Pages

Showing posts with label SUN LIFE. Show all posts
Showing posts with label SUN LIFE. Show all posts

Wednesday, 24 September 2014

Saatnya Ibu Memahami Asuransi sebagai Perlindungan Keluarga

Saya, suami dan anak-anak (dok.pribadi)
Jika sebelumnya saya membahas mengenai asuransi pendidikan serta beberapa produk bancassurance Sun Life  dalam "Mengelola Keuangan Keluarga: Saatnya Asuransi Pendidikan Jadi Pilihan" maka kali ini saya ingin berbagi mengenai menggunakan pilihan asuransi jiwa sebagai proteksi.

Kita semua berharap seluruh keluarga sehat dan selamat setiap hari. Saya sebagai seorang istri dan ibu, bahkan berdoa khusus untuk itu. Tak hanya untuk keluarga kecil saya, namun juga untuk orangtua, keluarga besar bahkan teman dan sanak saudara. Tapi, berbagai ketentuan Tuhan, tentu tak ada yang tahu.

Jalanan yang kita lalui menuju tempat kerja dari rumah saja, memiliki risiko kecelakaan. Atau, kebiasaan tak sehat yang kurang disadari, misalnya tidak suka konsumsi air putih ataupun kurang olahraga, pada suatu hari menunjukkan akibatnya. Tak ada yang bisa menebak kapan datangnya.

Tapi, bukan berarti kita langsung terbirit-birit mengiyakan tawaran asuransi sana-sini. Bukan begitu juga ya. Apalagi jika dibilang perempuan itu ogah ribet sama yang namanya angka. Eiitss, jangan salah, kalau angkanya menyangkut uang sepertinya sulit untuk tidak menaruh perhatian, iya nggak bu-ibu? ^_^

Menerima Tawaran 

Nah, suatu waktu saya ditawari asuransi all in one oleh seorang rekan saya. Didalamnya termasuk proteksi dan investasi, atau istilah umumnya unit link. Saya mengakui, saat itu pengetahuan saya tentang asuransi sangat minim dan tidak memiliki banyak waktu ataupun relasi mengenai hal itu.

Saya lebih banyak mengangguk-angguk dan menerima begitu saja tawaran tersebut. Saat itu saya ditawarkan untuk mengambil asuransi atas nama saya dan anak pertama saya yang baru berusia sekitar 2 tahun. Premi yang dibayarkan tiap bulan itu harus saya akui cukup lumayan. Namun, iming-iming hasil investasi yang disebutkan berhasil menggoda saya. Kemudian saya memutuskan untuk mengambil satu saja yaitu atas nama saya.

Selama hampir dua tahun saya membayar premi, tak banyak saya memperoleh manfaatnya. Mungkin hanya satu kali saat saya dirawat di rumah sakit dan memperoleh klaim karena sebenarnya biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh asuransi dari kantor suami saya.

Yang namanya hidup, akan ada kondisi diatas dan dibawah. Ketika itu saya dihadapkan pada kondisi tidak lagi bekerja dan pemasukan saya tidak tetap. Saya pun mulai kesulitan membayar premi yang tidak kecil tersebut.

Akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan asuransi tersebut. Memang prosesnya tak rumit dan agen asuransi yang sudah saya anggap teman itu juga tak mempersulit saya. Hanya saja, jumlahnya sangat mengecewakan. Jauh daripada premi yang sudah saya bayarkan selama ini.

Teliti dan Sesuai Kebutuhan

Perlindungan asuransi kesehatan keluarga sangat krusial (dok.pribadi)
Dari sana kemudian saya mulai rajin mengulik mengenai asuransi sebagai proteksi. Tidak, saya tidak anti unit link. Hanya saja saya lebih memilih untuk memilah proteksi dan investasi tidak lagi berada dalam satu premi yang bersamaan.

Saya sangat terbantu untuk pengobatan keluarga dari asuransi kesehatan dari kantor suami. Saya menginginkan asuransi yang nanti keluarga saya pilih sesuai kebutuhan, tidak berlebihan.

Jika dana yang kami miliki untuk membayar premi terbatas, maka antara saya dan suami, tentunya suami yang lebih utama. Mengapa? Karena suami saya sebagai kepala keluarga dan sebagai penghasil pendapatan keluarga yang utama. Begitu juga sebaliknya, kalau di keluarga yang bekerja sebagai penghasil pendapatan utama keluarga adalah ibu, berarti ibu yang perlu diasuransikan.

Ok, saya merunut lagi. Kondisi keluarga saya saat ini, untuk pengobatan, ditanggung asuransi kesehatan dari kantor suami. Kebetulan saya saat ini juga sedang bekerja, jadi otomatis saya juga memperoleh asuransi kesehatan dari kantor.

