalan gembira.

Tapiii, sesampai di lokasi acara, sempet nyesel juga sih gak bawa anak-anak. Karena ternyata konsepnya beda dari tahun2 sebelumnya. Kalo sekarang memang diperuntukkan untuk acara keluarga, jadi banyak hiburan untuk anak-anak. Jarak tempuhnya sih masih terbilang lumayan sekitar 7 km, lumayan bikin saya ngos2an karena jarang jalan jauh hihihi.

Satu lagi yang bikin nyesel gak bawa anak2 adalah jadi harus pulang cepet karena kepikiran mereka berdua cuma ditemani seorang pengasuhnya, jadi gak sempet nunggu doorprize deh..hiks.

Oh ya, kemaren ternyata banyak beberapa acara yang dilakukan bersamaan jadi rame banget di sepanjang jalan. Yang menarik adalah komunitas sepeda ontel yang memakai kostum ala pejuang kemerdekaan. Seorang yang didepan berpakaian ala Presiden Soekarno sambil berteriak merdeka. Lucunya, banyak yang menonton memberi hormat dan meneriakkan "merdeka". Sayang saya tidak sempat foto, karena ternyata sepeda ontel itu jalannya cepat juga loh.

Ajaibnya, setelah jalan gembira itu saya jadi bener-bener merasa gembira gitu. Penasaran, saya pun googling  soal manfaat jalan kaki.

Ternyata, hasilnya memang sebagaimana yang saya alami. Manfaat jalan kaki antara lain menjaga kebubagaran mental, meningkatkan kesehatan fisik, menjalin ikatan sosial jika dilakukan bersama-sama, dan juga menjelajahi lingkungan sekitar seperti ditulis dalam artikel Jalan Kaki dan Manfaat Hebatnya" dari Readerdigest Indonesia

Asal tahu saja, saya jadi ngeh beberapa lokasi di jalan Sudirman, seperti Pasar Benhil yang biasanya kalau naik kendaraan di tengah macet sih, gak bakal kelihatan.

Anyway, pengalaman kemarin sih bikin saya bertekad untuk lebih sering jalan kaki. Idealnya sih sekitar 3 kali seminggu, tapi untuk awal mungkin 2 kali seminggu aja sih udah lumayan banget hehehe ^_^

Jadi udah tahu donk apa yang bisa jadi penghalau mood jelek atau bad mood? Yuk mulai langkahkan kaki.



Saturday, 16 November 2013

ASUS Fonepad Tablet 7 Inci dengan Fungsi Telepon

Apakah teman-teman salah seorang pengguna tablet? Kalau jawabannya sebagian besar ya, maka hal itu dapat menjadi bukti semakin banyaknya pengguna tablet. Alasannya, antara lain karena harga tablet makin terjangkau di pasaran.

Hanya saja sebagian besar tablet memanfaatkan konektivitas WiFi agar dapat terhubung ke internet, padahal konektivitas tersebut belum terlalu luas. Ini dapat membatasi pengguna tablet saat berada di perjalanan atau di lokasi tertentu. Mencoba menjawab tantangan tersebut, beberapa produk tablet lain kemudian dilengkapi fitur koneksi 3G oleh vendor pembuatnya. Hal ini dimaksudkan agar tablet dapat menggunakan jaringan nirkabel dari operator seluler guna memperoleh akses internet. Nyatanya, itu tidak cukup.

Kebutuhan pengguna tablet terus meningkat. Banyak yang kemudian menginginkan tablet yang dapat melakukan panggilan suara. Hal ini yang melatari ASUS yang dikenal sebagai pemimpin global pada era digital untuk menghadirkan ASUS Fonepad, yaitu produk yang mampu menjawab peningkatan kebutuhan pengguna tablet tersebut.

ASUS Fonepad Tablet 7 Inci dengan Fungsi Telepon (sumber: asus.com)
Tablet Perdana Gunakan Intel Lexington

ASUS Fonepad adalah tablet 7 inci dengan fitur yang dapat membuat penggunanya menerima atau melakukan panggilan suara, dan mengirimkan SMS, ataupun MMS. Fitur itu yang lalu dapat membuat tablet Fonepad berfungsi layaknya ponsel pintar alias smartphone.

