Pages

Showing posts with label Psikolog anak. Show all posts
Showing posts with label Psikolog anak. Show all posts

Tuesday, 9 September 2014

Sekolah Impian Itu Kini Sudah Memiliki Nama

Kakak Aylaa dan teman-teman seru-seruan di bis saat field trip (Foto: Hikmalia Prihatin)
Percayakah teman-teman tentang kebetulan? Saya pribadi tidak pernah menganggap suatu kejadian sebagai suatu kebetulan, namun ada campur tangan dari Allah SWT.

Demikianlah yang saya rasakan saat melihat sebuah sekolah di kawasan Kelapa Dua, Depok sekitar tahun 2005 silam. Saat itu saya bekerja di sebuah harian nasional, terutama di halaman keluarga yang salah satunya mengulas sekolah-sekolah.

Mulai dari ujung Jakarta barat hingga kawasan Jakarta Timur, Depok dan sekitarnya, saya jalani untuk mencari sekolah-sekolah yang saya rasa memiliki sistem pendidikan yang baik untuk anak-anak. Turun naik bis, kesulitan mendapatkan waktu wawancara hingga manajemen sekolah yang tertutup, semua saya alami saat itu. Namun, tak ada yang saya tak jalani, jika hati ini menjadi penuntunnya.

Salah satu misi saya saat itu adalah menimba ilmu sebanyak-banyaknya mengenai sistem pendidikan usia dini. Apalagi saat itu saya juga baru menikah dan berencana segera memiliki anak, sehingga bagi saya, manfaatnya juga untuk pribadi. Nyatanya memang ilmu saya soal parenting, masih benar-benar seujung kuku. Semakin saya menyelami, maka semakin sedikit rasanya yang saya sudah ketahui.
Para siswa yang super ceria (Foto: Azizah)

Pencarian saya kemudian bertumpu pada sebuah sekolah yang dari depan tidak terlalu menyolok. Gerbangnya yang agak menjorok ke dalam, membuat sulit untuk melihat ke dalam sekolah lebih jauh. Dari nomor telepon yang tertera di depan sekolah, maka saya menghubungi dan membuat janji wawancara lebih lanjut.

Singkat cerita, saya berkesempatan dengan pendiri sekolah tersebut yaitu sepasang suami istri. Ternyata sekolah ini adalah sekolah yang mereka dirikan dengan idealisme yang agak berbeda dengan sekolah lain. Kebetulan, sang istri adalah seorang Psikolog sekaligus pengajar yang sangat mencintai anak-anak.

Sekolah inklusif. Kebalikan dari sekolah eksklusif hanya untuk kalangan tertentu. Sekolah ini menerima semua anak, kecuali kekurangan mereka tidak dapat diatasi pengajar.

Disini saya bertemu dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Anak-anak yang sulit berkonsentrasi namun masih dibimbing dengan kasih sayang. Disini saya melihat ketulusan dan kesabaran para pengajar.

Begitu terkesannya saya dengan sekolah ini, hingga saya berniat untuk memasukkan anak saya ke sini nanti. Seingat saya, waktu itu saya tengah mengadung anak pertama saya.

Pengajar Berhati Mulia

Ketika anak saya, Aylaa, sudah sudah cukup umur untuk pendidikan usia dini,  saya kembali teringat dengan sekolah yang pernah saya impikan mendidik anak saya kelak. Namun, karena satu dan lain hal, rupanya anak saya belum berjodoh sekolah disana. Jaraknya lumayan jauh, sulit untuk saya mengantarkan ke sana.

Ibu-ibu guru yang luar biasa (Foto: Azizah)
Hingga tiba saatnya Aylaa masuk SD. Pencarian sekolah kembali dimulai. Berbagai persyaratan dan informasi sekolah saya kumpulkan sebanyak-banyaknya. Namun, hati saya kembali tergerak untuk mencari sekolah impian itu.

Alhamdulillah, setelah beragam proses penerimaan, anak saya berhasil masuk sekolah tersebut. Sekolah dengan program pengajaran yang menomorsatukan kenyamanan anak, tidak mendorong anak secara akademik berlebihan dan terutama para pengajar yang penuh cinta.