Hmmmm…jadi asuransi apa yang dibutuhkan oleh keluarga saya?

Asuransi Jiwa Berjangka

Salah satu yang tengah saya pertimbangkan adalah asuransi term life atau sering disebut dengan asuransi jiwa berjangka.

Mengutip dari Simulasiasuransi.com yang dimaksud dengan asuransi term life atau asuransi jiwa berjangka adalah salah satu produk asuransi jiwa. Produk ini memberikan perlindungan kematian dalam jangka waktu tertentu. Asuransi term life memberikan uang pertanggungan ketika tertanggung meninggal dalam masa kontrak asuransi tersebut.

Ciri dari asuransi term life adalah memiliki pilihan jangka waktu kontrak. Biasanya waktu yang ditawarkan antara 5, 10, atau 20 tahun. Selama masa kontrak, premi yang dibayarkan tetap, premi naik bila peserta ingin memperpanjang kontrak lagi.

Asuransi jiwa kok pakai masa kontrak sih? Jangan bingung ya. Sebenarnya ini terkait dengan seberapa lama kira-kira kita sebagai konsumen memerlukan proteksi. Jadi kita bebas memilih waktunya. Misalnya, keluarga saya berniat mengambil asuransi term life untuk suami dengan masa 20 tahun, yaitu hingga mencapai masa pensiun.

Mengapa demikian? Sebab, saat itu diharapkan biaya tanggunan kami tak lagi besar karena anak-anak sudah mandiri dan sekitar waktu itu, suami saya memperoleh dana pensiun yang cukup besar dari tempatnya bekerja. Kira-kira demikian pertimbangannya.

Kemudian, saat kontrak berakhir, otomatis premi akan hangus? Waah rugi donk. Memang sih asuransi term life ini tidak akan mengembalikan premi sama sekali saat kontrak berakhir, tapi apakah kita benar-benar rugi?

Asuransi sendiri awalnya adalah melindungi konsumen dari sebuah risiko. Jadi kalau tujuannya untuk melindungi diri kita dari risiko yang mungkin terjadi, ya tidak rugi juga lah ya. Yang tak terbeli adalah rasa khawatir yang seakan-akan sudah "dipindahtangankan" ke pihak asuransi.

Kalau saya sih, bersyukur tidak terjadi risiko yang dikhawatirkan. Sebaliknya, kalau terjadi risiko, kita memperoleh hak kita kan.

Nah, salah satu keuntungan asuransi term life yang adalah premi yang murah, sementara nilai pertanggungannya besar. Mengapa demikian? Sepanjang yang saya tahu, asuransi dengan berbagai kepentingan, misalnya proteksi penyakit, investasi dll, itu menyebabkan nilai premi jadi tinggi. Itu sebabnya, asuransi term life yang tujuannya hanya satu, asuransi jiwa membuat premi jadi lebih rendah.

Premi rendah sangat penting bagi saya, sebab dana yang tersedia lain bisa digunakan untuk berinvestasi. Sebagaimana yang saya sebut diatas, saya lebih memilih proteksi dan investasi berada dalam dua jalur yang berbeda. Maaf jika ada yang berpendapat berbeda dengan saya loh ya :)

Produk Tepat

Jika teman-teman sebagaimana saya cenderung pada asuransi term life, nah ini ada produk yang sudah saya incar dari Sun Life :

Produk proteksi term life dari Sun Life (Sumber: Sunlife.co.id)

  • Term Life
Tidak ada yang lebih penting dari kesejahteraan keluarga. Sudahkah Anda merencanakan untuk melindungi masa depan Anda dan keluarga Anda? PT Sun Life Financial Indonesia mempersembahkan Term Life - program asuransi jiwa yang memberikan keluarga Anda keamanan, saat ini, dan di masa depan.

Keuntungan Term Life:
  1. Keleluasaan memilih Masa Pembayaran Premi, mulai dari 5, 10, 15, atau 20 tahun.
  2. Bebas untuk menentukan pilihan cara pembayaran Premi yaitu bulanan*, 3 bulanan, semesteran dan tahunan.
  3. Dapat ditambahkan Riders (asuransi tambahan) untuk memperoleh perlindungan yang lebih menyeluruh.
Manfaat Asuransi Term Life:

Memberikan 100% Uang Pertanggungan apabila Tertanggung meninggal dunia dalam Masa Asuransi.

Syarat dan Ketentuan Asuransi Term Life:

Usia Masuk Tertanggung                         :  0 – 70 tahun
Usia Masuk Pemilik Polis                       :  Minimal 18 tahun
Uang Pertanggungan                              :  Minimal 100 juta
Masa Pembayaran Premi (MPP)             :  5, 10, 15, 20 tahun
Masa Asuransi                                         :   Mengikuti MPP

*******************************************************************************

Namun, jika teman-teman merasa kurang sreg "hanya" menggunakan asuransi term life sebagai proteksi, bisa juga kok diberi asuransi tambahan (Riders) seperti ditulis diatas.