Tak ingin main-main, ASUS memilih prosesor Intel Atom Z2420 Lexington sebagai prosesor berkecepatan 1,2GHz dan mempunyai fitur HyperThreading guna memperkuat tablet. Hal itu menobatkan Fonepad sebagai tablet 7 inci perdana yang menggunakannya di dunia

Bermodalkan resolusi HD yaitu 1280x800 dan penggunaan panel IPS, layar 7 inci pada ASUS Fonepad  menjadikan tablet tersebut memiliki tampilan yang tajam, warna cerah dari berbagai sudut, sampai 178 derajat. Pada bagian depan tablet, ASUS membenamkan kamera 1,2MP dan kamera 3MP auto focus di bagian belakang ASUS Fonepad, yang bisa digunakan merekam video dengan resolusi HD 720p.

Untuk memperkuat kesan elegan dari ASUS Fonepad, tablet yang tersedia dalam dua warna, Titanium Gray atau Champagne Gold itu,  menggunakan casing dengan bahan metallic finish. Hasilnya, desain minimalis, rapi, minus port atau konektor yang terlalu banyak disekeliling body tablet, dengan penempatan slot MicroSD dan Micro SIM card tersembunyi di bagian dalam penutup belakang yaitu bagian atas Fonepad. Inovasi desain tersebut seakan menegaskan desain ASUS Fonepad yang sudah layak disebut sebagai tablet kelas premium.
 




Tablet dengan Kapasitas Penyimpan Data Maksimal

Guna penyimpanan data ASUS Fonepad, tablet 10 finger multi-touch dengan basis Android 4.1 Jelly Bean itu menyediakan penyimpanan 8 atau 32GB, yang masih bisa diekspansi hingga 32GB lagi melalui slot MicroSD. Jika masih belum cukup, maka ASUS menyediakan 5GB online storage yang dapat dipakai dengan gratis tak terikat waktu oleh penggunanya.

Media penyimpanan dengan basis cloud itu juga memiliki fitur Webstorage Office yang dapat membuat  pengguna membuka, membuat atau mengedit, hingga melakukan sharing dokumen dalam bentuk MS Word, Excel juga PowerPoint dari Fonepad, tanpa terlebih dahulu melakukan instalasi Microsoft Office. Cocok untuk teman-teman yang membutuhkan mobilitas tinggi dalam bekerja.

Salah satu yang mengganggu adalah ketika kita harus bolak balik charge karena masa aktif yang pendek. Namun, jangan khawatir, baterai sebesar 4270mAh dari ASUS Fonepad memungkinkan penggunanya mampu memainkan video beresolusi HD 720p tak tanggung-tanggung, tahan hingga 9,5 jam. Pengguna yang  melakukan panggilan telepon dengan ASUS Fonepad melalui jaringan 3G, maka baterainya mampu bertahan hingga 31 jam. Kereeen deh ASUS Fonepad Tablet 7 inci dengan fungsi telepon ini.

Pertanyaan pamungkas adalah berapa harganya tablet 7 inci dengan fungsi telepon tersebut? Saat ini ASUS Fonepad dibanderol dengan harga terjangkau yaitu Rp2.999.000 untuk kapasitas 8GB dan Rp3.699.000 untuk kapasitas 32GB. Jadi, siapa yang segera ganti tablet?







Thursday, 14 November 2013

Emak Aktif dan Bahagia Bersama Acer Slim Aspire E1 yang Suportif dan Super Gaya

Saya ditambah Acer Aspire Slim Aspire E1 sama dengan emak aktif dan bahagia (gambar: dok. pribadi, acerid.com)
Tidak salah rasanya menyebut para wanita dengan berbagai perannya disebut para super woman. Bayangkan, sejak bangun pagi hari hingga malam hari tak terhitung berbagai peran yang dilakukan. Mulai dari petugas beres-beres rumah, tukang masak, pengasuh anak, antar jemput sekolah, wanita karir atau pekerja paruh waktu, atau blogger dan lain sebagainya. Itu sebabnya menurut saya, seluruh emak itu sudah pasti aktif.

Terus bagaimana donk agar menjadi emak yang bahagia? Wah ini penting banget. Jangan sampai kebahagiaan emak dikesampingkan.

Eits, sebelum mulai cerita lebih lanjut, saya mau menyapa dulu emak-emak di Kumpulan Emak Blogger. Salam kebersamaan dari saya. Tetap semangat untuk mengikuti ajang #30HariBlogChallenge yang diadakan oleh Kumpulan Emak Blogger dan Acer Indonesia.