Salah seorang siswa sedang diajarkan berwudhu (Foto: Azizah)
Memang pada awalnya, perhatian saya sebagaimana orangtua pada umumnya terpusat pada program pengajaran. Sistem pendidikan yang akan diterapkan dan juga bagaimana target-target akademik serta prestasi yang sudah diraih para siswa. Sebagian besar harapan saya ternyata dapat dipenuhi oleh sekolah tersebut.
Seorang siswa dengan kebutuhan khusus bercakap-cakap dengan guru pendampingnya (Foto: Azizah)
Tapi, setelah beberapa lama berada di sekolah itu, saya memahami mengapa saya jatuh hati sejak awal. Disana saya melihat para pengajar yang berhati mulia. Seakan mereka punya cadangan kesabaran yang tak pernah habis menghadapi para siswa. Seolah-olah perhatian mereka hanyalah untuk anak-anak saat  mengajar dan waktu mereka dihabiskan untuk mencaritahu bagaimana dapat mendorong anak-anak untuk lebih baik di masa mendatang.

Seorang guru pendamping mengajarkan wudhu anak kelas 1 (Foto: Azizah)
Ya, itulah sekolah yang saya cari!

Program dan sistem pendidikan memang sangat penting, tapi hubungan antarmanusia tidak kalah krusial. Apalagi guru adalah salah satu role model yang dilihat anak-anak setiap hari, bisa dibilang mereka adalah sosok "pengganti" orangtua saat di sekolah. Tentu saja, saya menginginkan guru-guru terbaik untuk anak saya.

Mendidik tak hanya mengajar pelajaran namun juga termasuk membesarkan hati (Foto: Azizah)
Memang sebagaimana sekolah dan hal lain pada umumnya, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Akan ada satu dua hal yang masih perlu diperbaiki. Tapi, saya tidak mengeluh. Saya memilih berkontribusi. Sedapat dan semampu saya.

Jika mereka butuh orang yang bisa menulis, maka saya ada. Saat mereka perlu narasumber yang bisa saya kontak, tentu saya bantu. Atau, saat butuh moderator dengan kemampuan pas-pasan, saya siap. Tapi, asal jangan butuh koki atau penjahit deh, pasti saya nggak bisa hehehehe :D

Trio keren ini bukan artis loh, tapi para bapak guru yang jempolan (Foto: Azizah)
Oh ya, satu lagi yang saya peroleh dari sekolah ini, teman-teman sesama orangtua siswa yang saya kemudian anggap keluarga. Diskusi kami biasanya beragam mulai dari anak, sekolah hingga hal-hal khas ibu-ibu.

Saya bersama dengan ibu-ibu sesama orangtua siswa 
Jadi, apakah nama sekolah yang saya bicarakan sejak tadi? Nama sekolahnya adalah LENTERA INSAN-Child Development and Education Center, yang memiliki motto "Sekolah Islam Berkearifan Lokal Berwawasan Global". Disana pendidikan dimulai dari Play group, TK dan SD. Selain itu, ada juga disediakan beberapa jenis terapi bagi siswa ataupun kalangan umum yang membutuhkan.

Oh ya, sekilas tentang misi mereka yang dicantumkan di website yaitu mengoptimalkan perkembangan anak melalui berbagai kegiatan dan sarana yang dibutuhkan dengan mengintegrasikan nilai – nilai Islam dalam setiap aktivitas.

Sekolah ini tidak melulu mengenai materi pelajaran, namun kegiatan ekstra kurikulernya yang beragam mulai dari tari tradisional, klub menulis, vokal, futsal dan lain-lain, juga berhasil mengambil hati saya.

Untuk saya, sekolah yang selama ini ada dalam impian saya sudah berhasil saya temukan. Seakan saya menemukan yang saya tidak peroleh saat saya bersekolah dulu.

Kakak Aylaa di depan sekolah (dok.pribadi)
Semoga saja,  LENTERA INSAN-Child Development and Education Center akan semakin baik di masa yang akan datang. Harapan saya, kelak sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dapat menerima semua siswa dan memfasilitasi siswa berkebutuhan khusus, dibimbing para pengajar yang berdedikasi dan sejahtera. Aamiin.

Selamat belajar dan menimba ilmu yang seluas-luasnya ya, kakak Aylaa :)

*Tulisan ini diikutsertakan dalam "Give Away Sekolah Impian"


Wednesday, 11 June 2014

Sinergi Parodontax dan Blogger Mengedukasi Masyarakat tentang Kesehatan Gusi

Perkembangan dan kemudahan teknologi berkat koneksi internet seakan-akan semakin banyak menghubungkan orang-orang antar belahan dunia. Sumber informasi yang hanya berjarak satu klik (one click away) berkat internet, sehingga mampu mengubah jaringan informasi dalam masyarakat.