Selain itu, ada juga produk proteksi Sun Life lain yang lebih lengkap dengan manfaat rawat inap dan perawatan intensif serta kematian, yaitu :
  • Sun MediCash
Sun Medicash untuk manfaat yang lebih lengkap (Sumber: Sunlife.co.id)
Merupakan sebuah program asuransi yang memberikan sejumlah santunan dana tunai saat Tertanggung/Nasabah menjalani rawat inap di Rumah Sakit, baik disebabkan oleh penyakit ataupun kecelakaan.

Manfaat Sun Medicash:

- Manfaat Rawat Inap.
- Manfaat ICU (Perawatan Intensif).
- Manfaat Kematian. 
- Manfaat Akhir Kontrak.

Santunan rawat inap di Rumah Sakit (Ruang Perawatan & ICU):

- Maksimal Santunan harian rawat inap: 120 hari/tahun.
- Maksimal Santunan harian rawat inap: 90 hari/penyakit.
- Santunan ganda untuk perawatan di ICU, maksimal 120 hari/tahun.*
- Manfaat Harian Rawat Inap tidak boleh lebih dari Rp1.000.000/hari.**
- Klaim tetap dibayarkan meskipun memiliki asuransi sejenis.
  • Sun Golden Life
Sun Golden Life untuk proteksi jangka pendek (Sumber: Sunlife.co.id)
Program asuransi khusus ini untuk Anda yang membutuhkan Proteksi Jangka Pendek. Dana yang tersedia dari program ini dapat dimanfaatkan oleh keluarga Anda untuk membantu memenuhi kebutuhan keuangan keluarga Anda apabila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap diri Anda.

Manfaat Sun Golden Life:

1.     Santunan meninggal sebesar 100% Uang Pertanggungan apabila Tertanggung mengalami musibah meninggal di masa asuransi.
2.     Gratis Asuransi Kecelakaan sebesar Rp50Juta.
3.     Mendapatkan potongan Premi sebesar 50% untuk pembayaran Premi perpanjangan.
4.     Dapatkan pengembalian 20% Premi tahunan jika Polis tidak diperpanjang.
5.     Tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan.
6.     Bebas memilih cara pembayaran Premi: Bulanan, Triwulan, Semesteran dan Tahunan.

Ketentuan:

Usia Masuk Tertanggung        :18 – 65 tahun
Usia Masuk Pemilik Polis       : Minimal 18 tahun
Uang Pertanggungan               : Minimal    Rp50Juta- Maksimal  Rp200Juta
Masa Asuransi                        : Satu Tahun, dapat diperpanjang sampai Tertanggung berusia 70 tahun

Syarat dan Ketentuan: 
  1. Masa tunggu untuk meninggal dunia akibat penyakit adalah 2 tahun sejak tanggal mulai berlakunya asuransi.
  2. Apabila Tertanggung meninggal dunia karena penyakit selama dalam masa tunggu, maka Sun Lifeakan mengembalikan Premi tahun berjalan yang sudah dibayarkan.
  3. Apabila Tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan selama dalam masa tunggu, maka Sun Life akan membayarkan Uang Pertanggungan Asuransi Kecelakaan sebesar Rp50 Juta.
  4. Apabila Tertanggung meninggal dunia karena penyakit setelah masa tunggu, maka Sunlife akan membayarkan Uang Pertanggungan.
  5. Apabila Tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan setelah masa tunggu, maka Sunlife akan membayarkan Uang Pertanggungan ditambah dengan manfaat Asuransi Kecelakaan sebesar 50 Juta Rupiah.
*************************************************************************
Semoga teman-teman, terutama para perempuan dan ibu-ibu di luar sana semakin memahami pentingnya asuransi jiwa, termasuk memilih yang tepat. Jangan malu-malu bertanya pada agen asuransi yang Anda temui, atau jika perlu bertanya kepada konsultan keuangan yang tidak berafiliasi dengan asuransi mana pun. Ibu yang bertugas sebagai manajer keuangan harus semakin jeli dalam memilih asuransi sebagai perlindungan keluarga.  

Selamat berasuransi!

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Menulis Sun Anugerah Caraka 2014 (kategori blogger)

Sunday, 14 September 2014

Mengelola Keuangan Keluarga: Saatnya Asuransi Pendidikan Jadi Pilihan!


