Pages

Friday, 31 January 2014

Drama Dibalik Promosi sebagai Finalis 50 Besar Srikandi Blogger 2014

Saya mendapat tugas untuk mempromosikan diri sebagai salah satu finalis dari 50 Srikandi Blogger 2014 yang diadakan Kumpulan Emak Blogger . Jadwal yang ditetapkan tgl 27 Januari 2014, jam 11 siang. Dengan kepala pusing dan badan meriang, menyiapkan bahan sebisanya sehari sebelumnya. Drama tak sampai disitu sodara-sodara!

Ternyata malam menjelang hari H, kakak Aylaa demam lebih dari 38 derajat celcius, meski sudah minum obat dokter. Jadilah mengompres sampai jam 3 pagi. Hasilnya, bangun jam 6 pagi dengan seluruh ruangan serasa berputar!! Sampe-sampe harus pegangan tangan Ayah, karena takut jatoh, padahal itu udah tiduran :(

Demam kakak udah sedikit turun pagi itu, tapi tetep harus ke dokter spesialis anak (DSA) langganan. Alhamdulillah adik Sandya sehari sebelumnya sudah ketemu DSA langganan, padahal kemarinnya juga panas sampa 39 derajat celcius.

Menjelang siang, jam 10 berangkat ke dokter. Periksa kakak dan saya. Kakak dibilang dokter, radang amandel. Sementara saya, asam lambungnya naik. Disuruh dokter istirahat dan gak boleh banyak pikiran alias stres! hiks

Jam 11 masih di RS, Alhamdulillah udah dikasih kelonggaran mundurin jadwal promosi jam 8 malem. Persiapan seadanya dan anak-anak yang sedang kurang sehat, but the show must go on!

Akhirnya, jam 8 malem mulai deh promosinya. Merasa bersyukur sudah termasuk dalam 50 Besar Srikandi Blogger, suatu kehormatan untuk saya bisa terpilih dengan para emak-emak hebat bin kece tersebut, oleh Makpan dan Makjur Kumpulan Emak Blogger yang luar biasa.

Berikut promo diri saya ditengah berbagai drama sebagai latar belakangnya. Selamat membaca :

Kehormatan untuk saya masuk dalam Finalis 50 Besar Srikandi Blogger 2014


Assalamu'alaikum wr.wb. Emak2 kece mungkin saya satu-satunya finalis ‪#‎50FinalisSB2014‬ yg promosi jam 8 malam. Alhamdulillah, saya dpt kelonggaran waktu dari makpan dari jadwal awal jam 11 siang tadi. Karena berbagai keterbatasan, saya buat sekaligus untuk Facebook dan Twitter.

Mohon maaf juga tak banyak yg bisa saya promosikan, karena rasanya memang belum banyak prestasi yg saya punya. Semoga berkenan membaca perkenalan dari saya ya mak *peluuk satu-satu*

01.Izinkan saya perkenalkan diri di malam ini | Nama, Ririn Sjafriani, istri & ibu 1 putra dan 1 putri @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

02. Maaf tak sesuai jadwal,krn antar anak ke RS | Malu rasanya promosi diri, smg tak t'sirat tinggi hati @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

03. Bagai pungguk merindukan bulan | Istilah tepat utk saya, blogger jejadian mimpi jd Srikandi Blogger @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

04.Apaan tuh blogger jejadian? | Maksudnya, saya yg belum sah jadi blogger sepenuhnya #50FinalisSB2014

05. Loh kok bisa gitu? | Kata seorang sesepuh blogger, blm sah disebut blogger sblm kopdar alias kopi darat #50FinalisSB2014

06. Padahal, eh jujur aja saya belum pernah, eh kopdar | *sungkem emak2 satu-satu* #50FinalisSB2014

07. Itu sebabnya saya kaget bgt saat masuk #50FinalisSB2014 | kalo kata emak keren asal Bandung, sedap-sedap ngeri @Emak2Blogger

08. Hampir 2 th ngeblog, ilmu msh seujung kuku | Pengalaman kerja di koran & media, beda dgn ngeblog @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

