Pages

Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Thursday, 25 April 2013

Cinta Dalam Sebungkus Lumpia Basah


Sumber foto: jejakrasa.blogspot.com

Selamat soreee..Assalamualaikum semua. Apa kabar? Semoga kita sehat sentosa dan dalam lindungan Allah SWT.

Hehe apa pula judul tulisan saya hari ini ya? Kalo Garin Nugroho pernah bikin film Cinta dalam Sepotong Roti dan penulis muda, Raditya Dika punya film Cinta Dalam Kardus, nah yang saya alami ini beda lagi.

Jangan2 ada komen, idiih ganjen amat sih ibu2 ngomongin cinta2an. Eitsss jangan salah, meski udah suami istri, cinta itu harus tetap disirami, semacam tanaman gitu hehehe :)

Trus apa hubungannya sih sama lumpia basah, ada juga keujanan yang basah deh :D Sabar..sabar..mari kita mulai. Ini postingan kepanjangan intronya yah.

Ceritanya begini, saya dan suami kan udah menikah hampir 8 tahun, ditambah 4 tahun kenal (malu ah bilang pacaran, pan gak boleh pacaran kata ustad Yusuf Mansur). Jadiiii, total hampir 12 tahun deh sejak pertama kenal. Suami saya itu jauuuuh dari jenis romantis, yang suka ngasih kejutan bunga atau coklat. Apalagi bikin puisi dan bernyanyi romantis pake gitar di depan jendela hihihi, pokoknya tipe pekerja keras dan gak ngerti gombal2an, meski suka becanda sesekali juga.

Nah menjelang ulang tahun saya ke ... (maaf kena sensor ;) pada awal April kemaren, tiba-tiba suami ngajak liburan ke Puncak. Oww oww romantis dong nih. Taaapiiii, jangan salah duga pemirsaaa, liburan ini bukan tipe yang begitu. Liburan kami ke Puncak adalah bareng temen2 tim kantor suami, lengkap dengan membawa keluarga masing-masing. Termasuk saya bawa dua anak dan Papa Mama. Tapi buat jenis manusia seperti suami saya, kejutan seperti itu udah lumayaaaan banget deh :) Makasih yaa.

Jadi dimana kisah lumpia basahnya? beloooom..ini masih intronya hahahaa

Suami saya juga punya kebiasaan ngambil cuti panjang sekitar 2 minggu pas bulan April yaitu menjelang, saat dan setelah saya ultah. Kalo dulu si Kakak masih TK sih, kita bisa jalan bebas2 aja, tapi sekarang kan Kakak udah SD, jadi mana bisa ijin sesuka2 hati. Jadilah sisa cuti suami, menggantikan saya yang anter jemput Kakak ke sekolah. Nah cerita-ceritanya, berhubung suami saya tukang jajan dan pemilih makanan alias picky eater, tiap kali selesai nganter atau jemput Kakak sekolah, suami jalan2 cari makanan.

Pada suatu hari, saya sempet terucap, "Yah, lumpia basah yang di depan SMP itu kayanya enak ya,". Sebenernya lokasi SMP itu gak deket2 amat sih sama sekolah Kakak, agak beda jurusan malah. Waktu itu kita kebetulan lewat. Saya udah gitu lupa deh pernah ngomong gitu.

Suatu pagi, suami saya pamit mau ada urusan setelah nganter Kakak ke sekolah. Kebetulan memang rumah mertua saya gak terlalu jauh. Jadi suami mau nengok orangtuanya. Trus saya sibuk deh sama si Adek,mulai dari mandiin, pake baju, makan dll. Sampe akhirnya Adek bobo lagi. Suami belum pulang. Hmmm telpon gak telpon gak, iih saya kan gak mau disebut istri posesip, itu tuuuh yang suka nelp2 mulu kalo suami pergi *buang muka* *Eh jangan ada yg ambil ya, muka saya kan cuma satu* :D

Tunggu punya tunggu, suami pun pulang. Tapi, bungkusan apa itu? Tadaaa..ternyata itu adalah lumpia basah yang saya pengen yang sempat lontarkan beberapa hari lalu. Sumpaahh, lumpia itu rasanya suangaaat uenaaaaaak pagi menjelang siang itu. Mungkin karena efek laper, terkejut juga karena merasa senang diperhatikan suami.