Nah ini pertanyaan yang menjadi tema di minggu ke-4 yang jawabannya gak sabar saya tuliskan: "Mengapa saya layak memiliki Acer Slim Aspire E1, yang didukung oleh  prosesor Intel®. Mulai dari Intel® Celeron® dan Core™ i3, dan 30% Lebih Tipis."

Saya awali jawaban saya dengan sebuah pertanyaan. Jika kita sebagai seorang anak, istri dan ibu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk membahagiakan keluarga, mengapa tidak untuk diri sendiri?

Selama ini kita para emak selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga, misalnya makanan, air minum, sekolah dan lain-lain, termasuk ketika keluarga kami memutuskan untuk menggunakan Acer Aspire One sebagaimana dalam tulisan "Notebook Tipis dengan Harga Realistis, Bikin Emak Makin Eksis" dan "Acer Slim Aspire E1 untuk Kerja Pantang Menyerah, Waktu Keluarga Makin Meriah"  

Demikian pula ketika saya bekerja dan berusaha memberikan yang terbaik dan memenuhi tenggat waktu yang diminta oleh klien ditemani oleh Acer seperti saya ceritakan dalam "Notebook Acer Slim Super Enteng, Mobilitas dan Online Emak Makin Mentereng". Intinya, agar semua orang puas dan bahagia.
Selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga (dok.pribadi)

Sebuah peristiwa melow pada akhir pekan kemarin kemudian membuat saya berpikir lebih dalam mengenai arti kebahagiaan. Sebagai ibu rumah tangga, baik yang bekerja di kantor ataupun paruh waktu, atau kegiatan lain, bisa sangat mudah "tenggelam" diantara kebutuhan, keinginan ataupun tuntutan orang di sekitar, sehingga terkadang membuat emak mengesampingkan kebahagiaan dirinya sendiri.

Jika sebagai emak kita berusaha memberikan yang terbaik untuk kebahagiaan orang-orang yang kita cintai, namun mengapa memberikan kebahagiaan "seadanya" untuk diri sendiri? Tak sadar, saya selalu menomorduakan segala kebutuhan atau keinginan saya pribadi, seakan-akan takut disebut egois.

Padahal segala sesuatu yang berlebihanan termasuk menekan kebutuhan ataupun keinginan, justru bisa berakibat buruk. Terutama, ketika terpicu sedikit saja, dapat memberikan efek yang lebih besar daripada yang biasanya terjadi. Oleh karena itu, saya ingin mencoba memperbaiki segala sesuatunya mulai dari dalam diri.

Saya bertekad untuk mengubah itu semua, yaitu dengan berusaha memberikan lebih banyak penghargaan, mendengarkan lebih jauh apa yang dibutuhkan, diinginkan dari lubuk hati yang terdalam. Saya seakan disadarkan bahwa kebahagiaan itu letaknya di dalam hati, bukan sekedar dalam peristiwa ataupun sikap orang lain.

Lagipula, saya meyakini bahwa sebuah keluarga dan anak-anak yang bahagia, berasal dari ibu yang bahagia. Kondisi hati dari ibu sangat mampu menular pada seluruh keluarga. Untuk itu, saya merasa perlu melakukan perjalanan untuk diri saya sendiri.

Bukan, sama sekali bukan berarti saya menghiraukan keluarga ataupun hal utama lainnya, tapi saya merasa sesekali saya perlu memberikan liburan untuk diri saya sendiri. Saya ingin kembali terhubung dengan kedalaman hati saya untuk mencari lebih dalam arti kebahagiaan bagi saya pribadi.

Sebagaimana dikatakan oleh Ralph Waldo Emerson, "Apa yang ada di belakang kita dan apa yang terbentang di hadapan kita adalah masalah kecil dibandingkan dengan apa yang ada dalam diri kita."
Taman di dekat Gedung Sate, Bandung sebagai lokasi jogging favorit, yoghurt nikmat, sahabat tercinta dan Acer impian (sumber: ruangjepret.blogspot.com, acerid.com, flickr.com, dok.pribadi)

Perjalanan saya ini saya anggap sebagai waktu untuk "melihat dari bangku penonton" agar segala sesuatu terlihat lebih jelas. Mengapa saya sebut demikian, penonton pertandingan, misalnya sepak bola, biasanya memiliki pandangan yang lebih luas mengenai pertandingan dibanding para pemain yang di lapangan. Bukankah demikian?