Aylaa bersama Ibu dan Sandya saat wisuda TK. Ayah sedang kerja, jadi gak ikut foto deh (dok.pribadi)
Setiap orang tua pasti setuju bahwa pendidikan mempunyai peranan besar terhadap masa depan anak-anaknya. Demi mendapatkan pendidikan yang terbaik, menyekolahkan anak ke lembaga pendidikan yang terbaik sampai ke jenjang tertinggi, bisa menjadi salah satu cara agar si anak mampu mandiri secara personal maupun finansial nantinya.

Itu sebabnya saya sebagai orangtua dari dua anak, menganggap pendidikan sebagai salah satu perhatian utama dalam mengelola keuangan keluarga. Pengeluaran untuk pendidikan, bukan sesuatu yang bisa dikesampingkan atau ditunda-tunda. Bukan apa-apa, biaya untuk pendidikan saat ini bisa dikatakan tidak murah. Apalagi, jika memilih sekolah swasta.

Berbagai pertimbangan membuat saya dan suami memutuskan anak pertama kami, Aylaa untuk bersekolah di sebuah sekolah swasta. Konsekuensinya, biaya yang harus kami keluarkan untuk itu menjadi lebih tinggi jika dibandingkan dengan sekolah negeri yang notabene mendapat dukungan dari pemerintah.

Saat ini Aylaa duduk di kelas tiga, artinya dalam tiga tahun mendatang, akan masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara adiknya, Sandya, saat ini hampir berusia 3 tahun, artinya tahun depan saya bersiap untuk memasukkan ke Taman Kanak-kanak, dan dua tahun mendatang, masuk SD.

Nah, itu juga berarti, tiga tahun mendatang, kedua anak saya akan memasuki jenjang pendidikan yang baru. Hmmm biaya yang dibutuhkan tentu tak sedikit bukan?

Aylaa bersama teman sekelas dan guru-guru tercinta (Foto: Azizah)
Tapi, sepertinya saya tak sendiri. Setiap pergantian tahun ajaran rasanya tak sedikit orang tua yang dihadapkan pada masalah biaya pendidikan. Terlebih bila ada anak-anak harus masuk sekolah baru dengan jenjang pendidikan lebih tinggi, maka harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam.

Beberapa contoh yang saya temui, tak lepas dari permasalahan ini. Seorang ibu dari tiga orang anak, sebut saja namanya,Anti, seorang karyawan bank swasta ternama di Indonesia. Meskipun sang suami, seorang wiraswasta, tetap saja setiap pergantian tahun ajaran baru kerap kali membuatnya bingung.

“Memang kita sudah mempersiapkan dana pendidikan untuk anak-anak. Tetap saja, biaya yang kita siapkan seringkali tidak mencukupi. Apalagi, biaya sekolah makin tinggi setiap tahun,” keluh Anti.

Salah seorang rekan saya yang tergolong memiliki kemampuan finansial yang cukup, Rina mengungkapkan bahwa ia membuka tabungan pendidikan untuk anak semata wayangnya yang berusia lima tahun, pada salah satu bank swasta di Indonesia. Ia mengaku telah menabung sejak putranya berusia satu tahun.

Awalnya, uang tersebut akan digunakan ketika anaknya masuk SD. Namun, Rina mengundurkan rencana menggunakan dana tabungan tersebut hingga masuk SMP. “Rencananya dana itu akan saya gunakan untuk masuk SMP saja. Selain itu, rencananya saya juga akan ikut salah satu asuransi pendidikan,” ujarnya.

Saya dan orangtua seperti Anti dan Rina, kini memang banyak memperoleh informasi mengenai berbagai produk investasi bagi orangtua yang ingin menyiapkan dana pendidikan untuk anak-anaknya. Ada dua jenis secara umum yaitu tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan.

Di sekolah, kakak Aylaa ikut kegiatan ekstrakurikuler menari (dok.pribadi)
Pada sebuah wawancara saya dengan seorang perencana keuangan ternama beberapa waktu silam, saya memperoleh penjelasan yang lumayan lengkap. Disebutkan, tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu sebuah investasi yang khusus dipersiapkan untuk mencukup biaya pendidikannya nanti.

Jika tabungan pendidikan, tak berbeda dengan tabungan pada umumnya. Hanya saja, tabungan ini biasanya tidak bisa diambil sewaktu-waktu, namun sesuai dengan kesepakatan awal untuk jangka waktu. Misalnya, orangtua menabung untuk 1 tahun atau 3 tahun dst. Biasanya, bunga yang ditawarkan juga sedikit lebih tinggi dari tabungan biasa.

Untuk asuransi pendidikan, ia menjelaskan, pada dasarnya sesuai dengan produk dasarnya asuransi. Yaitu lebih tepatnya asuransi jiwa, maka asuransi pendidikan ini sebetulnya tidak berbeda jauh dengan produk asuransi jiwa lainnya. Program yang akan memberikan manfaat jika terjadi risiko kematian.