Demikian juga mencaritahu hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan keluarga. Jika dulu, banyak yang mengandalkan media cetak untuk memperoleh informasi seperti Koran, tabloid, ataupun brosur dari rumah sakit. Maka kini internet mempermudah pengumpulan informasi tersebut.


Selain memperluas kiprah media konvensional yang kini semakin banyak mencoba meraih pembaca melalui situs web, hal ini juga mendorong semakin terbukanya kesempatan berbagi dari para penulis yang mengusung nama pribadi di blog alias blogger.
Wuiiih kalo blogger perempuan ini udah ngumpul, ngalah2in rapat kabinet deh (dok.pribadi)
Komunitas blogger pun semakin menjamur. Tujuannya antara lain, saling mendukung dan memperluas jaringan. Untuk saya sih, hal itu banyak positifnya, sebab saya percaya segala sesuatu akan lebih mudah jika dilakukan bersama-sama dengan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama.

Salah satu komunitas blogger yang saya ikuti kemarin yang berisi emak-emak keren dan penuh prestasi (eheem ^_^), beberapa waktu lalu mengundang ke sebuah acara mengenai kesehatan gusi yang digelar oleh produsen pasta gigi, Parodontax.


Saya semangat sekali, sebab selain bisa kopi darat dengan para blogger juga sekaligus menambah ilmu. Apalagi waktu dan tempat pelaksanaan mendukung sekali.


Acaranya belum mulai, tapi udah rameee. Lihat aja mak Echa yang sadar kamera :D (dok.pribadi)
Acara yang digelar di lantai 2, Hongkong Café di Jl. Sunda, Jakarta Pusat itu dijadwalkan dimulai pukul 11.00 WIB. Saya datang sekitar 5 menit sebelum pukul 11, dan langsung naik ke lantai 2, setelah bertanya di lantai 1.

Tepat diatas tangga, sudah ada Mas Helmy yang menunggu meja dengan daftar tamu. Saya tandatangan dan diberikan materi untuk talkshow serta goodybag berupa tas kecil berisi payung dan dua produk Parodontax. Wah kebetulan memang di luar saat itu panas banget dan saya sedang tidak bawa payung. Alhamdulillah.

Eh tapi apa senengnya saya itu dipengaruhi juga oleh harum ruangan tempat acara ya. Memang sih yang datang saat itu kebanyakan perempuan, tapi masa iya sih harumnya disesuaikan, soalnya harumnya itu feminin banget dan untuk saya sih sangat bisa mempengaruhi mood, jadi seneng gitu. Apalagi, kami juga disuguhi dengan beberapa camilan serta minuman sambil menunggu acara dimulai.

Mba Desy Bachir, Mba Nina, Mba Amanda dan Drg Sandra. Semua kereeen (dok.pribadi)
Tak perlu menunggu terlalu lama, kemudian acaranya dimulai dan terlihat sangat profesional dengan mengundang narasumber yang berkompeten antara lain Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani S.Psi, M.Si, alias Mba Nina, juga drg Sandra Olivia MARS, Sp Perio dan Amanda Asfiardi, Assistant Brand Manager Parodontax GlaxoSmithKline Oral Health Care yang dipandu oleh MC yang handal, Desy Bachir.

Saya pribadi sangat mengapresiasi kegiatan dari Parodontax tersebut. Acara untuk para blogger memang kini semakin banyak diadakan, namun tidak jarang acara tersebut mengecewakan. Jujur saja, saat itu saya merasa diperlakukan dengan sangat baik sebagai tamu undangan.

Mak Icha dari Kumpulan Emak Blogger sedang berbagi mengenai pengalamannya (dok.pribadi)
Jika ada anggapan, pertanyaan dari blogger itu tidak terlalu "berat" dibandingkan para wartawan dalam talk show atau forum diskusi atau banyak yang malu-malu, maka sebaiknya berpikir ulang. Pertanyaan dari para blogger perempuan ini tak kalah berbobot loh, dan sebagian besar berebut untuk bertanya. Meski sebagian besar bertanya berdasarkan pengalaman, namun para narasumber, Mba Nina dan drg Sandra sampai kewalahan dengan pertanyaan para blogger ini loh.

Contohnya, Mak Icha dari Kumpulan Emak Blogger yang bertanya kepada Mba Nina mengenai mengenali tanda-tanda psikologis yang seringkali berefek kepada tubuh. Mak Icha mengaku seringkali mengalami tanda-tanda seperti kepala pusing ataupun sakit perut ketika putra-putrinya menghadapi ujian, atau ketika mereka akan pergi di luar pengawasan.