09. Jd Gimana saya gak bingung bin deg2an, disuruh promosi diri sbg blogger | *garuk-garuk tembok* @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

10. But, it ain't over untill the fat lady sing | Sempet mau mundur teratur, tp kok gak banget ya mak? @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

11. Ok, dgn ini promosi saya mulai *ketok palu* | Hehe dari tadi emang apaan, rin? @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

12. Blog saya http://fromblazertodaster.blogspot.com/ sbg inspirasi tengah mlm | Saat gundah mau menuangkan isi hati *tsaah* @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

13.Blog berisi pengalaman dg anak,menulis,lomba, kadang curhat | from working mom become full time mom @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

14. Jg terselip ttg pengalaman mengajar sbg instruktur klub menulis SD | Seru, penuh warna khas anak @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

15. Blm lama, seorg siswa kls 5 dari klub menulis mengirim tulisan | Hasil liputan acara sekolah @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

16. Selesai membaca hasilnya, air mata saya meleleh | Bukan karena tulisan anak didik saya buruk @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

17. Sebaliknya, tulisan anak didik saya itu melebihi ekspektasi saya | Kualitasnya diatas usianya @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

18. Saya baru tahu, nikmat mjd seorg pengajar | Perasaan yg tak terbeli dg uang, tak t'ganti emas permata @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

9. Saat menulis ini, air mata saya masih menetes | Terharu tiap kali saya mengingatnya *emak melow* @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

20. Ada lagi yg buat saya terharu | Saudara2 kita yg terkena musibah bbrp wkt lalu, butuh uluran tangan @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

21. Yuk bantu melalui ‪#‎KEBPeduliBencana‬ Rek BCA No.066-2857-546. a.n Irma Susanti. Konfirm 0813-8909-5599 @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

22. Jika prestasi saya msh sedikit, maka uluran tangan teman2 & emak2 semua pasti sangat besar artinya @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

23. Wah priwitan makpan udh hampir bunyi | Jgn lupa dukung blogger jejadian ini jd blogger seutuhnya ^^ @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

24. Akhir kata, terimakasih atas waktu & kesempatan | Love you all emak2 keren *ketjup satu-satu* @Emak2Blogger #50FinalisSB2014

Thursday, 30 January 2014

Perempuan dan Internet, Dua Kekuatan yang Makin Mendunia

Hanya dalam hitungan beberapa puluh tahun, teknologi internet berhasil mengubah wajah dunia. Semakin mudahnya pertukaran informasi, semakin banyak sisi kehidupan yang terpengaruh. Mulai dari pengetahuan, media, pendidikan hingga relung-relung pribadi seperti jejaring sosial.

“Cewek tahu apa sih soal internet, apalagi soal Teknologi informasi?”

Mungkin kalau kalimat itu diucapkan sekitar 10 tahun, atau bahkan 20 tahun yang lalu, bisa jadi masih ada yang menanggapi dengan jawaban, “Iya, cewek kan kerjanya yang gampang-gampang,” atau lebih tajam lagi, “Cewek itu kan memang dunianya cukup rumah dan anak-anak.”

Tapi, saya yakin, jika kalimat diatas dikatakan saat ini, maka akan segera berhamburanlah nama-nama para wanita yang berprestasi di bidang teknologi informasi.


Sumber: Hollywoodlife.com, womenandtechnology.eu dan salsabeela.com
 Di dunia internasional, Marissa Mayer merupakan salah satu yang disegani kalangan TI sebagai salah satu insinyur perempuan pertama Google. Sejak tahun 2012 menjabat sebagai Chief Executive Officer, President and Director Yahoo! Inc.

Selain itu, ada juga Joanna Shields yang sukses memimpin Facebook untuk kawasan Eropa dan kini memimpin inisiatif program investasi teknologi yang didukung pemerintah Inggris, Tech City. Ia termasuk  25 wanita paling berpengaruh dalam dunia TI di Inggris yang dirilis oleh Computerweekly.com

Sementara di tanah air, saya mengenal nama seorang wanita muda yang kerap kali dikaitkan dengan dunia TI yaitu Aulia Halimatussadiah alias Ollie. Wanita muda ini tercatat sebagai Chief Technology Officer (CTO) Nulisbuku.com, Director Tukusolution, Director Kutukutubuku.com, Chief Marketing Office Tempa Labs, juga inisiator dari StartupLokal Indonesia serta Girls in Tech Indonesia.