Manfaat yang diterima biasanya adalah santunan dan hasil investasi untuk biaya pendidikan. Namun jika tidak terjadi risiko kematian, maka asuransi akan memberikan sejumlah beasiswa pendidikan yang tidak lain berasal dari investasi berupa premi yang sudah dibayarkan.

“Salah satu keuntungan dari asuransi pendidikan ialah hasil investasi yang relatif lebih tinggi dari tabungan,” ujarnya. 

Bantu Tentukan Target

Saya semakin tertarik mengenal asuransi pendidikan. Rupanya, asuransi jenis ini juga dapat membantu orangtua mencapai target biaya yang dibutuhkan. Tapi bagamana caranya?

Pertama, tentukan biaya yang diperkirakan akan dibutuhkan anak ketika masuk ke tingkat sekolah tertentu. Misalnya, anak akan masuk SD, SMP, SMU dan seterusnya. Jika angka perkiraan sudah ada, maka bisa ditentukan premi yang harus dibayar orangtua. Saya yakin untuk premi ini, para agen asuransi akan dengan senang hati membantu.

“Yang seringkali dilupakan orangtua ialah perbedaan biaya sekolah akan berbeda pada 10-20 tahun mendatang. Jadi harus diperhitungkan juga kenaikan biaya sekolah setiap tahunnya,” jelas konsultan keuangan itu.

Saya saat wisuda Sarjana :) Tentunya saya ingin anak-anak pendidikannya lebih tinggi (dok.pribadi)
Misalnya, jika saya ingin menyiapkan biaya untuk anak saya Aylaa untuk masuk SMP, maka harus menghitung perkiraan biaya tiga tahun mendatang. Jangan kaget, jika peningkatan biaya masuk sekolah setiap tahun bisa naik lebih dari 10%. Jadi, kalau mempersiapkan biaya untuk tiga tahun yang akan datang, berarti harus lebih tinggi sekitar 30% dari biaya saat ini. Hmmm bagaimana mempersiapkan untuk Aylaa kuliah nanti yaa -__-

Tapiiii, saya juga kemudian juga diingatkan bahwa sebagai produk asuransi, maka asuransi pendidikan adalah investasi ini tidak bisa dicairkan setiap saat. Investasi ini baru bisa dicairkan dengan dua kondisi. Pertama, yaitu apabila telah jatuh tempo, dan yang kedua yaitu jika terjadi risiko kematian. Jatuh temponya sendiri bisa diatur dan disesuaikan dengan jadwal pendidikan anak-anak, agar anak masuk sekolah, pas uangnya cair. Mudah kan?

Memilih dengan Tepat

Sebagai orangtua zaman digital, internet tentunya menjadi salah satu tempat saya menimba berbagai informasi. Dari sana, saya memperoleh beragam informasi. Situs web PT Sun Life Finansial Indonesia adalah salah satu yang menarik perhatian saya karena menawarkan beragam asuransi pendidikan.

Dari kanal-kanal yang tersedia, saya kemudian memilih kanal Produk dan Layanan kemudian memilih Bancassurance Tapi, apa yang dimaksud Bancassurance ya?

Dari sana saya mengetahui bahwa Bancassurance adalah bentuk kerja sama antara bank dan perusahaan asuransi di mana perusahaan asuransi menggunakan saluran penjualan bank untuk menjual produk-produk asuransinya. Produk asuransi yang ditawarkan adalah produk perlindungan sekaligus investasi untuk memenuhi kebutuhan finansial jangka panjang nasabah.

PT Sun Life Financial Indonesia menawarkan beragam produk bancassurance yang dirancang memenuhi kebutuhan nasabah seperti proteksi, investasi, perencanaan keuangan, dan menabung. Juga dapat digunakan untuk berbagai tujuan investasi misalnya untuk dana pendidikan, tabungan, atau dana hari tua. Wah ketemu, dana pendidikan nih!

Perjalanan saya di situs web PT Sun Life Financial Indonesia kemudian membawa saya ke berbagai produk yang dapat digunakan untuk dana pendidikan. Jika Anda adalah salah satu customer dari bank tertentu, kabar gembira, PT Sun Life Financial Indonesia punya banyak kerjasama untuk produk bancassurance ini.