Rencana saya dalam waktu dekat adalah pergi ke Bandung, bertemu dengan teman-teman masa kuliah saya dulu, menyempatkan diri untuk jogging di sebuah tempat favorit saya disana, mencicipi yoghurt kesukaan saya dan kuliner lain yang tak kalah menggoda. Perjalanan yang rencananya kemudian akan saya tuliskan di blog.

Saya yakin jika saya ditemani Acer Slim Aspire E1 yang suportif dan berdaya dengan “didukung performa Intel® Processor di dalamnya“ akan mendukung saya dalam perjalanan saya. Mulai dari kemudahan yang dijanjikan Acer Aspire E1-432 dengan tiga buah port USB, yang satu diantaranya menggunakan USB 3.0 dengan transfer data 10x lipat mampu lebih kencang dibandingkan USB 2.0. Juga terdapat sebuah card reader yang dapat membaca memori berbasis SD Card dan MMC yang memudahkan saya memindahkan gambar dari kamera.

Tak hanya itu, Acer Slim Aspire E1 juga menyertakan sebuah Webcam HD untuk keperluan streaming, video chatting dan lain-lain. Jadi, saya masih bisa dong ngobrol sambil melihat wajah anak-anak dan suami saat di perjalanan nanti.  Yang tak kalah penting adalah untuk kebutuhan konektivitas,  Acer Aspire E1-432 ini menyertakan satu buah port LAN (RJ-45) yang bisa digunakan tanpa converter apapun, serta sebuah wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n guna berselancar ke dunia maya dengan menggunakan jaringan hotspot.

Acer Slim Aspire E1 dengan daya tahan baterai dengan kapasitas 2500 mAh yang dalam beberapa pengujian mampu bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game, tentu saja akan bertahan lebih lama jika digunakan hanya untuk browsing ataupun menulis membuat saya tak perlu sebentar-sebentar harus mencari lokasi untuk charge baterai.

Rasanya Acer Slim Aspire E1 mampu memenuhi fungsi esensial notebook, tanpa mengorbankan ukuran form factor/dimensi. Bentuknya 30% lebih tipis dibanding notebook konvensional, menjadikannya tetap bersahabat untuk mobilitas yang saya butuhkan Namun, tentu saja yang menjadi daya tarik utama adalah penggunaan prosesor Intel Celeron 2955U yang sangat memuaskan dari segi efisiensi daya  (TDP 15Watt), juga performa terutama dari segi grafis jauh lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

Sebagaimana pertemuan reuni, saya juga ingin donk kelihatan keren. Trus apa donk yang bisa bikin saya bisa begitu? Tentu saja artinya bersanding dengan Acer Aspire E1-432 yang  “tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya”. Setuju atau setuju banget? Hehehe ^_^

Inget nih, gak boleh makan coklat itu bisa bikin sensitif, tapi jangan sampe kelupaan makan pepaya. Gak ada lagi what if atau seandainya, yang ada bergerak aktif dan merasa bahagia. Yuk berdoa yang positif, biar dapet notebook Acer Slim Aspire yang super gaya! 

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”





 

Saturday, 9 November 2013

Lesson Learned. "Me Time" Itu Penting

Me, my self and I

Pengalaman ditinggal liburan oleh suami membuat saya sadar dua hal. Pertama, saya butuh liburan juga, SENDIRI. Ya, saya membutuhkannya.

Kedua, seringkali sebagai ibu rumah tangga, ataupun pekerja freelance yang basisnya di rumah, kita (atau saya aja ya?) menekan berbagai hal dalam diri, dengan berbagai alasan. Mulai dari penghematan, gak tega ninggalin anak lama-lama dan lain-lain. Namun, sebenarnya segala sesuatu yang berlebihan tidak baik. Mengapa? Sebab saat sesuatu ditekan berlebihan, terpicu sedikit saja, bisa berakibat besar.

Saya sendiri bertekad mengubah kebiasaan itu. Bukan berarti saya menghiraukan kewajiban atau hal-hal utama lain atau mengedepankan ego, tapi saya tidak akan lagi mengesampingkan pemenuhan untuk diri saya sendiri.