Saat saya bekerja di sebuah media online  nasional, sebuah survei yang dilakukan menyebutkan bahwa angka pengguna internet tercatat lebih banyak perempuan. Tak heran kini semakin banyak situs web yang mengkhususkan  diri bagi kaum perempuan, baik situs berita, komunitas ataupun toko online.



Saya merupakan salah satu dari perempuan yang bangga tergabung dari sebuah komunitas yang terbentuk berkat adanya teknologi internet, yaitu Kumpulan Emak Blogger (KEB). Wadah bagi para perempuan yang menulis blog. Semua disambut dengan hangat dalam kebersamaan khas perempuan. Sejak didirikan dua tahun yang lalu, anggota dari KEB sudah mencapai lebih dari 1.400 perempuan, berdomisili di berbagai kota tanah air dan luar negeri.

Meski tak sebesar Google ataupun Yahoo, saya yakin kekuatan dari ribuan blogger dalam KEB atau komunitas lain tak bisa dibilang kecil. Blogger semakin banyak dilirik sebagai pihak yang perlu digandeng.

Saya pribadi menulis di blog sebagai sarana aktualisasi diri sekaligus ajang berbagi. KEB memungkinkan saya menjadikan blog sebagai sarana bersosialisasi dengan sesama perempuan. Kehormatan bagi saya, masuk dalam nominasi 50 Besar Srikandi Blogger 2014. Ajang yang merupakan perhelatan ke-2 dari KEB itu seakan membenarkan bahwa perempuan dan internet merupakan dua kekuatan yang terus tumbuh.

Jika John F.Kennedy pernah mengatakan, “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu,” maka saya yakin para perempuan dalam KEB memiliki hati ksatria yang tak kalah dari para pria.

Kelak, saya yakin tak hanya yang berhasil menjadi pemenang Srikandi Blogger, namun seluruh anggota KEB, bersedia mendedikasikan diri untuk kemajuan perempuan dalam komunitas, masyarakat dan negara serta lingkup yang lebih luas lagi. Majulah perempuan Indonesia, majulah Kumpulan Emak Blogger!









Wednesday, 22 January 2014

Surat untuk Stiletto Book

Dear Stiletto Book
di
Tempat

Assalamualaikum wr.wb.


Semoga semua yang ada di Stiletto Book dalam keadaan sehat wal'afiat, tanpa kurang sesuatu apapun. Juga bebas banjir dan bencana-bencana lainnya. Aamiin.

Stilo, tahu lirik lagu "I knew I love you before I met you" dari Savage Garden? Nah, itu mungkin ungkapan yang paling tepat mewakili perasaanku terhadap Stilo. Loh kok gitu?

Aku ngaku deh, selama ini belum pernah baca buku Stiletto books, tapi membaca resensi-resensi bukunya mah lebih dari sering. Rasanya sreg banget sama hampir semua buku-bukunya yang aku bangetttt!

Itu sebabnya, saat aku merasa punya konsep naskah buku, aku pede aja ngajuin ke Stilo. Hehehe over pede ya padahal baca bukunya aja belom pernah. Tapi, aku yakin, buku Stillo pasti nggak ada yang mengecewakan. *sumpah deh, tapi nggak pake pocong*
 
Tapi tahu nggak Stilo, ini bisa dibilang tulisan pertamaku lagi di bulan Januari. Cek deh, isi blog terakhirku tanggal 3 Januari 2014. Bukan karena males. Tapi karena sejak mertuaku meninggal dunia tanggal 7 Januari lalu, kok rasanya keinginan menulis turun drastis.