Ini beberapa bancassurance PT Sun Life Financial Indonesia untuk keperluan dana pendidikan yang bisa dipilih :  

  •  Scholar in Safe
Salah satu produk bancassurance untuk dana pendidikan (screenshot PT Sun Life Financial Indonesia)
Untuk Scholar in Safe, pembayaran Premi mulai dari Rp184.000 per bulan, selama 8 tahun saja
•    Pembayaran Tahapan untuk Dana Pendidikan SD, SMP, SMU hingga Universitas (sesuai plan yang dipilih).
•    Pilihan Dana Pendidikan mulai dari Rp25.000.000 hingga Rp100.000.000.
•    Total Manfaat yang diterima menjadi 2x lipat berupa 100% Uang Pertanggungan (UP) dan seluruh Tahapan untuk Dana Pendidikan yang dibayarkan sesuai jadwal apabila Tertanggung meninggal dunia bukan karena Kecelakaan.
•    Total Manfaat yang diterima menjadi 3x lipat berupa 200% Uang Pertanggungan (UP) dan seluruh Tahapan untuk Dana Pendidikan yang dibayarkan sesuai jadwal apabila Tertangung meninggal dunia karena Kecelakaan.  
  • Edu Care
Edu Care adalah program dari Sun Life Financial Indonesia bekerjasama dengan Standard Chartered Bank yang ditujukan untuk memberikan perlindungan diri bagi orang tua sekaligus memastikan tersedianya Dana Pendidikan bagi buah hati.
Dengan Edu Care, Anda akan memperoleh manfaat berikut:
•    Assurance Kepastian tersedianya Dana Pendidikan sesuai pilihan dan kebutuhan Anda.
•    200% Dana Pendidikan terdiri dari 100% Dana Pendidikan sebagai perlindungan asuransi jiwa dan 100% Dana Pendidikan akan diberikan ke ahli waris jika Tertanggung meninggal dunia.
•    100% Dana Pendidikan akan diberikan sesuai jadwal, jika tidak terjadi risiko meninggal dunia terhadap Tertanggung.

  • Junior Study Plan
Kerjasama BCA dan Sun Life Financial Indonesia mempersiapkan program Junior Study Plan khusus untuk Anda, pemegang Kartu Kredit BCA, dengan berbagai manfaat asuransi yang menarik yaitu:
•    Memastikan tersedianya Dana Pendidikan bagi buah hati Anda.
•    Memberikan Dana Pendidikan sebesar 200% dari Uang Pertanggungan sesuai jadwal pembayaran, jika tidak terjadi risiko meninggal dunia.
•    Total manfaat asuransi untuk dana pendidikan sebesar 300% dari Uang Pertanggungan yaitu terdiri dari 100% Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa dan 200% Uang Pertanggungan berupa Dana Pendidikan, akan dibayarkan sesuai jadwal kepada ahli waris, jika Tertanggung meninggal dunia.
  •   BNI Academy Cash
Produk bancassurance Sun Life bekerjasama dengan BNI untuk dana pendidikan (screenshot PT Sun Life Financial Indonesia
 BNI dan PT Sun Life Financial Indonesia menawarkan program Academy Cash yang memberikan Anda berbagai manfaat menarik, yaitu:
1.    Menyediakan Dana Pendidikan untuk jenjang SD, SMP, SMU hingga Universitas dengan waktu pembayaran yang disesuaikan dengan plan yang dipilih.
2.    Memberikan manfaat Dana Pendidikan, yaitu 100% Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Jiwa apabila Tertanggung meninggal dunia ditambah 100% Dana Pendidikan berupa Tahapan sesuai jadwal.
  • Rencana Cerdas
Asuransi Rencana Cerdas merupakan program dari PT Sun Life Financial Indonesia yang ditujukan untuk memberikan perlindungan diri bagi orang tua sekaligus memastikan tersedianya Dana Pendidikan bagi buah hati

Dengan Asuransi Rencana Cerdas, anda akan memperoleh manfaat berikut:
•    Manfaat Kematian:
Jika Tertanggung (orang tua) meninggal dunia, 100% Uang Pertanggungan akan dibayarkan dan dibebaskan pembayaran premium di sisa tahun berjalan
•    Manfaat Dana Pendidikan/Manfaat Hidup:
100% UP (Dana Pendidikan) sebagaimana terjadwal jika tertanggung meninggal dunia

Waaah banyak kan pilihannya? Saya juga sedang siap-siap berdiskusi dengan suami mengenai pilihan-pilihan tersebut. Kalau masih penasaran, silakan langsung ke situs web PT Sun Life Financial Indonesia yaa :)


Tips Menyiapkan Dana Pendidikan

Saya dan suami selalu ingin yang terbaik untuk Aylaa dan Sandya (dok.pribadi)
Kok rasanya belum lengkap ya, kalau saya tidak membagikan tips menyiapkan dana pendidikan hasil ngobrol saya dengan konsultan keuangan yang sudah memberi beberapa informasi di atas. Begini nih kiat-kiatnya :