Meskipun kita sebagai manusia adalah makhluk sosial, namun ada kebutuhan untuk diri sendiri. Mohon maaf jika ini terdengar egois, saya sih sekedar mengingatkan diri sendiri.

Don't love to much. Never count on people to much. It's Allah right.

Friday, 8 November 2013

Belajar dari Sekolah Kehidupan

(dok.pribadi)
This is for them 20 somethings
Time really moves fast, you were just sixteen
This is for them 30 somethings
That didn't turn out exactly how your mom and dad wanted you to be
This is for them 40 somethings
Well raise up your glass and laugh like a motherf**ker
This is for them 50 somethings

Well, you're halfway there, baby take it to the head

Lirik lagu "Schoolin's life" dari Beyonce ini rasanya mengena banget untuk saya saat ini. Ya, sekolah kehidupan. Pada usia 20-an, berbagai hal terasa sangat cepat. Mulai dari lulus kuliah, mulai bekerja, menikah, hamil dan melahirkan.

Kemudian, pada usia 30-an, rasanya pada saat ini paling banyak yang saya pelajari dari berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidup. Sebagaimana lirik Beyonce, sedihnya saya merasa tidak dapat menjadi seseorang yang diharapkan kedua orangtua saya. Terkadang saya merasa "tenggelam" diantara berbagai kegiatan dan tuntutan, tanpa ada yang benar-benar mengerti.

Yang saya harapkan pada usia 40-an nanti saya dapat menaikkan kaca mata saya dan melihat bagaimana kehidupan itu sebenarnya, memiliki kemampuan untuk menertawakannya, sebagaimana yang dikatakan oleh Beyonce dalam lagunya.

Hingga pada usia 50-an dan seterusnya dapat menikmati segala sesuatunya.

Ok, kini saatnya mengumpulkan kekuatan, raise your head up, Rin. You have everything you need to pull yourself up.




Thursday, 7 November 2013

Sedihnyaaa Ditinggal Liburan :(

Salah satu kenyataan yang suka bikin gak enak hati saat jadi ibu rumah tangga yang saya alami adalah saat suami ke luar kota. Kalau urusan kerjaan sih saya coba ngerti, tapi sebelnya itu kantor suami saya sering banget ngadain liburan bareng. Setahun itu gak kurang dari tiga kali. Nanti ada liburan per bagian, divisi, ntar ada lagi liburan staf yang selantai...hikss :(

Jujur aja nih ya, kalo yang bakal ngerti perasaan saya itu terutama ibu2 yang pernah bekerja kemudian menjelma jadi ibu rumah tangga. Tapi, tergantung juga sih, kalo mereka masih punya waktu untuk "me time" berupa jalan2 sih beda juga ya.

Kenapa sih bete gitu rin? Hadeeuuh kalo ada yang nanya gitu, rasanya pengen tak gerus...hehehe tapi ini karena yg nanya diri sendiri, mari kita jawab. Pertama, seperti komentar di status Facebook, adalah iri. Ya iya lah, siapa juga yang gak ngiri sama liburan dibayarin. Saya juga, apalagi kalo lagi rempong sama anak2 dan urusan rumah, bayangan liburan, pantai, pegunungan, vila dsb digunakan untuk menenangkan diri.

Kedua, alasan saya bete adalah bikin saya teringat jaman saya jadi wartawan yang sering jalan2 dulu. Ya namanya jalan2 biaya sendiri kan gak bisa sesering jaman liputan dulu hiks. Apalagi kalo inget.....aaah sudahlah -__-

Ketiga, karena waktu saya untuk "me time" lebih banyak nulis karena anak2 main sama ayahnya jadi angus kalo gini. Gimana gak, kalo gak ada Ayahnya, siapa lagi yang ditempelin anak2 selain ibu. Kan biasanya Senin-Jumat itu semua sama ibu, nah Sabtu-minggu untuk main sama ayahnya gitu.