Entah mengapa. Ternyata pengaruhnya lebih dari yang aku kira, mungkin karena mendadak juga kali ya. Aku menulis yang bener-bener menjadi tugasku yang tidak bisa dibatalkan serta update status di Facebook beberapa kali, tapi di luar itu, rasanya kok nggak bisa.

Sampai kemarin, aku membaca pengumuman soal menulis surat untuk Stilo. Kok rasanya pengen nulis lagi ya. Kalau kata orang Sunda mah muncul yang namanya "kereteg hate",  artinya kurang lebih perasaan yang timbul di dalam hati. Mohon koreksi kalo salah ya, maklum cuma numpang lahir di tanah Sunda ^_^

Beneran, rasanya ada dorongan dalam hati untuk menulis surat ini untuk Stilo. Rasa yang tak bisa dipungkiri atau dibendung...*tsaaaaah* Meski sebenernya kepala agak pusing, hidung mampet dan badan meriang akibat kehujanan terus beberapa hari. Eh iya, kata Mama sih kalo surat nggak boleh banyak cerita yang sedih-sedih, harus lebih banyak cerita menyenangkan.

Oh ya, kalo dari sisi interaksi dengan pembaca, Stilo bisa dibilang salah satu yang terbaik deh. Paling cepat tanggap dan asik, terutama admin Twitter. Sampe tengah malem aja, masih sering dijawab itu pertanyaan yang masuk *acung jempol*

Tiga buku terbitan Stiletto Book yang saya pengen seperti yang dimuat dalam foto adalah A Tea Cup For Writer yang bisa jadi disebut sebagai salah satu buku “wajib” untuk para penulis. Buku non fiksi lain yang bikin aku penasaran adalah Don’t Worry to be a Mommy. Dari resensi yang aku baca sih, ini juga salah satu buku yang harus dimiliki para ibu setanah air.

Nah kalo untuk yang buku fiksi, Geek in High Heels membuat aku pengen buru-buru baca. Meski novel yang lain juga nggak kalah menarik, tapi judulnya ini aja sudah bikin aku loncat ke toko buku hehehe *lebay*

Asal Stilo tahu aja, aku nulis daftar tiga buku yang diinginkan ini setelah menyortir berjam-jam, lantaran banyak sebenernya yang mau aku pilih. Coba kalo nggak dibatesin, bisa-bisa daftarnya nyaingin daftar belanja bulanan ibu-ibu :D
 
Tapi, aku punya masukan nih. Coba deh Stilo pikir, anak sekolah bagi raport aja setahun dua kali, di perusahaan ada yang namanya laporan tiap kwartal, tapi kok Stilo bikin paket diskon buku cuma pas akhir tahun huhuhu.. :( Semoga dengan ini, paket diskon buku bakal lebih sering diadain. Aamiin.

Akhir kata, semoga Stiletto Book tambah sukses menghadirkan penulis-penulis perempuan yang hebat untuk para pembaca perempuan yang tak kalah luar biasa. Aku harap hubunganku dengan Stilo bisa terus berlanjut, baik sebagai pembaca, syukur-syukur bisa dipercaya sebagai penulis.

Keep up the good work ladies!


Wassalamu'alaikum wr.wb.

Ririn Sjafriani
riens1979@yahoo.com

PS: Surat ini sungguh dibuat berdasarkan keinginan dari lubuk hati yang terdalam, dan berusaha keras tak terlihat mengiba.  

Stilooo, aku mauuuu bukuuunyaaaaa doooonk!!!!! ^_^

*Tulisan ini diikutsertakan dalam WRITING CONTEST: Surat untuk Stiletto Book

Aku dan tiga buku impian dari Stiletto Book















Friday, 3 January 2014

Kunci Utama Menulis yang Sering Terlupa


sumber gambar: wisdomvocies.com

Assalamu'alaikum. Wah posting pertama di tahun 2014! Hehe baiklah, saya mau berbagi sedikit pendapat saya tentang menulis. Bukan, kali ini bukan tentang teknik menulis karena saya pun masih pas2an. Apalagi soal menulis fiksi, ampuuuun deh, kalo ini saya kudu banyak banyaaak belajar lagi.