•    Sebelum  memutuskan  untuk berinvestasi pada tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan, pastikan terlebih dahulu tingkatan pendidikan yang akan dicapai. Hal itu terkait dengan dana yang dibutuhkan anak.
•    Kemudian, cari  informasi biaya pendidikan saat ini di sekolah yang ingin dituju. Hitung perkiraan biaya pendidikan yang dibutuhkan pada saat usia masuk anak, sesuai dengan tingkat inflasi yang berlaku.
•    Jika Anda memilih tabungan pendidikan, hitung perkiraan setoran bulanan dari biaya yang dibutuhkan. Usahakan untuk membuka satu tabungan pendidikan untuk setiap jenjang.
•    Berdasarkan karakteristiknya, tabungan pendidikan akan lebih cocok bagi orangtua yang ingin menyiapkan dana pendidikan dalam jangka pendek. Bagi orangtua yang memiliki penghasilan tidak tetap, dapat juga mengambil tabungan pendidikan saja karena bisa menambah setoran kapanpun juga sehingga hasil investasinya bisa lebih besar.
•    Untuk jangka panjang, asuransi pendidikan akan lebih sesuai. Hasil investasi bisa diharapkan lebih tinggi. Selain itu, pilihan berinvestasi di reksadana dapat dilakukan dengan pendapatan yang diiringi dengan risiko lebih besar.
•    Produk investasi lain seperti deposito dari perbankan atau emas dan sebidang tanah bisa dijadikan pilihan asal Anda menyesuaikannya dengan jangka waktu yang dibutuhkan.
•    Pilih  Bank, lembaga asuransi atau reksadana yang menyediakan berbagai keuntungan dan kemudahan.

Jadi, tunggu apa lagi? Manfaatkan asuransi pendidikan untuk menyiapkan dana pendidikan anak-anak kita yuuk :)

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Menulis Sun Anugerah Caraka 2014 (kategori blogger)



Thursday, 19 September 2013

Surat untuk Ayah: Keluarga Kita Perlu Perlindungan Kesehatan

 Saya sedang menulis surat untuk suami terkasih (dok.pribadi)

Kepada:

Suami Terkasih


Assalamualaikum wr.wb.

Semoga Ayah senantiasa sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Surat ini sengaja Ibu buat untuk mengajak Ayah berasuransi. Sudah sejak beberapa bulan yang lalu Ibu berusaha mengajak Ayah untuk ikut, tapi sepertinya pintu hati Ayah belum kunjung terbuka.

Kalau memang Ayah masih ragu, izinkan Ibu mengulas beberapa fakta tentang asuransi. Memang asuransi memang bukan sesuatu yang baru di Indonesia, namun bukan juga sebagai sesuatu yang umum dimiliki masyarakat. Ibu sendiri baru mengenal asuransi setelah masuk di dunia kerja, karena pihak kantor memberikan fasilitas asuransi kesehatan pada karyawannya.

Nah, menurut sejarah, asuransi masuk ke Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda yang disebut dengan Nederlands Indie. Asuransi diperlukan untuk menjamin kelangsungan usaha di sektor perkebunan dan perdagangan Belanda.

Tapi, jenis asuransi yang diperkenalkan pada saat itu sebagian besar terdiri dari asuransi kebakaran dan pengangkutan sebagai bagian asuransi kerugian pada kegiatan dagang dan untuk kepentingan bangsa Belanda, Inggris, dan bangsa Eropa lainnya. Belum ada jenis asuransi kesehatan, apalagi untuk pribumi.

Untuk lebih jelasnya, Ibu kutip definisi asuransi terlebih dahulu deh untuk Ayah.  

"Menurut Undang-Undang No. 2 Tahun 1992, yang dimaksud dengan asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri pada tertanggung, dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian pada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan."

Secara singkatnya sih, usaha untuk mengalihkan risiko antara pihak tertanggung yaitu nasabah seperti kita kepada pihak penanggung, dimana pihak penanggung menyediakan pengamanan finansial bagi tertanggung. Untuk itu, tertanggung membayarkan premi dalam jumlah tertentu dihitung dari potensi kerugian.

Sejalan dengan perkembangannya, asuransi saat ini juga banyak jenisnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat modern, seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi pensiun, asuransi rumah, asuransi kendaraan bermotor dan lain-lain. Oh ya, ada juga asuransi unit link yaitu gabungan antara asuransi dan invenstasi.  Selain itu, ada asuransi syariah yang diperuntukkan terutama bagi umat muslim yang menginginkan perhitungan secara islami.

Tapi, sudah dulu belajar sejarah asuransinya deh, yah. Secara pribadi, Ibu merasa keluarga kita sangat membutuhkan PERLINDUNGAN KESEHATAN, yang dapat diperoleh dari ASURANSI KESEHATAN KELUARGA. Memangnya kenapa, bu? Kalau itu pertanyaan Ayah, maka akan ibu jawab, karena sebagaimana kata pepatah "Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak", sakit itu tidak dapat diperkirakan kapan dan pada siapa.

