Pages

Friday, 17 October 2014

Kecerdasan Intrapersonal, Modal Penting Jadi Orang Penting

Sandya bersama salah seorang teman (dok.pribadi)
Kecerdasan intrapersonal, apakah yang dimaksud dengan itu?

Pembagian jenis kecerdasan ini merupakan teori dari Howard Gardner mengenai multiple intelligence yang menyatakan setiap orang memiliki jenis kecerdasan masing-masing.

Ada sembilan jenis kecerdasan yang diajukan Gardner dalam teorinya yaitu kecerdasan linguistik, logis-matematis, spasial, musikal, kinestetik, visual, intuitif, natural, interpersonal dan intrapersonal.

Dari sembilan kecerdasan itu, saya ingin menggarisbawahi yang terakhir yaitu kecerdasan intrapersonal. Nah, apa yang definisi dari kecerdasan intrapersonal?

Sebagaimana saya kutip dari belajar.psikologi.com yang dimaksud dengan kecerdasan intrapersonal adalah  kemampuan mengamati, memahami maksud, motivasi serta perasaan orang lain. Kepekaan terhadap ekpresi wajah, suara dan juga gerakan tubuh orang lain.

Kecerdasan ini termasuk mampu memberikan respon secara efektif saat berkomunikasi. Juga mampu masuk ke dalam diri orang lain, mengerti dunia orang lain, serta mengerti pandangan, sikap orang lain dan umumnya mampu memimpin kelompok.

Mengapa saya tergelitik menulis kecerdasan ini sebagai modal jadi orang penting? Maksud saya orang penting, termasuk diantaranya menjadi pemimpin.

Dalam sebuah artikel, Ayah Bunda pernah menulis tentang pentingnya kecerdasan intrapersonal sebagai modal masa depan yang bisa dibaca disini

Pagi ini saya melihat berita di televisi yaitu pada saat seorang calon presiden terpilih yang dengan rendah hati mengunjungi seorang calon presiden lain yang notabene lebih senior. My salute for them!!

Terutama, saat saya melihat calon presiden terpilih itu yang mampu "menundukkan" ego, bahkan saat ia berada posisi sebagai pemenang. Disanalah saya melihat kecerdasan intrapersonal yang sangat tinggi. Pemahamannya terhadap perasaan dan ego orang lain.

Ia tak segan memulai untuk menghangatkan hubungan diantara keduanya. Betapa ia memahami betapa tidak harmonis hubungan mereka berdua akan menghasilkan hal-hal yang tidak menguntungkan, tidak hanya bagi diri mereka masing-masing, namun juga bagi bangsa.

Saya pribadi sangat tidak tertarik dengan politik dan berbagai hal yang berada disekitar itu, bahkan saya pun, jarang sekali menulis dan berkomentar mengenai aksi politik di negri ini. Namun, berita pagi ini sungguh menarik perhatian saya.

Entah seperti apa nantinya gaya kepemimpinan beliau, namun yang pasti saya melihat potensi seorang pemimpin yang baik dalam diri calon presiden terpilih tersebut.

Semoga Indonesia akan lebih baik di masa yang akan datang. Itu harapan saya dan tentunya seluruh rakyat Indonesia. Amin ya robbal alamin.

*Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk memicu perdebatan, konflik dsb. Terimakasih

4 comments:

  1. Betul sekali mak. Jika tak suka, jangan diambil. Kalau mau, so be it. Anyway, tidak mesti kompensasi dalam bentuk uang 'kan ?

    ReplyDelete

Terimakasih yaa ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...