Kali ini saya mau cerita mengenai sebuah pemikiran ketika saya sedang baca-baca buku dan kemudian blogwalking ke blog teman-teman.

Begini loh, sejak belajar menulis di media online, saya kok jadi sadar satu hal mengenai menulis yaitu the more you give, the more you get. Mungkin kalo terjemahan bebasnya, semakin banyak memberi maka akan semakin banyak menerima.

Sebenernya sih teori saya sederhana aja, orang akan membaca atau melakukan hal lainnya, terutama jika ia merasa akan mendapatkan manfaat dari itu.

Saat saya menulis berita di web, maka berita yang paling banyak dibaca dan dikomentari biasanya yang paling dekat berhubungan dengan masyarakat. Dengan topik yang sangat beragam, dari politik, ekonomi hingga gaya hidup.

Demikian juga ketika seseorang membaca buku.Misalnya, ketika saya membaca buku tentang travelling, maka biasanya yang dicari adalah petunjuk, budaya setempat, biaya yang dihabiskan dll yang bermanfaat yang diberikan oleh penulisnya. Atau, ketika membaca kisah-kisah inspratif, maka pembaca ingin memperoleh wawasan baru dari pengalaman penulisnya.

Hal itu kemudian kembali terlintas ketika saya menulis blog. Meski tampak sebagai topik yang remeh, namun siapa sangka posting saya mengenai adik Sandya mulai minum susu pake sedotan dalam posting "Horee Adek Sudah Bisa Minum Susu Pake Sedotan!", menjadi salah satu yang paling banyak dibaca.

Selain itu, tulisan saya saat mengikuti Akber Depok yaitu mengenai seputar tugas copywriter "Ngintip Kerjaan Copy Writer yuk" tiba-tiba pembacanya meroket setelah adanya kabar mengenai copy writer yang meninggal dunia karena kelelahan bekerja. Tapi, kalau ini sih mungkin kaitannya karena berita hangat yang mengundang penasaran, bukan semata-mata topiknya dekat dengan masyarakat.


Eniwey, memang menulis, terutama di blog, seringkali sangat mudah menjadi curhat pribadi. Saya juga kerap kali melakukannya.

Namun, kini saya jadi kembali memikirkan, dari tulisan ataupun curhat saya itu, setidaknya ada sesuatu yang dapat diperoleh pembaca, baik menjadi suatu ilmu, pengalaman, kisah menarik untuk diceritakan kembali, dsb.

Jadi, apa ya yang sudah saya bagi dalam tulisan ini? Hahaha semoga teman-teman pembaca memperoleh "sesuatu" yaa ^_^

Terakhir, saya ingin mengutip lagu "Will Be Yours" yang dulu dinyanyikan oleh Boyzone yang mengilhami saya malam ini :

The more you give, the more you get
Always try not to forget
So give it all away, hey
All that you want will be yours







Thursday, 26 December 2013

Tulisan Sederhana Si Blogger Jejadian yang Mantan Reporter

Saya dengan patung siapa itu udah lupa di museum di Berlin ^_^ (dok.pribadi)

Dulu sewaktu saya baru belajar menjadi reporter, menulis sebuah artikel yang berasal dari berbagai sumber termasuk wawancara, data, angka serta dokumentasi lain, terasa begitu membingungkan. Meski lama kelamaan, menjadi kebiasaan yang tidak lagi terlalu sulit.

Biasanya, saya akan melakukan transkrip dari wawancara. Menuliskan hasil rekaman berupa kalimat-kalimat yang dilontarkan narasumber serta pertanyaan saya atau rekan wartawan yang lain. Bisa dibilang ini merupakan salah satu bagian yang bisa sangat membosankan. Kalau hanya wawancara 10-15 menit sih tidak masalah, tapi lain halnya saat wawancara memakan waktu 1-2 jam. Sampai-sampai saya dulu membayangkan ada alat yang dapat langsung memindahkan hasil audio ke dalam tulisan. Eh udah ada belum sekarang ya?