Psikolog anak, Mba Nina yang hobi bagi2 pengalaman dan ilmu (dok.pribadi)    
Yang kemudian dijawab Mba Nina, hal yang dialami Mak Icha harus ditelusuri lebih lanjut. Daripada minum obat yang tidak perlu, sebaiknya mengetahui sumber penyebabnya. Jika pusing atau sakit perut itu karena kecemasan, lebih baik menenangkan diri dan melakukan hal yang dapat meyakinkan diri bahwa anak-anak kita baik-baik saja.

Kemudian, disusul oleh drg Sandra yang mengungkapkan mengenai alarm tubuh yang harus diwaspadai antara lain seringkali ditunjukkan oleh mulut, antara lain gusi dan gigi. Terutama, mengingat mulut bagaikan jendela untuk segala sesuatu masuk ke dalam tubuh. Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai permasalahan gusi dan tips-tips memelihara kesehatan keluarga dalam posting berikutnya *menyusul yaa* ^_^

Oh ya, blogger sekarang itu canggih-canggih pake banget loh. Ini contohnya, mak Fadlun yang tetap online selama mendengarkan diskusi. Update di Twitter tentang diskusi ini. Aah kurang keren apa coba para blogger perempuan ini.

Mak Fadlun alias juragan cireng dari Kumpulan Emak Blogger ini tetep online sambil dengerin, jempol mak (dok.pribadi)
Terakhir, ada Mba Amanda yang cantik dari Parodontax yang bercerita lebih lanjut mengenai produk yang diklaim sebagai salah satu produk terbaik untuk perawatan gusi. Kepedulian Parodontax terhadap masyarakat, termasuk dengan usahanya membangkitkan kesadaran terhadap kesehatan gusi dan gigi ini, perlu diapresiasi.

Parodontax berusaha mendatangi berbagai lapisan masyarakat agar pesan mereka sampai dengan tepat dan luas. Para blogger perempuan ini juga termasuk diantaranya, mengingat ibu merupakan salah satu figur yang menentukan dalam keluarga, antara lain dalam menjaga kesehatan keluarga.

"Kita bekerjasama dengan pihak-pihak berkompeten, seperti asosiasi dokter gigi dan mulut, dokter gigi, parodonsia bersama-sama mengedukasi masyarakat. Juga dengan para bidan, untuk aware dengan masalah gusi, dan komunikasi langsung dengan masyarakat," kata Mba Amanda.

Menurut dia, masih banyak masyarakat yang belum memahami tentang masalah gusi. Jadi, ini merupakan salah satu kontribusi mereka untuk masyarakat.

"Kita mengundang teman-teman blogger untuk menyebarkan informasi ini. Itu sebabnya kita mengundang banyak ibu-ibu, Mama-mama blogger, karena menurut kami, ibu itu penting sekali karena dia sebagai pelindung. Memberikan pengaruh bagi anak dan keluarga," jelas dara cantik itu.

Saat ini, lanjut dia, tercatat 40% orang terkoneksi secara online, bahkan di negara maju sudah 100%. "Teman-teman blogger ini aktif sharing, sehingga edukasi lebih maksimal. Jadi, blogger ini memperingan tugas kita juga," katanya sambil memamerkan gigi putihnya. *tepok tangan untuk Parodontax*
Mba Amanda yang sukses menuai pujian dari para blogger. Cantik sih (dok.pribadi)
Kemudian, yang tak kalah penting pada akhir acara adalah foto-foto bareeeeng. Hehehe setelah berbagi informasi dalam forum yang seru, gak mungkin donk langsung bubar. Sebelum mengakhiri acara dan menyantap makan siang, seluruh peserta kita berfoto bersama donk.

Lihat donk senyumnya lebar-lebar, sepertinya antara senang dengan jamuan acara, kopi darat sesama blogger, dapat informasi baru tentang kesehatan gusi dan gigi serta ketemu para narasumber yang oke dan asik. Pokoknya, komplit plit deh.

Semoga tujuan Parodontax untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gusi semakin tinggi, jangan bosan-bosan berbagi dengan anggota masyarakat, termasuk dengan kami, para blogger. Salam sehat!

Para blogger perempuan serta pembicara dalam acara Parodontax (dokumentasi Parodontax)

*Alhamdulillah menang juara ke-2 Lomba Blogging Gusi Sehat Keluargaku bersama Parodontax






Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...