Tapi, saya juga jarang banget sih bisa "me time" keluar rumah lama. Pernah ketemuan sama temen SMA, gak sampe 2 jam, itu misscall udah lebih dari 5 kali. Coba bayangkan kalo Ibu liburan selama weekend, berapa misscall yang akan diperoleh? Silakan dikalikan..heheh kok jadi soal matematika gini :D

Anyway, daripada bete soal liburan ini, saya share aja deh foto-foto saya waktu dulu dapat pelatihan dan sempet liburan ke Eropa.*senyuum rin..senyuuuum*

Missed Berlin sooo much (dok.pribadi)

 
Saya di Paris. Kapan ya bisa balik lagi (dok.pribadi)
Venice..I loooove this city. Pengen kesana lagiiii (dok.pribadi)

Wednesday, 6 November 2013

Acer Slim Aspire E1 untuk Kerja Pantang Menyerah, Waktu Keluarga Makin Meriah


Ibu bareng kakak Aylaa dan adik Sandya yang keukeuh pengen pegang mouse (dok.pribadi)

"Buah jatuh tak akan jauh dari pohon." Sebuah peribahasa yang berarti sifat anak tidak jauh dari orangtuanya. Mungkin itu juga gambaran dari saya dan anak-anak. Pekerjaan saya yang tak jauh-jauh dari notebook atau netbook berujung pada anak-anak yang punya keingintahuan besar terhadapnya.
 
Tapi sebelumnya, saya mau semua menyapa emak-emak keren binti kece dari Kumpulan Emak Blogger. Salam salut untuk semua emak yang jadi peserta kompetisi, juga untuk yang jadi penyemangat dalam #30HariBlogChallenge.Ajang yang diadakan Kumpulan Emak Blogger dan Acer Indonesia yang baru saja mengeluarkan produk terbarunya Acer Aspire E1 Slim Series, yang didukung oleh  performa  Intel® prosesor didalamnya. Mulai dari Intel® Celeron® dan Core™ i3, dan 30% Lebih Tipis.

Nah, untuk tema minggu ketiga ini sepertinya buat saya dan keluarga banget. Jadi apa donk temanya? Ini nih mak:  "Slim Aspire E1 handal buat kerja, Asyik untuk bermain bersama keluarga"

Kembali ke bahasan awal, sejak bekerja secara freelance, saya memang lebih banyak melakukan aktivitas kerja di rumah, sehingga anak saya sangat terbiasa melihat saya menggunakan notebook atau netbook untuk bekerja. Selain itu, saya sesekali bekerja di sekolah saat menunggu anak saya ataupun ke tempat lain, misalnya ketika harus bertemu dengan klien atau rekan.

Kalau soal ketangguhan Acer yang menemani saya sepertinya sudah tidak diragukan lagi. Apalagi kalau menggunakan calon andalan saya Acer Aspire E1-432 pastilah kinerja saya makin oke. Oh ya, Kisah lengkapnya di artikel minggu kedua saya Acer Notebook Acer Slim Super Enteng, Mobilitas dan Online Emak Makin Mentereng

Nah, bagaimana dengan penggunaan notebook  Acer E1 Sllim series untuk keluarga, termasuk anak-anak? Tentunya bakalan makin seru. Selama ini anak-anak saya yaitu Aylaa (7tahun) dan Sandya (2 tahun) memang sudah sangat terbiasa dengan notebook ataupun netbook yang saya gunakan untuk bekerja sehari-hari.

Memang sih, saya sempat ragu, apakah anak-anak boleh diperkenalkan komputer sejak dini. Ada berbagai pendapat ahli yang setuju, juga ada yang bertolak belakang. Alasan-alasan yang mereka kemukakan pun masuk akal.

Salah seorang yang mendukung perluasan pemakaian komputer sampai ke kelompok usia bayi dan batita, antara lain ialah Douglas H. Clements, profesor matematika, anak usia dini, dan pendidikan komputer dari Department of Learning and Instruction, The State University of New York di Buffalo.

Menurut Clements, anak usia 1-2 tahun bisa duduk di pangkuan seseorang dan berinteraksi dengan orang itu dan dengan apa yang ada di layar monitor. Ia memandang, jika si anak menikmati pengalaman tersebut dengan duduk di pangkuan seseorang sambil menggunakan komputer dan terlihat mampu berinteraksi dan terlibat, maka manfaatnya akan sama seperti ketika sedang membaca buku atau bermain balok bersama.