Proses kedua, kemudian melihat kembali data-data yang sudah saya miliki. Menentukan data mana yang sekiranya menjadi sangat penting, penting dan kurang penting dalam tulisan saya nanti. Selanjutnya, mulai menulis deh, ngapain lagi hehehe :D

Sebagai seorang reporter, tentu saja tulisan saya serba formal, sedapat mungkin tidak memasukkan opini pribadi dan tidak mendukung pihak tertentu. Meski untuk beberapa jenis tulisan feature, tulisan lebih informal dan pengambilang angle atau sudut pandang bisa lebih pribadi.

Saat ini tulisan saya di blog ini bisa dibilang sekitar 97 persen, jauh dari kalimat-kalimat formal dan sebagaimana tatanan semasa saya di media. Mengapa? Mau tahu aja apa mau tahu banget...hahahaha *kayak ada yang mau tahu aja, rin* :D

Saya sendiri menyebut diri sebagai blogger jejadian lantaran saya juga belum lama belajar nulis di blog. Ikut komunitas juga belum kopi darat yang katanya membuat saya belum sah jadi blogger sejati hihihi.

Dari pengalaman menulis di blog kemudian, saya belajar justru kekuatan dari menulis sebagai blogger adalah opini dan pengalaman pribadi. Bahasa yang digunakan pun lebih enak jika dibaca sebagai bahasa sehari-hari, toh kalau mau baca bahasa berita, bisa mampir di portal berita ataupun koran. Tapi, beneran ya, ini pendapat pribadi saya. kenyataannya, masih banyak blogger dengan kemampuan menulis formal yang sangat baik yang sangat saya hormati.

Sebagai salah satu blogger yang rajin mengikuti lomba, saya selalu berusaha untuk memasukkan unsur pribadi. Kalau saya tidak memiliki pengalaman atau pemikiran pribadi berkaitan dengan lomba menulis tersebut, biasanya saya tidak ngotot. Bukannya saya tidak peduli juga dengan sebagian juri yang masih menyukai bahasa-bahasa formal dengan referensi-referensi yang bahasanya bikin pembacanya mikir lama, bolak balik baca masih nggak ngerti juga, sebelum akhirnya skip itu tulisan *eh itu sih saya aja kali ya hehehe :D*

Saya percaya semua orang punya ciri khas penulisan masing-masing, juga rejekinya masing-masing. Begitu juga setiap blog atau tulisan, memiliki pembacanya masing-masing.

Untuk saya yang terpenting dari menulis adalah proses menulisnya itu sendiri, serta kebahagiaan untuk terus bisa berbagi.








Wednesday, 25 December 2013

Apa Cita-citamu, Nak?


"Aku mau jadi dokter!"

Mungkin itu jawaban paling banyak yang dijawab anak-anak, saat saya kecil dulu. Mungkin juga sampai sekarang. Entah karena memang dirasa sebagai jawaban paling mudah, paling keren atau mungkin juga paling memenuhi ekspektasi orangtua.

Saya sendiri termasuk satu diantara yang pernah mengatakan itu waktu kecil, saat ditanya mau jadi apa. Hanya saja kalo orang lain jawabnya pas ditanya di depan kelas, kalo saya ngomong langsung saat ngeliat dokter buka laci yang penuh duit. Hahahaha mata duitan sedari kecil, donk :D

Aylaa (tengah) bersama teman-temannya saat lomba menari mewakil sekolah (dok.pribadi)

Monday, 23 December 2013

Ibu, Panggilan yang Kutunggu

Ibu dan Aylaa, masih manja biarpun sudah gede (dok.pribadi)

Anakku Aylaa,
Butuh sekitar satu tahun sejak kelahiranmu untuk mendengarmu memanggil Ibu
Tak terhitung berapa malam kurang tidur
Tak terhitung berapa cucian popok kotor
Tak terhitung tangan ini menampung muntah dari mulut mungilmu
Belum lagi beberapa malam di kamar rumah sakit
Saat usiamu tujuh bulan karena terkena demam berdarah
Tak terhitung lagi butir air mata yang jatuh
Kadang menetes, tak jarang keluar dengan deras
Kadang saat Ibu sendiri, juga ketika saat bersama Ayah atau Nenek dan Kakek