Seperti temen Ibu yang kemarin, tiba-tiba aja kena sakit ginjal padahal sebelumnya kelihatan sehat-sehat saja. Kalau sudah gitu, selain rasa sakit yang harus ditanggung juga harus memikrkan biaya yang dikeluarkan yang tak kalah luar biasa.

Memang, sekilas saat membayar premi asuransi tampak jumlah nominalnya terbilang lumayan, tapi kalau kita bandingkan dengan kasus seperti temen Ibu di atas, sepertinya hal itu bisa menjadi penawarnya. Hati menjadi lebih tenang tatkala kita beraktivitas, apalagi Ayah kan kerjanya berat dari pagi dan baru sampai di rumah malam hari. Meskipun Ibu beraktivitas terbatas di rumah dan sekitarnya, tapi juga tidak kalah berat dan stres loh yah. Pekerjaan di rumah yang bisa berlangsung 24 jam dengan dua anak yang sedang lincah-lincahnya, terkadang rasanya bisa lebih berat dibandingkan Ibu bekerja di kantor dulu.

Mempercayakan diri pada asuransi tapi juga tidak boleh sembarangan kan, yah. Tenang yah, Ibu sudah melakukan pekerjaan rumah ini untuk Ayah. Ibu jadi rajin cari informasi mengenai perlindungan kesehatan mana yang kira-kira cocok dan terbaik untuk keluarga kita. Kan, banyak tuh cerita mengenai pihak asuransi yang tidak mau membayar klaim dari nasabah karena alasan macem-macem. Ih jangan sampe kita ngalamain deh, yah.

Setelah cari info ke sana ke mari, Ibu menemukan situs web SUN LIFE FINANCIAL. Mulai deh baca-baca dari awal sampe akhir, sampe-sampe cucian dan setrikaan dicuekin hehehe.

Rajin cari info di situs web Sun Life Financial (dok.pribadi)

Ternyata SUN LIFE sudah berdiri sejak 1865, meskipun di Indonesia baru berdiri sekitar tahun 1995. Wah kalau begitu, produk-produk dan layanannya sudah teruji oleh waktu donk ya. Berhubung kita tinggal di Indonesia, ya Ibu cari informasi produk yang ada disini aja. Ternyata produk-produknya macam-macam yah, mulai dari Proteksi, Simpanan dan Investasi, Bancassuransce serta Sun Life Syariah.

Tapi, yang jadi perhatian Ibu sih tentu saja produk-produk Proteksi. Setelah Ibu lihat ternyata produk Proteksi Sun Life Financial ada tiga, ini nih :

  1. Sun Medicash, yaitu program asuransi dengan sejumlah manfaat tunai. Misalnya, saat kita sebagai sebagai Tertanggung menjalani rawat inap di rumah sakit, bisa karena karena sakit atau kecelakaan.
  2. Term Life dengan tagline menyongsong hari depan dengan perlindungan yang lebih pasti. Kalau Ibu tidak salah sih, asuransi ini memiliki jangka waktu. Pembayaran preminya disesuaikan dengan berapa lama kita mau memanfaatkan produk asuransi ini disesuaikan juga dengan usia Tertanggung. Tapi, nanti Ibu cari-cari informasi lagi deh.
  3. Sun Golden Life. Nah ini program asuransi khusus ini untuk yang membutuhkan Proteksi Jangka Pendek. Ditulis di situs, dana yang tersedia dari program ini dapat dimanfaatkan oleh keluarga untuk membantu memenuhi kebutuhan keuangan keluarga apabila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap Tertanggung.
Eh, Ayah masih dibaca kan surat Ibu? Hehehe jangan-jangan malah tambah pusing soal asuransi ini. Jangan dong! Kita belajar bareng-bareng ya, Yah. Masih banyak produk-produk lain menarik dan mungkin cocok untuk keluarga kita, seperti produk Simpanan dan Investasi atau produk Sun Life Syariah. Jujur aja, Ibu juga masih banyak nyontek di situs webnya SUN LIFE FINANCIAL pas nulis surat ini hehehe.

Setelah baca surat Ibu ini nanti, kita ketemu lagi ya sama Mbak Vivien, itu loh agen Sun Life Financial yang pernah ketemu Ayah beberapa bulan lalu. Moga-moga pertemuan nanti, Ayah sudah benar-benar setuju dan menggunakan proteksi perlindungan kesehatan dari Sun Life. Ibu yakin tidak salah pilih kok, yah.

Sudah dulu suratnya ya, anak-anak sudah pada bangun dari tidur siang nih. Wassalamualaikum wr.wb.

Salam sayang,

Istrimu tercinta
 

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Menulis Blogger Sun Life 2013 *














Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...