Kakak Aylaa kalo udah di depan notebook, bisa lebih serius dari ibu (dok.pribadi)
Sebaliknya, David Elkind Ph.D, professor of child development at Tufts University, Massachussets, mengungkap kehawatirannya bahwa anak-anak mengalami pemaparan visual berlebih dibandingkan stimulasi peraba ataupun suara. "Anak-anak kehilangan pengalaman belajar dasar secara keseluruhan jika mereka sangat terpaku pada dunia maya," ujar Elkind sebagaimana dikutip dari cbsnews.com
                                
Komputer juga dianggap juga tidak sesuai dengan gaya belajar anak di bawah usia tiga tahun, dan bukan pilihan yang baik untuk perkembangan keterampilan anak usia di bawah tiga tahun. Hal ini dikemukakan oleh Susan Haugland, profesor pendidikan anak usia dini pada Metropolitan State College di Denver dan Presiden K.I.D.S & Computers, lembaga yang memberi pelatihan untuk guru komputer.

Sejak usia tiga tahun, Aylaa sudah mampu mengendalikan mouse pada laptop untuk game sederhana. Sementara, Sandya sudah bisa melakukannya sekarang pada usia dua tahun. Dengan berbagai pertimbangan, saya memilih untuk memperkenalkan mereka komputer sejak awal dengan pengawasan. Menurut saya, lebih banyak hal positif yang dapat diambil.

Saat ini, Aylaa diperbolehkan memainkan beberapa permainan yang sudah di install di notebook ataupun secara online, beberapa jam pada hari Sabtu-Minggu, dengan saya atau Ayahnya tetap mendampingi. Sementara Sandya masih terbatas pada menonton video lagu anak-anak ataupun kartun selama beberapa menit. Kemudian, suami saya lebih sering memanfaatkan notebook untuk bermain game ataupun menonton film secara streaming.Bisa dibilang notebook ataupun netbook sudah menjadi bagian dari hiburan keluarga kami bersama.

Tentunya kehadiran Acer Aspire E1-432 yang dapat membuat “tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya” akan disambut hangat didalam keluarga kami, baik untuk saya kerja dan ngeblog, juga anak-anak sebagai sarana belajar dan hiburan.
Acer Aspire E1-432 kehadirannya sudah dinanti keluarga kami nih ^_^ (acerid.com)
Saya teringat kalimat dari Kahlil Gibran dalam tulisannya "Anakmu bukanlah Milikmu" :

Anakmu bukanlah milikmu,

mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.


Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,

mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu. 

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.


Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,

sekalipun dalam mimpimu.
.....


Tulisan itu seakan mengingatkan saya bahwa anak-anak tidak boleh dikekang dari perkembangan teknologi karena mereka akan hidup di zaman yang berbeda dengan kita saat ini. Kemajuan teknologi kini sudah tak terbatas pada hitungan tahun ataupun bulan, perkembangannya bisa dibilang terjadi dalam hitungan hari atau menit, bahkan detik. Memperkenalkan anak-anak dengan teknologi, menurut saya, adalah hak mereka sebagai generasi mendatang.
Ayah dan Sandya, kompak berdua nonton video tentang mobil dan pesawat (dok.pribadi)
Bagaimana dengan stimulasi fisik yang dikhawatirkan berkurang lantaran bermain di depan komputer ataupun alat teknologi lain? Saya sih tidak terlalu khawatir. Anak-anak saya masih senang bermain sepeda di lapangan, ataupun sekedar berlari-lari main kejar-kejaran. Atau, Sandya yang menghabiskan waktu bermain dengan mobil-mobilan kesayangannya, dan Aylaa yang main masak-masakan dengan dedaunan bersama sepupunya di kebun samping rumah Mbah kakungnya. Alhamdulillah, anak-anak meski suka dengan berbagai hiburan yang ditawarkan teknologi, namun tidak terlalu berlebihan.

Saya pribadi memiliki cita-cita agar anak-anak dapat menimba ilmu ataupun karir di bidang web, seperti web developer/programmer ataupun web designer. Dunia yang menjanjikan kreativitas dan kedinamisan yang tanpa batas. Tentu saja, saya sih gak akan maksa karena anak-anak memiliki minatnya masing-masing. 

Ingat mak, mangga mentah jangan dikunyah. Apalagi kalau bergetah. Menang kalah sudah lumrah, jangan menyerah terus melangkah. Yuk ah berdoa tak kenal lelah, insya Allah dapat notebook berkah! Aamiin.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...