Ya seperti itulah suami saya, memang tidak suka menggombal dan berkata-kata romantis. Dibalik pribadi pekerja keras, Ayah yang sangat baik kepada anak-anaknya, sekaligus putra yang sangat hormat kepada orangtuanya, dia adalah suami yang sangat pengertian, mendukung sekaligus suka memberi kejutan sederhana, namun sangat menyenangkan.

Seperti siang itu, cintanya tampak dalam sebuah lumpia basah yang dibalut oleh daun pisang serta dilengkapi sepasang sumpit. Lumpia dengan harga Rp 5 ribu itu nilainya beratus-ratus kali lipat di mata saya siang itu, karena lengkap dengan balutan perhatian dan kasih sayang suami. Terimakasih yaa.

Demikiaan kisah saya sore ini, moga2 dibaca sampai akhir hehehe. Selamat sore, selamat menikmati camilan sore :) 



Thursday, 14 February 2013

Valentine No, Puisi Cinta Yes :)


Assalamualaikum, selamat soreee semuaaa!! Itu yang lagi ngantuk2 di depan komputer kantor, cuci muka dulu deh atau yang lagi ngemil di rumah, bagi-bagi dooonk :) hehehe semangat amat sih maaak :D

Hari ini tanggal 14 Februari yang dirayakan oleh sebagian orang sebagai hari Valentine. Saya sih seumur-umur gak pernah tuh ikut ngerayain, karena emang buat saya gak terlalu penting juga sih.

Tapi, hari ini saya baca di pertanyaan salah satu penulis kenamaan sekaligus teknopreneur muda Ollie di Twitter yang bertanya soal puisi cinta favorit. Saya jadi teringat salah satu puisi favorit saya yang saya baca di buku Sajak-sajak Cinta dari A. Mustofa Bisri alias Gus Mus.

Pemilihan kata-katanya sederhana, tapi maknanya dalem. Cinta yang tidak menuntut berlebihan, tidak seperti cinta-cinta alay jaman sekarang yang serba hingar bingar. Penasaran gak? Hehehe saya cuplik puisi dibawah.

Etapi, ada lagi satu puisi yang menjadi favorit saya yang judulnya Dari Tupai Kepada Pohonnya. Pengandaian dalam puisi ini menurut saya luar biasa dan membuat maknanya sangat dalam. Penulis aslinya sendiri saya tidak tahu, lupa juga waktu itu copas dari mana hehehehe :) Kepada penulisnya, saya ucapkan salut saya.

Selamat menikmati puisi-puisi cinta favorit saya, teman-teman :)

Perkenankanlah aku mencintaimu

A.Mustofa Bisri

Perkenankanlah aku mencintaimu
seperti ini
tanpa kekecewaan yang berarti
meski tanpa kepastian yang pasti
harapan-harapan yang setiap kali
dikecewakan kenyataan
biarlah dibayar oleh harapan-harapan
baru yang menjanjikan

Perkenankanlah aku mencintaimu
semampuku
menyebut-nyebut namamu
dalam kesendirian pun lumayan
berdiri di depan pintu mu tanpa harapan
kau membukakannya pun terasa nyaman
sekali-kali membayangkan kau memperhatikan
pun cukup memuaskan
perkenankanlah aku mencintaimu sebisaku



Dari Tupai Kepada Pohonnya
Penulis: Anonim

Sering kuanggap dia pohon yang kuat,
Sehingga tidak sakit saat dahannya kukerat-kerat sampai bergetah
Apalah artinya keratan kecil pada pohon yang tangguh? Begitu pikirku
selalu

Sering pula aku bersandar kepadanya,
Kala lelah datang tiba-tiba

Sering pula aku menangis dibawahnya,
Dan merasakan betapa ujung-ujung dahannya menyatu memelukku

Aku sering pergi meninggalkannya, bermain-main di pohon lain
Tapi ia tetap disana, kukuh berdiri walau daunnya mengering
Dan rontok sehelai demi sehelai

Bila aku kembali, daunnya berubah lagi menjadi hijau
Segar rasanya
Sering aku berpikir dia akan jatuh
Roboh menimpaku dan membuatku mati
Dan segala prasangka itu membuatku ingin pindah ke pohon lain

Ditengah ragu, ia menawarkan sebuah lubang di batangnya untukku
bersarang
Sekarang kala hujan menderas,
Aku tahu dia diciptakan untuk aku
Dan aku diciptakan untuknya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...