Ibu kadang menyesali tak terlalu ngotot saat Aylaa tidak mau lagi menyusu
Menyerah karena memang sulit menyusui diantara selang oksigen saat itu

Alhamdulillah dirimu kuat, nak
Tumbuh jadi anak yang pintar dan cantik
Dengan kulit yang halus dan putih, sebagaimana Ayah
Mata bulat dan bulu mata lentik
Alis mata sudah terbentuk indah.
Ibu baru tahu arti dari istilah alis bagaikan semut beriring dari situ
Hingga suatu hari Aylaa menyebut "Obi"
Semua orang bingung, apa artinya
Ternyata itu adalah panggilanmu terhadap Ibu
Hingga usiamu 7 tahun saat ini, Ibu masih mengingat panggilan pertamamu

Sandya, jagoan Ibu (dok.pribadi)

Anakku Sandya,
Mungkin Allah sedang menguji Ibu atau menganggap Ibu sudah lebih kuat
Sebab, perjuangan Ibu untuk mendengar celotehmu ternyata lebih berat lagi nak
Baru satu malam, Ibu memeluk dan menyusuimu
Malam kedua, Sandya harus bermalam di ruang perawatan khusus tanpa ditemani Ibu
Malam ketiga, tubuh kecilmu harus melalui tindakan medis yang membuatmu menjerit-jerit tengah malam
Lagi, tanpa Ibu disisimu
Hanya Ayah dan Kakek yang ada disana
Karena Ibu tidak akan sanggup mendengarnya

Hingga kemudian Sandya pulang ke rumah, Ibu bisa menggendongmu lagi sayang
Ragu dan kaku sekali Ibu saat itu
Amanah terbesar bagi Ibu akhirnya ada didekapan
Namun, itu hanya sementara
Tepat usia satu bulan, Ibu harus merelakan dirimu menjalani tindakan medis yang lebih besar lagi
Tak terhitung lagi air mata yang mengalir siang dan malam
Hari-hari tanpa tidur, hanya sekedar beristirahat memejamkan mata pun terkadang tak sempat
Karena Ibu bertekad tidak lagi menyerah untuk memberikan susu Ibu
Tetes demi tetes ASI Ibu kumpulkan agar Sandya semakin kuat
Kita sama-sama berjuang ya, sayang. 
Kalimat itu yang Ibu ulang-ulang dalam pikiran saat Ibu merasa lelah.
Ibu harus yakin. Harus.

Alhamdulillah Sandya diperbolehkan pulang ke rumah
Tak terkira rasa bahagia Ibu, Ayah dan semua keluarga saat itu
Terutama Ibu.
Rasanya melebihi berbagai kemenangan yang pernah Ibu alami
Melampaui berbagai rasa senang yang mungkin ditawarkan cincin berlian puluhan karat
Hingga kemudian usia 1,5 tahun akhirnya panggilan Ibu keluar dari mulut mungil Sandya
Rasanya mungkin melebihi dapat hadiah mobil mewah

Perjuangan setiap Ibu berbeda
Namun, Ibu yakin tak ada yang ringan
Kadang memang terasa lelah
Saat mendengar rengek dan tangis
Harus berjuang dengan emosi dan air mata
Semua terbayar ketika melihat binar dari bola mata kalian berdua

Kepada seluruh Ibu di dunia
Yang dipanggil dengan sebutan Mama, Umi, Bunda, Emak, Mimi dan lain-lain
Yakinlah itu sebagai sebentuk harta tak ternilai
Tak semua wanita dianugerahi amanah tersebut
Nikmati betapa polosnya canda tawa mereka
Mereka tak hanya sekedar berharap limpahan materi
Melainkan peluk cium dan dekapan penuh kasih

Selamat Hari Ibu.
Untuk para Ibu, yang akan selalu mencintai Ibu dan yang senantiasa mendoakan Ibu.


 
Love is all about you two, my babies (dok.pribadi)





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...